Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Lo Banyak Berubah


__ADS_3

Mobil sudah beranjak meninggalkan kampus setelah menelpon dokter Agus teman sekaligus dokter pribadi ku, mobil lajukan dengan kencang menuju rumah, aku tak ingin terjadi sesuatu pada istriku, mobil kini sudah terparkir di bagasi, dengan cepat aku membawa tubuh mungil itu masuk ke rumah kami dan segera menuju kamar, tak berselang lama akhirnya Agus datang, dia adalah dokter pribadi dan merangkap sebagai sepupuku sendiri, dan tentu saja kami tumbuh bersama


ah sudah lah lupakan perihal Agus, hal terpenting saat ini adalah memeriksa gadis ku dan memastikan jika ia sedang baik baik saja, jujur saja aku bahkan sangat takut dan cemas saat melihat wajah pucat dan tubuh lemahnya yang terbaring tak berdaya di atas ranjang, ini benar benar menyakiti ku


"Lu tentang aja dia ngak papa kok" Ucap Agus saat selesai memeriksa keadaan Keysa, aku masih setia duduk di sampingnya dengan mengenggam tangannya dengan erat dan sesekali mencium punggung tangannya dengan lembut


"Dia sakit apa?, dia ngak papa kan?, kok bisa pingsan tiba tiba" Ucap ku dengan nada cemas, bagai mana tidak tak ada angin tak ada hujan Keysa jatuh tak sadarkan diri begitu saja, tentu saja ini akan membuat aku mati karena rasa kahwatir


"Lu tenang, dia ngak papa cuma kecapean dan sepertinya ia baru saja mengalami hal buruk membuatnya merasa gelisah, tapi ngak papa kok di cuma butuh istirahat aja dan jangan biarin dia banyak pikiran" Ucap Agus duduk di sofa yang berhadapan dengan ku, ia bahkan hanya menujukan wajah yang bahkan bisa di katakan sangat menyebalkan


"Semalam dia di culik, tapi dia akan segera sembuh kan?" Ucap ku masih memegang tangannya dengan lembut, seolah ia akan pergi jika ku lepaskan akan meninggalkan ku begitu saja

__ADS_1


Ku lihat agus mengerutkan kening nya, setelahnya ia tersenyum kecil ke arah ku, sungguh menyebalkan 'apakah aku aneh?, tapi apa salahnya jika aku mengkhawatirkan istri ku sendiri? " Batin ku, aku di tertawa? 'apa yang salah jika suami yang merasa kahwatir saat istrinya jatuh sakit, apakah salah?'


"Gue ngak nyangka lu bisa gini kerena cinta, gue kira lu masih jadi es balok saat udah nikah" Ucap Agus dengan nada mengejek, bahkan di susul dengan sebuah kekehan yang begitu menyebalkan,


"Ya udah gue pulang dulu, kalo liat lu gini bikin gue rindu sama bini gue, oh iya jangan biarkan dia kelelahan, gue pamit dulu, liat Lo yang gini bikin gue lega tau ngak" Ucap Agus mengambil tas peralatannya, Ku antar Agus sampai di ambang pintu


"Jangan tegang gitu, dia ngak papa, bahkan gue ngak pernah tau wajah khawatir Lo selama bertahun tahun" Ucapnya Agus masih terkekeh melihat ku, dan ku fikir tak ada yang lucu ataukah pakaian ku? Tidak mungkin, bahkan aku belum sempat menganti pakaian formal ini dengan baju rumahan, dan mengapa mahluk ini sedari tadi bahkan menujukan senyuman aneh ini


"Kenapa?, ada yang salah?" Ucap ku menyipitkan mata


'Lu belum tau aja gimana keadaannya' batin ku menghela nafas pelan, benar aku lah yang terlalu mencintainya, sedangkan dia?, bahkan tak Sudi melirik ku sedikit pun, aku bahkan menjadi begitu tak menarik di mata istriku sendiri

__ADS_1


"Ya udah gue balik, terusin ngebucinnya, semangat dan jangan lupa di perpanjang, geu senag liat perubahan Lo, setelah sekian lama ngak ketemu siapa yang nyangka Lo berubah banyak gini" Ucapnya yang ku hadiahi dengan jitakan di dahinya,


"Sialan lu, kalo gue kenapa kenapa lu mau tanggung jawab, mana sakit lagi" Ucapnya sembari memegang Kening yang kini terlihat memerah, aku hanya terkekeh pelan, siapa suruh dia menggoda ku, siapa suruh mengolok ngolokku?, kekahwatiran Seornag suami adalah hal yang sudah seharusnya, dan suami yang mencintai istrinya adalah hal yang sangat wajar bukan?, mengapa malah bersikap seolah aku ini hanyalah patung yang bahkan tak memiliki hati dan perasaan


"Jangan lupa bulan depan ada reunian, lu harus dateng aja istri sekalian, biar anak anak tau kalo Lo sekarang udah jauh lebih baik dari dulu, dan buktiin kalo Lo itu bukan penyuka sejenis" Ucap agus yang kini berjalan menuju mobil


"sialan lo"


"hahha, kalo keingat itu gue mau ketawa guling guling rasanya, cuma gara gara Lo yang selalu main sama gue malah tersebar deh kabar kabar menggelikan itu, kalo gue ingat ingat buat gue senyum senyum sendiri tau ngak, bahkan dari muda orang orang udah punya pikiran kotor gitu" Ucap Agus yang membuat ku menghela nafas malas


"Balik sana Lo" Ucap ku dengan suara dingin dan kembali memasang mode datar ku

__ADS_1


"Iya iya, kumat lagi kan esnya" Ucap Agus dan setelahnya melangkah menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah, dan dalam waktu singkat mobil sport glod itu berlalu meninggalkan perkarangan rumah ku, pintu pagar tertutup secara otomatis saat mobil mewah itu melewati pagar,


'Benarkah sekarang gue menjadi bucin?, hm kayaknya ngak deh, Ais terserah lah, mending masuk nemanin istri kecil kesayangan gue , dasar lu gadis kecil yang malang' Ucap Ku dan beranjak masuk ke rumah untuk menemani istri ku.


__ADS_2