
Gio anggara
Aku baru saja memejamkan mata ku, jadwal ku hari ini memang banyak, dan bahkan aku masih berada di dalam ruangan saat hari sudah hampir menggapai senja, dan tentu saja aku masih dengan begitu setia di temani oleh beberapa tumpuk kertas di meja, ku dengar suara gang pintu yang di buka perlahan dan di susul oleh suara langkah kaki, dengan malas aku membuka mata, untuk melihat siapakah gerangan yang datang menemui ku?, Dan ku dapati hafiz sudah duduk di sofa dengan tenag 'bukan nya ni anak udah pulang dari tadi? ' batin ku,
"Ngak jadi balik lu?" Ucap ku bergerak perlahan untuk membenahi posisi duduk ku, agar menjadi sedikit lebih nyaman
"Blom, lu tau karena lu, gue mengalami kesialan" Ucapnya yang membuat kening ku mengerut 'kesialan?, karena ku! ' yang benar saja?
"Lu tau?, sepanjang hari ini gue di tahan sama adx manja gue di ruangan, mana ngomel nya panjang banget lagi" Ucapnya
"Katanya lu keterlaluan, katanya lu ngak tau diri dan katanya lu udah mempermainkan sahabatnya, dan katanya lo ngak tau untung dan banyak lagi upatan lainnya pokonya lu itu laki laki bajingan, dan yang membuat gue kesel, kenapa dia ngak langsung marah sama lu aja, kan kuping gue ngak perlu dengarin suara cempreng yang sedang ngamuk ngamuk itu" Ucap Hafiz yang masih berucap panjang lebar.
Aku hanya tersenyum kecil menatap wajah kesal sahabat ku, mana mungkin adik sepupunya (Hafiz) yang cerewet itu berani memarahiku, memang ku akui memang mungkin aku sudah sedikit keterlaluan dalam menjalani pertemanan dengan Mila, tapi percayalah, aku tak mungkin menduakan gadis ku yang sudah mengisi hatiku selama bertahu-tahun, aku hanya menggap Mila sebagai seseorang yang kesepian dan aku bahkan tak pernah menggapnya teman atau apapun itu, saat ia bercerita pun aku hanya perlu diam dan sesekali menimpali, ia terlihat begitu menyedihkan dan aku tak tega jika harus mengusirnya dari sisi ku, aku dan Mila hanya ada sebuah rasa kasihan tidak lebih dari itu,
"Gue udah capek ngomong lu ngak ada respon gitu?, iss lu dasar es KW katanya dingin nah tau tau mau mau aja di ajak temanan sama si buk Mila, lo bikin semua orang salah faham tau ngak lo" Ucap Hafiz tambah kesal, sedangkan aku hanya menarik sudut bibir kan menunjukan senyum tak bersahabat,
"Minum dulu, gue juga bingung sama diri gue, gue cuma ngak tega sama buk Mila, dia kayak kesepian dan menyedihkan baget lagian kita ngak pernah temanan kali" Ucap ku
"Ngeles aja lo kayak bajai, lama lama gue kesel beneran ni, sekarang Lo tentuin pilihan lo tetap merespon si bu Mila dan ngasih bini lo ke gue atau tinggalin buk Mila biar gue ngak jadi korban amukan adek gue, gue beneran ngak sanggup Gi, lo yang kawin gue yang pusing" Keluh Hafiz
"Berani lu ambil bini gue, abis lu" Ancam ku, enak saja memangnya istriku apapan main di oper sana sini
"Ya habisnya lu udah punya bini cantik, pinter malah lu sia siain, sayang kan?, dari pada ngangur mendingan sama gue di jamin bahagia" Ucap Hafiz,
__ADS_1
Aku hanya memberinya tatapan tajam padanya kali ini aku tak ingin melanjutkan pembicaraan menyebalkan ini, bagai mana tidak dengan begitu ringan lidahnya berkata mau ngambil gadis ku, tidak tidak akan pernah ku biarkan
"Hm sudah lah gue capek, gue balik dulu" Ucap nya perlahan meninggalkan ruangan ku, aku hanya menarik nafas pelan
Perlahan ku bereskan meja ku dan beranjak keluar, aku sangat lelah karena sudah bekerja sepanjang hari.
Athour pov
Suasana malam di pusat kota, ya seperti biasa selalu bising dan penuh dengan segala hiruk pikuk aktivitas manusia.
Saat ini keysa sedang bersama teman teman black rosenya, suara tawa menggema di sana, tiba tiba bayu menarik tangannya dan duduk di meja yang cukup jauh dari teman teman nya
"Key" Seorang pria bernama bayu duduk di samping Keysa
"Kok gue ngerasa lu makin jauh dari gue" Ucap bayu pelan,
"Perasaan lu aja kali Bay, lu itu teman terbaik gue" Ucap Keysa merangkul bayu sembari menunjukan senyum terbaiknya, Bayu hanya mengerutkan alisnya ia tak puas dengan jawaban dari keysa
"Udah lah bay, meningan kita gabung sama yang lainnya, dari pada di sini" Ucap keysa menarik tangan bayu pelan, keysa gadis cantik dan memiliki ke pekaan di bawah rata rata, sejak awal anak black rose sudah mengetahui perasaan bayu ke keysa, namun sayangnya keysa hanya menggangap segala perhatian itu batas wajar pertemanan, hatinya sudah di miliki orang lain, keysa tak mungkin jatuh cinta lagi, hatinya hanya satu dan sudah terlanjur ia berikan pada seseorang yang berasal dari masalalu.
Bayu menarik nafas pelan, seberapa keras ia berusaha meyakinkan keysa dengan perasaan yang ia miliki, tapi seperti keysa terlahir dengan tingkat kepekaan di bawah rata rata. Bahkan keysa hanya menganggap perhatian yang di berikannya hanya hal biasa
"Hm" Bayu mengikuti langkah keysa dan bergabung dengan teman lainnya,
__ADS_1
"Eh ngomong ngomong lu knapa ki?, Kayak anak ayam nelen biji kedondong, bengong aja dari tadi" Ucap cimoy yang sudah memperhatikan kiki sedari tadi, kini membalas ucapan cimoy dengan pukulan kecil di lenganya
"Lu keppo amat, hm udah kemalman banget ni gue pulang" Ucap kiki mengambil kunci motornya beranjak menuju parkiran
"Perlu gue antarin? " Tawar cimoy
"Ngak usah cimoy, mendingan lu bantuin pak asim noh beres beres, kan udah waktunya tutup kan? " Ucap kiki
"Kalo buat lu mah gunung kan ku daki lautan ku lompati," Ucap cimoy yang kini mulai menggoda kiki,
"Perut gue ngak tahan sama gombalan lu kiting, lo ngak bakat gombal mending lo jualan cireng aja" Ucap kiki terkekeh geli dengan candaan temannya ini
"Key, lu balik bareng gue ngak?" Ucap kiki
"Iya tungguin gue" Ucap keysa meraih kunci motornya
"Kita balik, sampe jumpa di pertandingan minggu depan" Ucap keysa menghidupkan mesin motor nya berlalu meninggalkan cafe cimoy,
Keysa memacu motor nya dengan kecepatan tinggi tak butuh waktu lama akhirnya ia sampai di rumah.
Setelah sampai rumah masih sama seperti sebelumnya, masih sangat sepi, dengan pelan keysa beranjak menuju tangga dan masuk ke kamarnya
"Uh hari hari yang sangat menyebalkan, mama, papa, bik asmi key rindu kalian, key mau jadi anak kecil aja, key ngak suka tinggal sendiri, key ngak bisa hidup tampa bi asmi" Ucap Keysa dengan masih betah mengeluh
__ADS_1