Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Ketakutan Gio


__ADS_3

Hari kini beranjak siang sesuai janji, Gio dan kesya akan segera ke rumah sakit, soal kampus Gio sudah membuat surat izin untuk keysa, pihak kampus juga mengetahui kejadian yang menimpa keysa,


"Sekarang buka matanya pelan pelan" Ucap dokter cantik itu sambil tersenyum ramah, perlahan keysa membuka matanya semua masih terlihat buram,


"Bagai mana?" Ucap sang dokter setelah merapikan bekas perban yang di gunakan keysa selama beberapa minggu ini


"Saya ngak bisa liat apa apa dok gelap" Ucap keysa pelan, seketika wajah Gio berubah panik, ia kan merasa bersalah jika istri cantiknya ini memang mengalami kebutaan permanen akibat kesalahannya, tidak ia tak mungkin bisa memaafkan diri sendiri jika sampai hal menakutkan ini terjadi


"Coba kedip kan mata Anda beberapa kali," Ucap dokter itu lagi setelah memeriksa mata keysa


Keysa mengikuti instruksi sang dokter, ia mengedipkan matanya beberapa kali, dan perlahan kembali membuka matanya, pandangan keysa masih sedikit buram, tak lama kemudian ia di suguhkan dengan  bawah panik milik suami julitnya 'ini gue ngak salah liat kan?, beneran ni julit khawatir sama gue? 'Batin keysa,


"Bagai mana dok? " Ucap Gio cepat


Dokter itu hanya tersenyum menganggukkan kepalanya, sang dokter membereskan barang barang nya dan meninggal aja ruangan


Gio langsung memeluk tubuh keysa erat, dan tanpa berhenti mengucapkan maaf,


"Maafin aku, aku benar benar minta maaf, jangan tinggalin aku aku mohon" Ucap Gio, ya ia kembali teringat dengan ucapan Cimi yang akan membantu keysa mengurus perceraiannya jika keysa sembuh, oh tidak, apapun yang terjadi gio tidak akan meninggalkan keysa tidak akan


"lepasin" Ucap keysa protes


"Ngak, sebelum kamu janji ngak bakalan ninggalin aku" Ucap Gio pelan ia masih memeluk tubuh keysa dengan erat, takut takut jika di lepaskan  sebentar saja keysa akan meninggalkannya, oh tidak dalam mimpi pun ia tak akan membiarkan hal itu terjadi, TIDAK AKAN


"Lo kenapa sih pak, gue ngak bisa nafas ni" Ucap keysa kesal karena pelukan Gio yang teramat erat


Dengan enggan Gio melonggarkan pemukanya namun tak melepasnya, ia masih setia memeluk keysa, untuk saat ini saja biarkan dia egois, ia tak ingin kehilangan keysa lagi cukup sudah penantian 10 tahun nya, ia tak ingin kehilangan keysa lagi.


"Lo kenapa?" Ucap Keysa mengelus kepala Gio yang kini sudah terisak di pelukan nya


"Kamu ngak bakal tinggalin aku lagi kan" Ucap Gio pelan

__ADS_1


"Lu ke sambet apa pak? Pala lu kejedot pintu.?" Ucap keysa masih tak faham dengan sifat dosen kutub ini


"Gak aku ngak mau kehilangan kamu lagi, tolong maafin aku, aku ngak bikin kamu marah lagi aku janji aku akan selalu berada di samping kamu dan selalu percaya padamu, aku akan menjadi baik, aku janji" Ucap Gio yang masih memeluk pinggang keysa


"Lo kenapa pak?, ada masalah apa, dan satu lagi gue ngak marah kok sma lo, seriusan dah, udah apus tu air mata, malu tau, udah gede gini masih cengeng" Ucap Keysa, ia tau ia tak bisa berbuat kasar atau mengeluarkan kata kata pedas saat ini bisa bisa nilai nya ancur. Hahha dalam situasi ini keysa masih sempat sempatnya mikirin nilai.


Gio melonggarkan pelukan menatap keysa lekat, ia tak akan membiarkan dunia kembali memisahkan mereka apapun yang terjadi gio tidak akan meninggalkan keysa


"Jangan liatin gue gitu, gue mau balik lepas" Ucap keysa, sejak pengakuan gio beberapa


"Hmmz" Ucap Gio melepaskan pelukanya, berniat membantu Keysa


"Gue bisa sendiri" Ucap Keysa berjalan menuju parkiran, sepanjang perjalanan Keysa hanya sibuk dengan ponselnya,


"kita makan dulu ya" Ucap Gio pelan, Keysa hanya mengguk dan masih sibuk dengan ponselnya


Mobil itu kini berhenti di sebuah restoran yang cukup ramai, tampa menunggu keysa membuka pintu mobil dan berjalan kearah meja yang akan ia tempati, Gio membuang nafas pelan, mengikuti langkah keysa dari belakang, gadisnya masih marah ia tak ingin memperkeruh suasana,


Sepanjang penantian, keysa masih sibuk dengan ponselnya masih sibuk chatting dengan teman temannya, Pelayan datang dengan makanan yang di pesannya, keysa  meletakan HP nya dan menyantap makanan, sejak tadi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut keysa, Gio pun tak berani memulai pembicaraan, Gio hanya bisa menatap keysa dengan sendu, Seorang pria berjalan ke arah mereka, baik keysa atau pun Gio tak menyadarinya


"Key, ini beneran lu kan?" Ucap pria itu, Keysa berdiri, sang pria memutar mutar tubuh Keysa


"Lu ngak baik baik aja kan?, gue dengar lu kecelakaan, trus apa yang luka apa yang sakit, maafin gue ya, seharusnya gue ngak ke Singapura kemaren, gue ngak ada waktu lu dalam keadaan sulit" Ucap si pria dengan nada pelan


"Lu apaan sih bang, gue baik baik aja kok, Masih idup juga, yuk gabung" Ucap Keysa tersenyum, Gio hanya melihat interaksi keduanya, sangat dekat


"Eh pak Gio?, kalian?"


"Kebetulan ketemu di sini, trus gabung deh, mau pesan apa? Gue pesanin nih, Mbak" Ucap Keysa yang masih tak luput dari pandangan Gio, Keysa terlihat sangat aktif saat bersama Vino,


"Ah cappucino caramel" Ucap Keysa, memesan minuman serta makanan  kesukaan Alvin

__ADS_1


"Lu masih ingat aja" Ucap Vino


Keysa hanya terkekeh pelan, kini meja yang hening itu memiliki tanda tanda kehidupan, yah keysa berbincang dengan hangat, membiarkan Gio menjadi pendengar setia perbincangan mereka


"Hm ya udah deh bang, makasih traktirannya pak Gio, gue masih ada urusan, gue duluan, kalian ngobrol aja dulu" Ucap Keysa, Gio hanya diam, di bawah sana tangannya sudah mengepal erat, sejak tadi ia di jadikan nyamuk, apa itu, traktiran?, dan ada urusan, gadisnya baru saja sembuh, mengapa malah memaksakan diri untuk kembali berkeliaran di jalan?,


"Gue antar ya, gue ngak liat motor lu di depan" Ucap Vino dengan nada pelan


"Ah ia motor gue di servis bang, gue duluan" Ucap Keysa berlalu meninggalkan restoran,


Keysa menyetop Taxi,


"Pattimura blok 3 pak" Ucap Keysa pelan, bukankah tadi Gio sempat bilang kalo cimi sakit?, Keysa akan kerumah Cimi, Setelah menempuh perjalanan cukup jauh akhirnya mobil berhenti di depan rumah mewah


"Eh non keysa, non Cimi nya di dalam" Ucap satpam ramah, Keysa tersenyum dan segera masuk, Keysa langsung masuk ke kamar Cimi


'Krek' pintu perlahan terbuka, di sana nampak Cimi yang masih terbaring lemas dengan wajah yang sedikit pucat, Keysa berjalan mendekat


"Lu sakit apa? " Ucap keysa pelan


"Eh lu key, gimana?"


"Seperti yang lu lihat"


"Syukurlah"


"Lu sebenarnya kenapa?"


"Gue ngak tau, dokter bilang keracunan, tapi gue ngak pernah ingat kapan gua makan atau minum racun" Ucap cimi polos


"Sialan lu, lu bodoh atau gimana, kalo lu tau itu racun mana mungkin lu minum"

__ADS_1


"Ah ia gue sampe lupa" Keysa hanya terkekeh pelan, keduanya hanyut dalam dunianya sendiri.


__ADS_2