
Semenjak Gio meninggalkannya, Keysa memilih untuk kembali merebahkan tubuh di atas ranjang dan melanjutkan tidurnya ia tak mau ambil pusing dengan pakaian yang di ganti Gio, tak perlu memperpanjang hal yang jelas jelas tak berguna, akan lebih baik melanjutkan acara beristirahat agar menjadi lebih segar saat terjaga nanti, hari ini ia memiliki jadwal di jam 11 sedangkan sebelumnya ia bahkan terbangun saat jam 7 ia memiliki banyak waktu untuk bersantai,
Keysa di bangunkan oleh sura bel rumah yang dari tadi berdering, ia mengeliat pelan dan meraih jam yang berada tak jauh darinya, jam bahkan baru menujukan angka 9:50, Keysa berlahan berjalan menuruni tangga menuju pintu utama
'Ckrekk' Pintu rumah kini terbuka, ia berjalan menuju pagar yang sedang tertutup, perlahan pintu terbuka menampilkan abang ojol dengan sebuah kresek hitam di tangannya
"Dengan mbak Keysa?" Ucap si bang ojol dengan nada pelan
"Iya" Jawabnya pelan, si ojol bahkan langsung saja mengulurkan kresek ke arahnya, hal ini jelas membuat keningnya mengerut, ia tak pernah ingat jika ia memesan makanan, namun?, Bahkan makanan datang Tampa di undang, ia bahkan sempat berfikir jika si ojol salah orang, tapi?, Dari mana ia tau jika nama pemilik rumah ini adalah milik keysa
"Salah alamat kali Mas, saya ngak pernah ngerasa Mesan makanan" Ucap keysa dengan nada pelan, ia tak mungkin mengambil makanan yang jelas bukan miliknya,
"Ngak kok mbak, sesuai aplikasi, Terima kasih mbak, dengan Mbak Keysa kan?" Ucap abang ojol dengan nada pelan
"Iya, tapi saya ngak mesan makanan pak" Ucap Keysa namun si ojol bahkan masih bersikeras jika makanan yang ia bawa adalah pesanan milik keysa, karena malas berdebat panjang Keysa menghela nafas pelan dan menerima kresek yang di ulurkan, si Abang ojol perlahan menghidupkan motornya dan berniat segera meninggalkan rumah
"Tunggu mas, saya ambil uang dulu" Ucap keysa dengan anda pelan, ia bahkan tak memesan, namun meskipun begitu ia harus membayar bukan?, Setidaknya ia tak akan di Bebani rasa bersalah karena telah mengambil hak orang lain
"Sudah di bayar mbak, terimakasih, jangan lupa kasih bintang lima ya" Ucap si abang ojol dan segera bergerak menghidupkan motor dan berlalu meninggalkan keysa yang masih terdiam di depan gerbang
'Aneh' Ucap keysa dengan nada pelan, namun setelahnya ia menaikan bahu tak ingin perduli, aku segera berbalik dan tentu saja beranjak masuk, aku berjalan menuju dapur untuk mengambil mangkuk dan menyiapkan makanan ku, kening ku kembali mengerut 'bubur? ,obat penurun panas?' Ucapnya sembari menyipitkan mata, siapa yang mengirimkan makanan ini, ah tak perlu ambil pusing lebih baik langsung makan saja mumpung lagi panas.
Keysa berjalan ke dapur mengambil mangkuk, perlahan keysa menyantap bubur, memang perutnya sudah terasa sangat lapar kerena sejak kemarin keysa tidak sempat makan.
'Obat' Ucapnya menaikan alis dan bahkan ia masih sibuk menyantap buburnya dengan nikmat, hingga akhirnya ia menghentikan aktifitas makannya saat ponsel yang berada di sampingnya berdering
__ADS_1
"Hallo" Ucapnya menyambungkan telepon
"Lu di mana key?, gue nyariin lu dari tadi, motor lu di parkiran, lu nya kagak ada" Ucap kiki dari seberang telepon nya
Keysa mengerutkan keningnya mengingat hal yang terjadi kemarin.
Keysa baru ingat jika motor nya masih berada di parkiran kampus, seingatnya saat berada di parkiran seseorang memukul tengkuknya, dan saat ia sadar berada di gudang sepi di tampar beberapa kali trus pingsan lagi dan akhirnya terbangun di kamar saat pagi hari dengan pemandangan yang sungguh tak biasa
"Gue masih di rumah, " Ucap keysa sambil menyantap buburnya
"Nah trus motor lu? " Ucap kiki dari seberang telpon
"Ceritanya panjang, mendingan sekarang lu Jemput gue, nanti gue kirimin alamat nya, gue ceritain di kampus" Ucap keysa dengan enggan memakan obat agar ia cepat sembuh dan bisa mengikuti kuliah seperti biasanya
"Hmm sip, jangan kelamaan y" Ucap keysa memutuskan sambungan telepon, keysa beranjak dari meja makan untuk mencuci mangkok.
Keysa kembali ke kamarnya, keysa
Bergegas mengganti pakaiannya, setelah selesai dengan segala ritualnya di kamar, keysa beranjak turun sebuah motor sudah terparkir di depan rumah,
"Ayo" Ucap keysa, kiki menyerahkan helem pada keysa, dan keduanya meninggalkan pekarangan rumah menuju kampus
"Sialan pake acara rusak segala ni lift" Ucap kiki kesal, keduanya bergegas menuju tangga darurat,
Setelah melewati begitu banyak anak tangga akhirnya keduanya sampai di kelas, keduanya menarik nafas lega saat dosen belum masuk kelas
__ADS_1
"Dari mana aja lu ki," Ucap cimi saat kiki dan keysa mendekati bangkunya dengan nafas yang masih tersegal segal
", jemput ni anak, masak ia motornya di parkiran trus yang punya masih enak enakan di rumah" Ucap kiki, keysa menyenggol keysa yang masih berusaha menetralkan nafasnya
"Lu ngak pp ke, lu pucat banget?" Ucap tiara menatap keysa yang memang sudah pucat, keringat mengalir di dahinya, bagai mana tidak keduanya berlari dari lantai satu sampai ke lantai lima, beruntung usaha mereka membuahkan hasil, pak dosen belum berada di kelas.
"Gue ngak pp kok" Ucap keysa menepis keringat nya sembari tersenyum tulus
"Wajah lu pucat benget, ey cimi lu bawa minyak angin kan? " Ucap tiara terlihat khawatir dengan keadaan keysa yang terlihat kurang sehat
"Oh ia, ini" Ucap cimi merogoh tasnya dan mengambil minyak angin, tiara dan kiki membantu keysa memakaikan nya di leher dan dahi keysa
"Lu minum dulu, gue mau beli obat" Ucap kiki berdiri dari tempat duduk nya
"Ngak usah ki, bentar lagi dosen udah mau masuk, gue udah mendingan kok" Ucap keysa menggenggam tangan kiki. Belum sempat kiki menjawab Gio sudah berjalan menuju mejanya
"Tapi lu? " Ucap kiki yang masih enggan untuk duduk, ia ingin segera ke luar membeli obat, Sahabat nya ini sangat jarang sakit tapi saat ia sakit akan sedikit parah, bahkan bisa saja pingsan
"Itu yang baju kuning kenapa berdiri?" Ucap Gio pada kiki yang masih berdiri di hadapan keysa
Keysa menarik tangan Kiki dan perlahan untuk segera duduk di bangkunya
"Tapi lu?" Ucap Kiki dengan nada pelan, ia tentu saja tak bisa tenang saat tubuh sahabatnya seperti ini, ia menyesal karena memilih menjemput Keysa, awalnya ia berfikir jika Keysa baik baik saja, namun siapa yang menyangka jika dirinyalah yang membawa Keysa dalam keadaan sulit seperti ini
"Gue ngak papa" Ucap keysa dengan pelan, dan terus berusaha unyuk meyakinkan sahabatnya jika ia benar baik baik saja, ia tak ingin Kiki di hukum hanya karena dirinya, ia tak ingin membuat sahabatnya terkena masalah hanya karena hal kecil ini
__ADS_1