Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Pelukan Ternyaman


__ADS_3

"Brak" Keysa menerjang ruangan Gio dengan begitu kejam, sehingga tiga orang yang berada di dalam begitu terkejut


"Kenapa lagi bini Lo?" Bisik Hafiz, di lihat dari sisi manapun saat ini Keysa berada dalam ambang kemarahan


"Gue ngak ngomporin dia ya, gue cuma ada di pihak Lo" Ucap Jino dengan nada pelan, sedangkan Keysa bahkan berada di depan pintu dengan nafas yang tak teratur, ia sangat marah, jika bukan gio lalu siapa?, Siapa yang memiliki Poto memalukan ini


"Kita ngak mau ikut campur, kita pamit dulu" Ucap keduanya dan setelahnya segera meninggalkan ruangan Gio, setelah kepergian keduanya Keysa menghela nafas pelan, Gio berdiri dan melangkah mendekati Keysa yang masih berada di ambang pintu


Gio menutup pintu dengan pelan, setelahnya ia menatap Keysa dengan tatapan pelan


"Sayang kenapa?" Ucap gio dengan nada lembut, Keysa menghela nafas pelan sembari melangkah ke sofa, gio yang di tinggalkan di depan pintu hanya bisa mengikuti langkah istrinya


"Gue tau pak Lo ngak pernah suka kalo pernikahan kita di umpetin, tapi ngak gini juga caranya, Lo liat apa yang Lo lakuin?, Gue di kira ayam kampus, sekarang Lo senang kan?, Sekarang Lo puas permaluin gue?" Keysa bahkan tak menahan dirinya lagi ia sudah benar benar kesal dengan hal ini, jika Gio tak suka maka ia bisa mengatakannya secara langsung


"Kamu ngomongin apa?, Saya ngak ngerti"


"Ini, maksud lo apa dengan ini hah?, Biar apa cobak nempelin ini di mading" Ia melemparkan sebuah Poto yang sebelumnya ia ambil dari Mading


"Ini?, Saya ngak pernah saya ngak pernah melakukan itu" Gio berucap dengan tenang, ia tak pernah melakukan itu, dan untuk apa ia terusik


"Selain Lo siapa lagi pak?, Selain Lo siapa yang punya Poto beginian?, Lo yang meluk gue, Lo yang cium gue tetap aja gue yang di rugikan" Ucapnya dengan menggebu, ia juga tak percaya jika ini di lakukan oleh Gio hanya saja ia butuh pelampiasan segala kemarahan yang ia bendung, sejujurnya ia pun tak yakin jika gio melakukan trik bodoh ini hanya untuk mempublish pernikahan mereka


"Sayang kamu tenang dulu, kita ngomong baik baik, jangan sampai terbawa emosi, duduk dan ceritakan apa yang terjadi" Ia berucap dengan pelan Keysa menurut duduk di kursi tunggal gio tersenyum kecil sembari mendudukkan diri di sofa yang sama dengan Keysa, Keysa menatapnya dengan tatapan tajam


"Ngapain Lo di sini sempit tau" ia berucap saat merasa tak nyaman berada di sofa yang sama dengan gio

__ADS_1


"Jadi bagai mana?, Apa yang terjadi" Ucap Gio dengan tatapan dalam, mendengar Nana lembut nan merdu itu membuat Keysa menghela nafas pelan


"Gue ngak tau gimana awalnya, yang pasti Poto Poto ini udah ditempel di mading, dan semuanya gira gue bukan cewek baik baik" Ucap Keysa dengan nada pelan


"Yaudah ngak usah di pikirin lagi ya, yang terpenting adalah kamu bukan seperti yang mereka katakan, jadi tak perlu di masukin ke hati"


"Lo sih enak asal ngomong aja pak, nah gue yang ngerasain ini ngak nyaman banget, Lo tau?, Sejak tadi gue di tatapan dengan tatapan aneh banget, ada yang natap gue jijik ada juga yang sinis, loh si enak tinggal bilang ngak usah di pikirin, ngak usah di masukin ke hati, gue ngerasain ini tertekan pak, Lo ngak tau kan?, Lo ngak tau kan gimana rasanya" Ia berucap dengan menggebu, tak perlu di pikirkan katanya?, Keysa bahkan selalu berada di sekitar mereka, mana mungkin ia merasa nyaman saat semua orang menatapnya dengan tatapan cemooh


"Kita adalah pasangan suami istri, hal yang sangat wajar jika kita pelukan, ciuman bahkan ke hubungan yang lebih jauh, toh kita sudah di ikatkan dengan janji suci, semua itu di itung ibadah, jadi kamu ngak usah banyak berfikir" bisik gio dengan pelan, tangan besar itu mulai merengkuh tubuh Keysa untuk bersandar pada bahunya


"Poto begini di publikasi di tengah keramaian gini bikin gue malu banget tau ngak pak, gue kesal saat orang orang menghina gue" Cicitnya pelan


"Kamu tenang ya, saya akan selalu bersama kamu" Ucap Gio mengelus rambutnya dan mengecup keningnya dengan begitu lembut


"Beneran ya pak, gue ngerasa ngak enak banget kalo gini, ngerasa jadi orang paling kotor aja gu"


"Iya" Gio berucap dengan begitu lembut dan ini berhasil membuat Keysa menjadi tenang


Deringan telepon membuat Keysa melepas pelukan Gio


"Hallo" Telpon sudah di sambungkan


"..."


"Gue baik baik aja kok bang" Ia berucap dengan serius, sedangkan Gio, bahkan ia hanya mendengar Tampa berniat mengatakan apapun

__ADS_1


".."


"Iya bang, gue baik baik aja"


"..."


"Ah ok, key tunggu, jangan lupa oleh oleh yang bang, ia, cuma masalah kecil doang kok, key bisa atasi sendiri, sekarang Abang fokus aja sama urusan Abang"


".."


"Ok, key tutup dulu ya bang, semangat" Keysa segera memutuskan sambungan telpon


"Kenapa Lo lepas pelukan Lo?, Ngak mau meluk gue lagi Lo pak?, Malu lo pak setelah gue jadi ayam kampus gini" Ia berucap saat Gio tiba tiba melepaskan pelukanya


Gio tersenyum kecil dan menarik istrinya kembali dalam pelukan hangatnya, istrinya benar benar menggemaskan


"Siapa?" Bisiknya dengan nada pelan, hal ini bertajuk pada penelpon sebelumnya


"Ah, ini si bang Vino, dia sedang di Singapura perwakilan kampus, kabar ini udah dia denger dan dia cemas banget, dasar, dari dulu sampe sekarang si bang Vino takut banget kalo gue kena masalah, takut banget kalo gue kenapa kenapa, padahal kan gue ngak selemah itu, tapi gue tetap senang kok, dia emang Abang yang terbaik deh" Keysa berucap dengan nada penuh semangat, bagai mana tidak, gosip miring ini baru saja muncul di permukaan kampus dan Alvino sudah mengetahuinya, informan Alvino benar benar tak di ragukan lagi


"Jika suatu saat kamu di tempatkan dalam dua pilihan, kamu milih dia atau saya?" Gio berucap dengan pelan, hal ini membuat Keysa mendongak menatap lekat mata Gio


"Pertanyaan Lo aneh aneh aja pak, udah deh, gue males ribut gue keluar aja" Melepaskan pelukan Gio dan jalan menuju pintu, setelahnya tentu saja meninggalkan Gio sendirian dan berada didalam keheningan, suasana hatinya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya benar yang di katakan mamanya dulu, obat yang paling mujarab saat berada dalam kegelisahan dan amarah adalah pelukan dari seorang suami dan ini benar benar bekerja untuk Seornag Keysa Asmiranda Wijaya


Setelah pintu tertutup dengan rapat Gio hanya bisa melanjutkan pekerjaannya, seperti biasa istrinya akan melakukan apapun yang ia inginkan datang dan pergi sesuka hatinya saja

__ADS_1


__ADS_2