Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Membingungkan


__ADS_3

"Pagi pak" Sapa seorang gadis yang aku tau dia adalah teman sekelas gadis kecil kesayangan ku, dan entah karena angin apa aku bahkan memilih untuk membalas sapaan itu


"Pagi" Jawab ku dengan nada ringan dan hal yang bahkan tak pernah ku kira adalah  teriakan histeris yang terjadi di belakang ku, ya gadis itu terlihat sangat senang dan bahkan berteriak untuk mengekspresikannya, aku sangat sadar jika aku memiliki wajah yang cukup tampan, hanya saja bertindak seperti itu hanya akan membuat ku merasa geli, lagi pula tak perduli seberapa tampan dan kerennya aku toh aku sudah menjadi milik orang lain, toh aku sudah menikah ya walaupun istri ku sendiri bahkan tak sadar jika suaminya adalah seorang pria yang menjadi pujaan dan idaman banyak orang, ah sudah lah, mungkin aku memang tak menarik di mata gadis yang merupakan istri ku sendiri


'Andai saja, ah sudah lah Gio, lu sudah gila olehnya" Ucap Ku menggeleng cepat sembari membuang segala pemikiran bodoh itu, bagai manapun aku harus memperhatikan batasan ku aku tentu saja harus kembali pada sebuah kenyataan, bahwa aku hanyalah seorang yang telah terlupakan, aku hanyalah bagian masa lalu yang bahkan tak meninggalkan sedikitpun bekas di hati Keysa, aku tak ingin terlalu banyak berharap atas dirinya, bagai manapun Keysa sudah bukan Keysa yang dulu lagi, ia bukan gadis manis yang baik hati seperti di masa lalu, dan jujur saja aku takut aku tak bisa menerima kenyataan jika dia sudah benar benar melupakan ku aku takut menerima kenyataan jika ia sudah memilih untuk meninggalkan ku dan melupakan semuanya yang terjadi di masalalu, aku bukanya tak mau berusaha ataupun berjuang, aku hanya takut dengan sebuah resiko, aku sangat takut jika pad akhirnya Keysa memilih untuk meninggalkan ku, namun?, agh, sangat membingungkan aku bahkan tak mengerti apa yang sedang terjadi diriku ini, sejak kecil bahkan aku selalu percaya diri, aku selalu berfikir positif dan menganggap diriku mampu mendapatkan apapun yang aku mau, sejak kecil bahkan aku tak pernah merasakan keraguan seperti ini, namun saat ini?, semua bahkan berubah dengan begitu cepat dan entah kenapa aku menjadi sangat tak percaya diri, ini benar benar membuat ku menjadi kebingungan aku bahkan seolah telah kehilangan jati diriku sendiri, aku bahkan sudah kehilangan sosok seoang Gio Angara yang selam ini selalu angkuh dan acuh dengan sekitar, apakah ini karma untuk ku?,


kami telah menjalani kehidupan bersama selama hampir 5 bulan ini, hidup berdua di dalam rumah yang sama,


"Lo kenapa Gi?, gue perhatiin dari tadi, kayak punya beban idup berat banget" Ucap Hafiz dengan nada pelan, saat ini aku bahkan sudah berada di depan pintu ruangan, hari masih cukup pagi, dan aku memiliki jam mengajar beberapa menit lagi, karena malas menunggu aku memilih untuk ke ruangan ku terlebih dahulu

__ADS_1


"Ngak papa" Jawab ku dengan nada pelan, membuka gang pintu dan setelahnya mempersilahkan si hafiz untuk masuk, hafiz tentu saja masuk dan dengan Tampa rasa sungkan ia segera mendudukkan dirinya di sofa, sedangkan aku duduk di balik meja untuk memeriksa beberapa pekerjaan yang belum ku selesaikan


"Sebenarnya Lo ini kenapa sih Gi?" Tanyanya dengan nada putus asa, ia bahkan menatap ku dengan begitu lekat, aku tau itu namun aku memilih untuk abai dan melanjutkan pekerjaan ku


"Gue perhatiin makin hari Lo makin aneh aja tau ngak sih, bikin gue takut, bikin ngeri"


"Lebay"


"Urus urusan Lo sendiri" Ucap ku dengan nada yang bahkan masih sama, dan bahkan hanya fokus dengan pekerjaan ku, Keysa bahkan tak pernah memasak, dan tengu saja ia tak pernah memberiku makan, baik itu pagi siang ataupun malam

__ADS_1


"Sialan lo, liat aja sampe kapan Lo tahan sama wajah dingin dan sok kuat Lo itu, lu fikir bini Lo gadis yang mudah di hadapi apa, Lo pikir bini Lo itu gadis biasa apa?, bahkan para Dosan aja udah kewalahan ngadepin dia, kalo bukan karena dia anak dari donatur terbesar di kampus ini mana mungkin udah di DO sedari lama, Lo tau sendiri kan gimana sikap bini Lo, keras kepala dan ngak pernah mau menerima pemikiran orang lain" Ucap Hafiz dengan nada pela , seluruh dosen fakultas hukum juga tau jika Keysa adalah mahluk yang sangat suka membuat keributan, dan sangat suka berdebat dengan dosen, dan ku sangat tak beruntung karena menikahi gadis spesies itu


"Makanya punya bini, biar tau nikmatnya nikah" Ucap ku dengan nada pelan


"Si yang paling udah nikah" Ucap Hafiz dengan nada mengejek, sedangkan aku bahkan hanya memutarkan mataku malas


"Ya dong, lagian, Lo kepoo banget sama urusan orang lain, kerja noh yang giat" Ucap ku dengan nada malas


"Lo mah enak, bini udah di siapin, semua udah si siapin, nah gue harus cari sendiri woy mana nyari bini yang pas susah lagi" Ucap Hafiz dengan nada pelan sembari menyesap minumannya

__ADS_1


"Lo kira Lo beli pakaian pake acara yang pas segala" Ucap ku dengan nada malas


"Ya harus pas dong, bagai manapun gue mau nyari partner hidup, cuma mau nikah satu kali seumur hidup gue, ngak ada yang namanya cerai ceraian" Ucapnya dengan nada pelan, yah memang beginilah sosok Hafiz sosok yang bahkan sangat berhati hati dalam memilih pasangan, di masa lalu ayahnya dan sang ibu gagal dalam berumah tangga dan akhirnya ia yang terkena imbasnya, dari itu ia bertekad, ia haya akan menikah satu kali, dari itulah ia harus memastikan jika calon istrinya ini benar benar wanita yang ia cintai dan wanita yang mau menemaninya dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa dalam keadaan susah maupun senag, ia tak menginginkan hal lebih, ia hanya ingin sebuah kebahagiaan hanya itu


__ADS_2