Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Ketakutan Cimi


__ADS_3

Kesya mendengus kesal dan memacu motor sportnya dengan kecepatan tinggi, kesal?, tentu saja ia masih kesal dengan kejadian tadi bagai mana bisa ia yang di salahkan, jelas jelas dosen IP itu yang memulai keributan, dan apa lagi itu ia di paksa untuk meminta maaf atas kesalahan yang sama sekali tak ia perbuat. Oh tidak itu bukan Keysa, dan?, bahkan saat ia di pojokan pria yang berstatus sebagai suaminya bahkan tak memiliki sedikitpun niat untuk membelanya, apakah dia se tidak penting itu di mata Gio?, hatinya bahkan merasa begitu sakit saat ini,


Pikirannya (keysa) benar benar sedang kacau tampa di sadari ia telah mengambil arus jalan yang salah bahkan ia tak sadar sebuah truk dengan kecepatan tinggi melintas dan


"Brakk" Motor Keysa terseret cukup jauh, keysa terlempar di jalan dengan beberapa luka di tubuhnya, dan saat ini ia sudah kehilangan kesadarannya, orang orang yang melihat mulai berkerumunan mengangkat tubuh Keysa ke tepi jalan agar tidak di lintas truk yang melintas,


"Bagus" Ucap seorang gadis yang berada tak jauh dari tempat kejadian, gadis itu tersenyum puas saat rencananya berjalan dengan sempurna


"Sekalian mati aja, perusak" Ucapnya lagi dan berlalu mengingatkan tempat kejadian.


Dari kejauhan Cimi melihat orang yang sedang berkerumun awalnya Cimi tak perduli mungkin baru saja terjadi kecelakaan  pikirannya, tampa sengaja Cimi melihat motor yang cukup familiar dan dengan penasaran cimi mendekati orang orang itu, Cimi tentu saja di buat terkejut saat melihat dengan jelas sosok gadis yang kini terbaring lemah di sana, ada beberpa luka yang bisa dibilang cukup serius di tubuhnya, darah mengalir dari hidungnya


"Key" Ucap Cimi dan segera memangku Keysa yang tak sadarkan diri itu.


"Panggilkan ambulance" Teriak Cimi dengan begitu panik, tak berselang lama ambulance datang dan Keysa segera diangkat dan di bawa kerumah sakit.


"Key, Lu yang kuat ya, lu jangan mati gue ngak mau kehilangan sahabat sebaik lu, lu pasti kuat, kita lewatin semuanya sama sama" Ucap Cimi lirih menggenggam tangan Keysa erat, para perawat muda itu segera memberikan pertolongan pertama pada keysa, tak butuh lama kini ambulance sudah berhenti dan para suster itu dengan siaga mengangkat keysa menuju ruang UGD. 


Cimi terdiam kaku di tempat duduknya, ini terjadi begitu cepat dan ini salahnya, andai saja ia tak membiarkan Keysa pulang dengan perasaan yang kacau, semua ini tak akan pernah terjadi, air hangat itu tampa terasa sudah mengalir di pipinya, ia sangat takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya, dan pastinya cimi tak akan memaafkan dirinya sendiri,


"Kring kring" Ponsel Cimi berdering dengan lemas Cimi mengesankan tanda hijau itu,


"Hallo" Ucapnya dengan suara serak,


"Kamu kenapa?, kamu nangis?" Ucap Hafiz dari seberang telepon ia terlihat panik saat mendengar nada tak bersahabat milik adik sepupunya ini


"Ngak papa" Jawab Cimi menarik nafas berat berusaha keras menahan isak nya


"Kamu nangis?" Ucapnya lagi, rasanya Cimi sudah tak sanggup lagi menahan diri dan kini cimi mulai mengisi tersedu sedu


"Kamu di mana, abang akan jemput kamu kamu ngak papa kan?" Ucap Hafiz cemas, apa yang terjadi Cimi bukan gadis cengeng apa lagi lemah, lalu apa yang membuatnya menagis?, atau terjadi sesuatu? 

__ADS_1


"Jakarta medika" Ucapnya dengan nada pelan, dan setelahnya telpon terputus secara sepihak Cimi kembali menghela nafasnya. Doker perlahan keluar dari kamar itu, cimi reflexs menghampiri sang dokter


"Bagai mana keadaannya dok?" Ucap Cimi cepat


"Anda saudara nya? " Ucap sang dokter


"Saya temannya dok" Ucap cimi


"Hmm apakah kerabat pasien telah di hubungi?, ini penting, pasien kehilangan banyak darah dan stok darah di rumah sakit ini tidak cukup untuk nya" Ucap sang dokter


"Ambil darah saya saja dok, pokoknya lakukan semua yang terbaik untuk sahabat saya dok, saya mohon" Ucap Cimi memelas,


"Hmm apakah benar benar tak ada kerabat yang dapat memutuskan hal ini?"


"tidak dok, sahabat saya sendirian di kota ini" Ucap Cimi dengan nada nan begitu rendah, sang dokter hanya mengguk pelan, ia jelas tahu bawa gadis yang sedang mengalami kecelakaan adalah seorang mahasiswa


"Hm baiklah Mari keruang periksa" Ucap sang dokter dengan pelan, tak ada kerabat ataupun yang lain, oleh karena itu hanya hanya bisa membicarakannya pada Cimi, si dokter melangkah lebih dulu menuju pintu dan Cimi mengikuti langkah dokter dari belakang.


"Hallo" Ucap Cimi cepat saat tlpon baru saja di sambungkan


"Cimoy, lu  cariin darah 4 kantong dan golongan darah AB secepatnya, gawat banget" Ucap Cimi cepat tampa mendengar jawaban cimoy


"Lu sakit jiwa Cim?, dari mana gue dapetin darah sebanyak itu" Ucap Cimoy


"Ini gawat banget Cimoy bodoh, mendesak banget, lo harus dapatin tu darah, kalo enggak kita semua bakal kehilangan Keysa" Ucapan cimi panik


"Keysa knapa cim? " Ucap cimoy yang ikut panik, hey ini sungguh bukan lelucon yang lucu, bagai mana bisa nyawa yang sedang mereka pertaruhkan


"Keysa baru habis kecelakaan dan keadaanya sedang kritis, butuh darah secepatnya, cepetan kiting, gue mohon cari darah buat keysa, hiks hiks, cariin Cimoy, gue mohon" Ucap Cimi terisak sembari memeluk lututnya, tubuhnya sudah bergetar hebat, ia sangat ketakutan, ini salahnya


"Lo jangan panik, gue bakal cariin, gue akan dapetin darah itu secepat mu gki" Ucap Cimoy cepat dan ikut panik, bagai mana ini bisa terjadi Keysa adalah pebalap handal dan tak mungkin bisa kecelakaan seperti ini batin Cimoy, Cimi memutuskan sambungan telponnya

__ADS_1


"Bang Hafiz" Ucap Cimi memeluk erat tubuh Hafiz, air mata itu kembali mengalir, cimi terisak di pelukan kakaknya


"Syukurlah kamu ngak papa kan?" Ucap Hafiz memeriksa adiknya


"Hiks Keysa bang, Keysa" Ucap Cimi yang masih terisak dalam pelukan Hafiz


"Keysa kenapa?" Ucap Hafiz pelan membawa adiknya ke kursi tunggu dan berusaha menenangkan sang adik


"key kecelakaan bang dia kritis, key banyak kehilangan darah dan stok darah di rumah sakit tidak cukup untuknya, hiks tolong bantu keysa bang, Cimi mohon" Ucap Cimi, Hafiz memeluk tubuh Cimi dengan erat, dan mengelus pucuk kepala Cimi pelan, mengatakan beberapa kali aman penenag, setelah cukup tenaga Hafiz memberikan sebotol air mineral, cimi meneguknya dalam diam


"Berpa kantong yang di perlukan, dan apa golongan nya, siapa tau kakak bisa membantu" Ucap Hafiz mengusap rambut adik manjanya, ia tak menyangka jika cimi bisa dewasa oleh kenyataan


"4 kantong bang, dan golongan AB" Ucapnya lagi


"Hmm yaudah, Cimi jangan nangis lagi ya, ayo kita temui dokter, kebetulan golongan darah abang AB, mudah mudahan Abang bisa bantu" ucap Hafiz pelan, bantuan dari Cimoy baru saja tiba tapi masih kurang 1 kantong lagi, beruntung Hafiz datang tepat waktu


"Beneran?" Ucap Cimi ada binaran harap di sana, Hafiz hanya mengguk, setelah berbincang dengan dokter Hafiz di bawa ke ruang untuk segera  lakukan pendonoran.


"Lu tenang ya Cim," Ucap Cimoy duduk di samping Cimi


Cimi mengguk pelan


"Makasih ya atas bantuannya" Ucap Cimi menepis air matanya pelan


"Kesya itu teman kita semua, wajar kan saling bantu" Ucap Cimoy pelan, ia sangat ingin berada di sini untuk menunggu Keysa siuman, namun?, bahkan mereka tak bisa membiarkan markas mereka di porak porandakan, dari itu mereka harus menghadapi geng serigala itu


"Lu tenang ya, gue pamit pulang dulu, anak anak geng sebelah ngacau lagi, kita pamit ya, kabarin gimana perkembangan keadaan Key" Ucap Cimoy dan beberapa teman lainya


"Ya udah lu, lu pada hati hati ya," Ucap Cimi


"Iya, kabarin kita kalo keadaan keysa membaik" Ucap Cleo pelan yang hanya di balas dengan anggukan oleh Cimi

__ADS_1


Cimi mengguk pelan, Cimoy beserta teman temanya segera meninggalkan rumah sakit


__ADS_2