Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Masih Sakit


__ADS_3

Hari kini beranjak sore perlahan mata keysa terbuka,


'Kamar?, bukanya tadi? Aduh kepala gue'  ucap keysa memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing


saatnya  keysa sibuk dengan pikiran nya gang pintu perlahan terbuka, menampilkan  seorang pria menggunakan kaos putih  khas pakaian rumahan


Keysa menyipitkan matanya tak mengerti, mungkinkah ia bermimpi, kenapa senyuman aneh itu, yang ia tau wajah dosen nyebelin itu datar kayak papan triplek, dan sekarang?, hey dia tersenyum, 'ternyata ganteng juga' batin keysa, tak lama ia menggelng kuat, fikiran apa itu


Pria itu melangkah masuk dengan napan yang berisi semangkuk bubur dan segelas air putih dan jangan lupakan senyum manisnya itu, uh sungguh jika cimi atau tiara melihatnya keduanya pasti sudah kejang kejang


"Sudah bangun? " Ucap nya meletakan napan ni nakas dan duduk di samping keysa, keysa perlahan duduk, ia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing, entah apa yang terjadi seingat keysa ia berada di kampus dan pingsan di lantai 3 namun pas bangun ka sudah berada di kamar bukankah itu sedikit aneh?, ah sudah lah lupakan soal itu hanya membuat kepalamu tambah pusing keysa


"Jangan banyak bergerak, kamu masih sakit" Ucap Gio lagi


"Knpa gue di sini? " Ucap keysa dengan suara khas orang sakit


"Buka mulut" Ucap nya berinisiatif menyapi keysa, keysa ingin protes tapi sayangnya Gio lebih dulu menyela


"Jika tidak, mari ke rumah sakit" Ucap gio pelan, sebelumnya papa mertuanya sudah bilang jika keysa sangat anti dengan yang namanya rumah sakit, jadi gio memiliki senjata untuk memaksa keysa minum obat.


Keysa berdecak kesal, 'sialan si julit tau kelemahan gue lagi' ucap keysa .


keysa sangat anti dengan rumah sakit, baginya jarum suntik adalah benda yang sangat menakutkan melebihi belati atau pistol, ah terdengar sedikit berlebihan sih tapi itulah kenyataan


"Gue udah sembuh" Ucap keysa dengan tekat penuh berusaha meyakinkan gio jika ia tidak apa apa


"Makan" Ucap nya yang masih kekekeh untuk menyuapi keysa


Keysa menarik nafas pelan dan membuka mulut nya, ini kali pertamanya keysa makan dengan di suapi seseorang, semenjak 10 tahun yang lalu dan

__ADS_1


'Ah Ternyata benar, makan dari tangan orang lain lebih enak dari pada tangan sendiri' batin keysa tersenyum sudah lama sekali ia tak di suapi saat sakit,


"Gue kenyang pak" Ucap keysa, setelah memakan beberapa sendok bubur, walaupun rasa bubur itu enak namun entah mengapa keysa kehilangan nafsu makannya, ya namanya orang sakit


"Ni minum obat, jangan banyak bergerak, kalau kamu pingsan lagi saya bawa langsung ke rumah sakit" Ucap Gio mengulurkan obat dan segelas air putih pada keysa


'Ni anak kesambet apaya? ' ucap keysa menyipitkan mata melihat tingkah Gio hari ini dengan enggan keysa meraih air putih itu dan segera minum obat


"Bagus" Ucap gio tersenyum


'Oh Tuhan gila senyum ni anak manis bener, pabrik gula aja bisa bangkrut kalo gini' batin keysa


"Kamu istirahat, saya mau beres beres dulu, jangan turun dari tempat tidur" Ucap Gio membereskan bubur yang di bawanya untuk keysa


"Tapi gue mau mandi, " Ucap keysa pelan, tubunya terasa sedikit lengket karena tak mandi seharian


"Kamu masih sakit" Ucap Gio perlahan keluar dari kamar keysa mengantar mangkok kotor ke dapur, setelahnya ia kembali ke atas dan mengambil beberapa baju kotor dan mencucinya, setelah mencuci Gio beranjak menuruni tangga untuk membereskan rumah, beruntung waktu kuliah Gio sempat tinggal sendiri, sedikit banyak nya ia tau cara mengerjakan pekerjaan rumah ya walaupun ngak jago jago amat.


"Knpa kamu keluar, kan di suruh istirahat" Ucap Gio saat keysa berjalan mendekati meja makan


"Bosan di kamar, Gue lapar pak" Ucap keysa perlahan duduk di kursi, Gio hanya memandangi keysa dari ekor matanya nya dan masih sibuk menata makanan di meja


"Oh iya Pak makasih udah nolongin gue" Ucap keysa yang kini mulai memasukan makanan ke piring nya  dan menyantapnya, di suapan pertama keysa terdiam 'gila ni masakan enak juga kalo di banding sama masakan gue mah kalah jauh' batin keysa dan kembali mengunyah makanannya, ia terlalu gengsi untuk memuji masakan gio secara langsung


"Knpa kamu maksain ke kampus? " Ucap Gio mulai menyantap makanannya


" Males dapat tugas susulan"ucap keysa santai dan ia masih sibuk dengan makanan nya


Gio tersenyum kecil, gadis kecil nya ini terlalu jujur, sungguh spesies langka

__ADS_1


"Ya sudah, kamu saya kasih tugas khusus" Ucap Gio pelan dan kembali memakai wajah datar papan tripleks nya


'Salah ngomong deh gue' batin keysa


"Ya ngk bisa dong pak, kan ini bukan jam kampus" Ucap keysa menghentikan acara mengunyah nya beralih menatap gio yang masih sibuk dengan acara makanya


"Siapa bilang tidak bisa, saya bisa memberikan tugas kapan pun saya mau" Ucap Gio tampa menoleh, ia tak perlu menoleh jika hanya ingin melihat wajah kesal gadis yang menyandang status istrinya ini, toh dari suaranya yang mulai ngegas aja udah tau


Keysa menarik nafas pelan 'ni anak, emak nya ngidam apa ya, kok lahirin anak segini modelnya' batin keysa kesal


"Abis makan kamu balik ke kamar, istirahat" Ucap Gio saat acara makan berakhir, keysa membantu Gio membereskan meja walaupun berakhir dengan larangan dari Gio, ia beralasan kalo keysa masih sakit jika banyak bergerak ia tak ingin  kembali di repotkan dan berakhir mendapat omelan dari sang mama karena di anggap tidak becus,


"Gue capek pak di kamar mulu, gue main PS ya pak" Ucap keysa pelan dengan mata berbinar


Gio memalingkan tubuhnya tak sanggup melihat wajah mengemaskan yang di suguhkan keysa itu, bisa bisa ia langsung hilang kendali dan membuat keysa membencinya seumur hidup, oh tidak ia tak ingin itu terjadi cukup sudah 10 tahun terpisah jangan sampai ia berpisah kembali


"Emang kamu bisa? " Ucap Gio dengan nada meremehkan menyibukan diri dengan membereskan peralatan makan


"Ya bisa dong pak, sebatas PS aja kecil" Ucap keysa dengan bangganya


"Hm, yaudah" Ucap Gio pelan


"Kunci?, bapak fikir gue ngak tau kalo ruangan itu bapak kunci? " Ucap keysa


"Di laci sana" Ucap Gio.


Kesya mengangguk pelan tersenyum senang sembari berjalan mendekati laci mengambil kunci dan mendekati ruangan minimalis yang terletak tak jauh dari ruang makan itu


keysa perlahan membuka pintu, ruangan yang ber domisili putih itu terlihat begitu rapi dengan deretan beberapa game, dan alat olahraga suaminya, keysa perlahan masuk dan memulai aksinya.

__ADS_1


,


__ADS_2