Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Rahasia Cimi


__ADS_3

"Lo kenapa Key?, kok pucat gitu" Ucap Kiki pelan, sedari tadi Keysa sibuk dengan ponselnya, bahkan mengabaikan mereka yang asik bercerita,


"Key" Ucap Cimi yang membuat Keysa tersentak dan mengalihkan pandangannya dari si ponsel yang berhasil membuatnya merasa cemas seperti ini


"Gue?, gue ngak papa" Ucapnya dengan nada pelan, ia menghela nafas gusar sembari meletakan Hpnya di meja, seseorang mengiriminya ancaman lagi dan lagi, awalnya ia tak pernah ingin memikirkannya, namun lama kelamaan pesan itu menjadi sedikit meresahkan, ia tak menyangka jika ada yang mengetahui pernikahan yang mati matian mereka sembunyikan


"Kenapa?, ada masalah?" Ucap Cimi pelan, ia tentu saja dapat melihat perubahan itu, perubahan wajah Keysa yang awalnya sumringah menjadi sedikit tertekuk


"Kalo punya masalah cerita aja kita selalu siap jadi pendengar terbaik lo" Sambung Kiki pelan


"Gue ngak papa," Ucap Keysa menunjukan senyuman lebarnya, bertingkah seolah semua benar benar baik, aman terkendali, ia tak ingin menyeret orang lain ke dalam masalahnya, kejadian kecelakan beberapa waktu lalu tentu saja sudah berkaitan dengan hal ini, ia tak ingin menyeret orang lain, ia akan mengatasinya sendiri


"Beneran?, atau masih ada yang sakit atau perlu periksa?" Ucap Cimi pelan, keadaan keysa bisa saja belum pulih, keysa sudah menghabiskan begitu banyak tenaga semalam,


"Gue baik baik aja Cim, Ki," Ucap Keysa menghela nafas pelan,


"Hay" Sapa seorang gadis melangkah pelan mendekat ke arah mereka


"Lo dari mana aja Ra?, dari tadi kagak keliatan" Ucap Cimi pelan,


"Gue?, biasalah wanita karir emang sibuk" Ucap Tiara tersenyum lebar dan perlahan mendudukan diri di antara ketiganya, ke empat sekawan itu mengobrol dengan ringan dan bahagia, namun tak ada yang menyadari jika salah satu di antaranya sedang menunjukan senyuman licik, rencana awalanya hampir berhasil, ia jelas bahagia saat mendengar kabar jika Keysa nyerang rajawali, setidaknya ia berhasil melukai Keysa hal yang selalu ia inginkan selama ini

__ADS_1


"Jangan harap lo bisa bahagia setelah ini" batinnya menyeringai dalam diam


"Key" Seorang gadis melangkah mendekat, ketiganya beralih menatap gadis kecil yang melangkah dengan pelan mendekatinya


"Hm" Jawab Keysa dengan bergumam ringan,


"Di cariin tuh sama anak kampus sebelah" Ucapnya pelan, Keysa hanya menjerngit pelan, ia belum sempat membuat rusuh pagi ini, tapi?, kenapa ia di samperin di kampus seperti ini?


"Siapa?" Jawab Keysa pelan, ia terlalu malas ribut, ia terlalu lelah untuk berdebat untuk kali ini ia sedang malas menghadapi masalah sekecil apapun


"Tuh" Ucap si gadis sembari menunjukan rojali yang melangkah pelan mendekatinya, jangan lewatkan senyuman manis itu, sebenarnya fitur wajah Rojali cukup tampan, dengan tinggi 178 cm, kulit putih mulus dan mancung, jika di hitung satu persatu maka Rojali pantas di sebut tampan namun?, sayangnya Keysa tak berminat, setampan apapun Rojali tak akan memiliki pengaruh pada keysa dan hatinya


"Siang Key, gimana hari lo?, menyenangkan?, ada yang bikin lo kesal?, bilang aja gue bakalan abisin dia" Ucap Rojali dengan senyuman lebar


"Gue ngerti kok, tapi lain kali kalo kesal langsung ke gue aja, kasihan anak buah gue jadi korban lo, kalo Lo marah atau lagi ngak mood Lo cari gue aja, dan Lo bisa pukul gue sepuas hati lo" Ucap Rojali mendudukkan diri di samping Keysa, saat ini ia tak ingin mendebat, ia hanya ingin berada di samping Keysa, ia tak ingin ribut ataupun baku hantam, ia hanya ingin menikmati waktu bersamanya, waktu berharga yang sangat jarang ia nikmati


"Gimana kabar si Vio?" Ucap Keysa pelan


"Masih kritis, tapi lo jangan nyalahin diri, Vio emang lagi apes ketemu lo, tapi gue bisa ngatasin kok, gue juga udah jelasin sama orang tuanya, lo ngak usah khawatir" Ucap Rojali pelan, ia sudah muak mendapatkan Keysa dengan paksa perjuangannya selama bertahun-tahun hanyalah berakhir sia sia, pada dasarnya Keysa tetaplah keysa, gadis keras kepala yang sangat sulit di taklukan, dan saat ini Rojali memilih untuk mengambil jalan aman yaitu mendekati Keysa tampa menunjukan niat apapun, hanya ingin berada di samping Keysa tak lebih dari itu


"Tumben tumbenan lo perhatian gini, lo sakit? kepala lo kejedot di mana?, atau si Cimoy mukulin kepala lo terlalu keras hingga otak lo jadi geser, yok kerumah sakit, gue khawatir lo amnesia" Ucap Keysa memegangi dahi Rojali memastikan jika Rojali tidak dalam pengaruh obat

__ADS_1


"Gue capek ribut mulu, gue lelah debat sama lo mulu, udah lama juga kan kita berantem Mulu, ngak habisnya" Ucap Rojali menghela nafas pelan, selama bertahun-tahun ia sudah mencari, dan saat bertemu Keysa sudah melupakannya, awalnya ia berfikir bisa menaklukan Keysa dengan mudah tapi nyatanya?, ia gagal dan terus gagal


"Nah gitu kek dari kemaren, kalo gini kan enak tuh, ngak usah musuh musuhan kagak baik,"  Ucap Keysa menepuk bahu Rojali sembari tersenyum lebar


"Lo nya aja yang sensitif Key, kita ngak pernah anggap lo musuh, lo nya aja yang berlebihan" Ucap Rojali terkekeh pelan


"Ni anak baru di puji dikit udah terbang ke langit kedelapan" Ucap Keysa dengan nada mengejek, sedangkan rojali membalas dengan kekehan ringan


"Yaudah gue cuma mau mastiin keadaan lo aja, gue balik dulu" Ucap Rojali menepuk bahu Keysa, Keysa hanya mengguk pelan sebagai jawaban


"Tu anak kesambet apa?" Ucap Cimi menatap kepergian Rojali dengan tanya, Rojali adalah mahluk yang di kenal licik, dan Cimi khawatir dengan perubahannya yang terlalu tiba tiba


"Udah lah Cim ngak baik berburuk sangka, lagian bagus dong kalo dia udah berubah, berarti lo ngak salah naksir orang"


"Maksud lo apa key?, siapa yang naksir tu raja uban, ogah, amit amit tujuh turunan" Ucap Cimi bergidik ngeri, sedangkan Tiara, Kiki dan keysa terkekeh pelan mendengarnya,


"Jangan gitu Cim, jadi laki lo tau rasa"


"Sialan lo"


"Udah ngak usah si tutup tutupin, lagian kita semua udah tau kok" Ucap Tiara dengan nada mengejek

__ADS_1


"Tau apaan" Ucap Cimi menatap ketiganya dengan tanya, ia sendiri tidak tau bagai mana ketiga gadis di hadapannya ini tau?, dan apa yang mereka ketahui?


"Tau lo suka sama si raja uban" Ucap ketiganya bersamaan, setelahnya di susul dengan pecahnya tawa, sedangkan si objek yang di tertawaan menggembungkan pipinya kesal, ia berfikir jika ia sudah menyimpan rahasia ini dengan baik, namun?, sepertinya ini sudah jadi rahasia umum yang hampir semua orang mengetahuinya, benar benar menyebalkan


__ADS_2