
Beberapa hari sudah berlalu semua berjalan seperti biasanya, keysa bangun pagi berangkat kuliah, nongkrong sama black rose, balapan sama Alex dengan hasil yang sama, Alex sudah terbiasa dengan kekalahan jadi menurutnya menang atau kalah bukanlah hal yang paling penting, yang penting ia dapat melihat wajah imutnya keysa saat sedang marah dan tak lupa wajah angkuh nya yang terkesan lucu untuk Alex.
Hari ini di hotel grand nusa nampak ramai acara pernikahan keysa dan Gio anggara baru saja di mulai, acara yang terbilang mewah itu hanya di hadiri oleh keluarga terdekat dari kedua belah pihak dan rekan bisnis Roby dan dina, semua orang terlihat sangat bahagia terutama Roby ia tak menyangka putri kecilnya sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik.
"Ma lihat putri kecil kita sudah tumbuh dewasa dan dia sangat cantik seperti dirimu" Batin roby Wijaya sembari tersenyum lembut pada seluruh undangan yang datang
Kebahagian Roby bertolak belakang dengan keysa yang nampak risih dengan gaunya yang kepanjangan belum lagi make up menor di tambah beberapa atribut menyebalkan lainya
"Senyum dong sayang" Ucap Roby, keysa perlahan mengembangkan senyum terpaksa milik nya, Gio pun sama walaupun ia suka menjahili keysa tapi ini sungguh di luar dugaan, menikah bukanlah suatu permainan, setelah ini ia bertanggung jawab penuh dengan keselamatan keysa dan kebutuhan Keysa.
Acara pernikahan berjalan dengan sangat mulus, saat ini keysa masih terdiam di balkon kamar nya, ia masih sibuk mengotak atik ponsel nya.
"Udah mandi gih sana" Ucap Gio yang entah kapan masuk ke kamar dan berdiri di belakang keysa
"Ngapain lu ke kamar gue?" Ucap keysa membalikan tubuhnya
"ini juga kamar saya" Ucap Gio dengan nada ringan dan setelahnya segera melangkah mendekati ranjang dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karena berdiri seharian
"Sejak kapan kamar gue jadi kamar bapak" Ucap keysa berjalan masuk ke kamar "Turun dari kasur gue, ini kamar gue mendingan lu keluar" Ucap keysa menarik gio
"Sejak sekarang" Ucap Gio beranjak duduk "dan satu lagi, saya bukan bapak kamu" Ucap Gio dengan nada yang bahkan masih begitu datar
Keysa hanya diam tak ingin berkomentar lebih keysa duduk di meja belajar nya dan membuka laptopnya.
Sedari tadi Gio memandangi Keysa tampa berkedip, mungkin ia terpesona dengan kecantikan natural yang di miliki Keysa
"Ngapain lu liatin gue gitu, awas lu kalo berani macam macam sama gue ingat perjanjian kita" Ucap keysa
"Mandi" Ucap Gio dengan nada yang bahkan masih begitu datar
"Kalo gue malas Lo mau apa?"
"Saya akan memaksa"
"Awas lu berani macam macam sama gue, gue pastiin lu ngak bisa kekampus besok" Ucap Keysa mengambil handuk dan beranjak menuju kamar mandi.
__ADS_1
Gio hanya menatap gadis bar bar itu dengan tatapan datar, Gio meraih dompetnya ia melihat poto seorang gadis kecil poto ini sudah ia simpan sejak sepuluh tahun yang lalu ,wajahnya berubah menjadi sendu saat mengingat gadis masa kecilnya ini,
"Maaf" Ucapnya dengan nada nan begitu lirih
Bayangan masa kecilnya yang indah namun singkat itu selalu menghampirinya, ia merindukan gadis kecilnya tapi sayang nya keduanya tidak pernah berjumpa setelah perpisahan itu.
"Kenapa lu?" Ucap keysa yang baru keluar dari kamar mandi, keysa perlahan duduk di depan meja rias nya dan mengeringkan rambut nya, Gio menyimpan poto itu, Gio bahkan tidak menjawab ia berjalan menuju kamar mandi
'Aneh tu anak kadang nyebelin, cerewet, dan sekarang malah balik jadi es balok' batin keysa,
Keysa masih sibuk dengan leptop nya hingga sebuah suara nyaring terdengar dari balik kamar mandi yang berhasil mengganggu konsentrasinya
"Keysa" Suara Gio dengan nada yang sedikit berteriak
"Apa, gue ngak budeg,ngak usah teriak teriak sialan lu" Ucap keysa kesal
"Ambilkan handuk, gue lupa" Ucap Gio
"Ngerepotin aja lu" Upat keysa mengambil handuk dan mengantarkannya ke kamar mandi
"Nih" Ucap keysa mengulurkan handuk ke celah pintu.
setelah selesai ia segera berjalan pelan meninggalkan kamar dan melangkah lelan menuruni tangga di meja makan sudah ada mama dan mertuanya dan istrinya.
"Malam sayang" Sapa Dina dan hanya di balas dengan senyuman tipis, Gio perlahan duduk di kursi kosong berdampingan dengan keysa
"Key, masukin dong makanan buat Gio" Ucap dina tersenyum ke arah Keysa, dengan malas keysa memasukan nasi beserta lauk pauk ke piring Gio, makan malam berlalu dengan ke keheningan, makan malam pun berakhir, Roby beserta anak dan menantunya berjalan pelan menuju ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu.
"Nah ini sebagai kado pernikahan buat kalian" Ucap Dina saat mobil berhenti di sebuah rumah mewah bernuansa putih yang terlihat begitu elegant itu
"Ayo" Ucap Roby beranjak masuk
"Mang barang barangnya di bawa masuk " Ucap Roby lagi yang hanya di balas anggukan oleh supirnya
Keysa berjalan masuk, benar saja rumah ini terlihat sangat elegant dengan taman bunga dan di hiasi dengan kolam berenang yang cukup luas
__ADS_1
"Kamu suka?" Ucap Dina mengelus rambut keysa, dengan senyum yang masih mengandung keterpaksaan kesya menggunakan kepalanya
"Key suka ma, Terimakasih" Ucap Keysa memeluk Dina erat, sejak kecil ia sudah kehilangan kasih sayang dari seorang mama, namun beberapa minggu bersama akhirnya ia bisa kembali merasa kasih ayang dari seorang ibu, banyak yang mengatakan bahwa mertua satu garis keturunan dengan ibu tiri yang biasanya jahat, namun kesya tak percaya itu, lihatlah bahkan mertuanya menyayanginya dengan sepenuh hati dan mengembalikan hangatnya pelukan seorang ibu pada keysa
"Hmm bagus kalo begitu, hm ya sudah mendingan kita masuk yuk" Ajak Dina, Keysa berjalan pelan kembali masuk, makan siang sudah tersedia di meja.
Makan siang kini sudah berlalu keysa dan Gio berjalan beriringan menuju pintu rumah untuk mengantarkan papa dan mama nya
"Sayang kamu serius ngak mau ngajak bik asmi ke sini" Ucap Roby, ia kurang yakin jika putri kecilnya ini bisa mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik, sejak kecil semuanya di lakukan oleh bik asmi yang merupakan pengasuh sekaligus pembantu di rumahnya
"Papa ngak usah khawatir key bisa kok" Ucap Keysa meyakinkan sembari tersenyum lembut, agar papanya tak khawatir
"Hmm ya sudah, kalian jaga diri baik baik ya" Ucap dina memeluk dan mencium pucuk kepala menantu kesayangan nya ini
"Iya ma, mama sama papa juga hati hati di jalan" Ucap keysa pelan
"Gio jaga istri kamu baik baik ya" Ucap dina memeluk putranya, gio hanya mengguk pelan
Robi dan dini perlahan masuk ke mobil
"Papa berangkat, da sayang"
"Da mama papa" Ucap keysa
"Bandara mang" Ucap Roby
"Baik Pak" Mobil mewah itu melaju di jalan raya. Setelah mobil tak terlihat barulah keysa dan Gio masuk kembali ke rumah
"Urusin tuh barang barang bapak dan angkat kaki dari kamar gue" Ucap keysa saat gio berada di ambang pintu
"Napa lu ngusir ngusir gue"ucap gio ikut duduk di samping keysa
"Ia,lagi Ini kamar gue, " Ucap keysa duduk manis di sofa menyilangkan kakinya
"Siapa bilang? "
__ADS_1
"Gue, sana pergi, gue capek mau istirahat" Ucap keysa dan meninggalkan gio begitu saja ia tak mau mengambil resiko jika sewaktu waktu Gio khilaf ya namanya juga manusia, lebih baik ia cari aman aja dengan pisah kamar, agar ia bisa tidur dengan tenang, ia hanya tersenyum kecil saat Gio menarik kopernya ke kamar sebelah, setelah koper di lanjutkan dengan beberapa buah buku yang di gunakan ya untuk mengajar,.
Keysa menutup pintu kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk, tubuhnya terasa sangat kelelahan karena kesibukan beberapa minggu ini, tidur di rumah pun terasa was was takut takut si suami julit itu berbuat yang aneh aneh