
Jam kampus sudah selesai, Keysa dan yang lain berjalan beriringan meninggalkan kelas, ada beberapa tugas yang harus di selesaikan, namun Keysa bahkan tak di sarankan untuk ikut, Kiki dan yang lainya merasa cemas jika Keysa malah tertekan dengan segala gosip yang menyebar di kampus
"Seriusan gue ngak papa kalo ngak ikut?" Ucapnya dengan nada pelan, sebenarnya ini adalah tugas kelompok hanya saja kepalanya terasa begitu pusing, dan ia berharap jika bisa segera kembali kerumah dan beristirahat
"Ngak Papa key, gue ada Cimoy sama yang lain juga yang nemanin, jadi Lo ngak usah maksain diri Lo ikut, gue kahwatir banget sama lo" Ucap Kiki dengan nada pelan, tugas memang hanya untuk mereka namun Cimoy dan yang lain menawarkan untuk serta menemani Kiki ke tempat pengabdian masyarakat tersebut, beberapa hal yang harus mereka teliti di sana
"Bener key, kita bakalan nemanin Kiki sama Cimi kok, lagian ada Rojali sama yang lain juga, mendingan langsung balik aja, istirahat" Ucap Cimoy dengan nada pelan, karena Rojali sudah masuk ke kelas Keysa dan di hari pertama masuk saja ia sudah di Bebani dengan tugas
"Hm, yaudah kalo gitu makasih banget ya, kalian semua udah mau ngertiin gue" Ucap Keysa dengan nada pelan, saat ini mereka sedang berjalan menuju parkiran, dari pada hening lebih baik mereka mengobrol sepanjang jalan
"Ok, tenang aja, tugas kali ini kita yang bakalan handle, Lo istirahat biar besok Lo bertenaga ke kampus, gue yakin kalo masalah ngak cuma nyampe di sini doang" Ucap Cimoy lagi, hari ini pihak kampus tidak memanggil Keysa ke akademik, entah di hari esok, namun apapun yang terjadi sebagai teman yang baik dan setia kawan mereka akan tetap membela Keysa dan selalu berada di samping Keysa
"Iya, makasih banget ya, Lo pada percaya sama gue" Ucap Keysa lagi, ia tak pernah menyangka perihal kabar itu, karena itu adalah sebuah kenyataan, hanya saja ia merasa kesal dengan orang yang menyebarkannya apakah ia sangat tidak ada kerjaan sehingga bahkan dengan mudah ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain
"Kita teman Lo key, kita yang udah lama sama Lo, mereka mungkin aja bisa di tipu dengan selembar Poto doang" Jawab Kiki pelan, lagi pula jikapun semua adalah kebenaran mereka akan tetap membela Keysa, apapun yang Keysa lakukan toh itu urusannya, dan mereka tak ingin menganggu privasi sahabatnya
"Bener banget tu, lagian apa salahnya sih, toh cuma sekedar ciuman doang, kenapa nyampe ke ayam kampus segala, hal begini dengan mudah nyebar kayak debu jalanan" Sambung Nevu dengan nada pelan, hanya perihal ciuman mengapa semua orang dengan mudah mengomentari karakter seoang keysa
__ADS_1
"Bener banget, mereka aja yang terlalu naif" Sambung Rojali dengan nada malas, semua orang berani berkomentar seolah mereka mahluk yang paling suci
"Bener banget tuh, cuma ciuman doang di permaslahin banget, lagian di Jakarta ini, anak muda mana sih yang seusia kita ngak pernah ciuman, mereka nyimpan aib mereka rapet banget, eh malah suka umbar aib orang lain" Cimi menyahut dengan nada kesal, ini adalah kota Jakarta, remaja mana yang tak pernah berciuman?, di dalam lingkungan pergaulan bebas seperti ini, jikapun ada bagaikan satu dari ribuan orang
"Makasih Lo selalu dukung gue, kalo ngak ada kalian mungkin gue juga kepikiran, tapi karena kalian percayanya sama gue jadi gue ngak mau ambil pusing sama hal ngak penting itu" Ucap Keysa dengan nada pelan, lagi pula ia terlalu malas untuk berfikir, lambat laun ia yakin jika pernikahan mereka terbongkar, saat ini ia hanya perlu menunggu Gio mengatakan hal yang sebenarnya
"Iya tu key, ngak suah dipikirin, cuma bikin pusing aja" Ucap Cimoy lagi
"Hm, yaudah mendingan lo gue duluan ya"
"Ok, hati hati Lo"
Kiki menghela nafas melihat kepergian Keysa
"Kenapa Lo Ki?, Kayak berat banget gitu, key yang di bully Lo yang kayak orang yang paling teraniaya"
"Gue ngak habis fikir aja, ada ya orang jahat yang sebegitu nya, sengaja banget nyari kesalahan key biar key di cerca pelan orang banyak"
__ADS_1
"Lo tau kan key bukan orang yang mudah mendengarkan orang lain, yang penting peran kita sebagai teman, kita harus nemanin key saat dia dalam keadaan jatuh seperti ini"
"Itu harus, dan kayaknya kita juga ngak bisa tinggal diam aja kan?, Kita harus nyari tau siapa yang berani main main sama kita"
"Ya, benar, kita harus nyari tau, orang jahat mana yang berani gangguin ketua geng kita"
"Sekarang kita selesaikan tugas kita dulu, habis itu baru kita ke kampus lagi buat nyari petunjuk"
"Ok"
"Cim, Lo bareng gue?" Kiki berucap dengan nada pelan
"Ngak, gue sama si Rojali aja" Sahut Cimi dengan nada pelan
"Acie, udah mulai PDKT an nih ceritanya?" Kiki terkekeh pelan Meliah Cimi yang sedari tadi berdiri di samping di raja uban
"Apaan sih Lo Ki, jangan percaya jal, ni anak suka ngelantur" Cimi bahkan memerah, benar benar memalukan, acara modusnya akan di ketahui dengan mudah oleh sang gebetan
__ADS_1
"Iya deh, yang lagi seneng ngak boleh di ganggu" Ucap Kiki dengan nada mengejek, setelahnya mereka mengendarai kendaraan masing masing untuk ke cafe milik Cimi, beberapa kegiatan yang bertajuk mengenai pengabdian masyarakat hal ini membuat mereka harus berdiskusi, untuk menetapkan hal apa yang bisa mereka lakukan untuk menyelesaikan tugas kali ini, hal yang ringan dan tak menganggu aktifitas mereka