Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Si Keras Kepala


__ADS_3

Mentari kembali menyinari langit jakarta, dan seperti biasa kota metropolitan itu selalu di padati oleh kendaraan dan manusia, kemacetan seolah sudah menjadi tradisi pada kota besar ini, seakan tak bisa di pisahkan semua sudah sempurna dan melekat, kota jakarta yang macet dan padat


"Kepala gue pusing banget" Ucap Keysa memijat kepalanya pelan, ia benar benar kelelahan semalam, untung tubuhnya baik baik saja seolah tak terjadi apapun


"Perlu gue panggil dokter?, atau kita kerumah sakit?, periksa keadaan lo" Ucap Cimi yang berbaring di samping keysa, keysa berbalik menatap gadis di sampinya dengan kaget,


"Lo?, sejak kapan lo di sini?" Ucap Keysa membenahi duduknya


"Gue emang udah di sini kali semalaman, semalam lo ngerepotin banget tau ngak?," Ucap Cimi menggembungkan pipinya kesal


"Ini di mana?" Ucap Keysa menatap ke sekeliling, ini jelas bukan hotel bukan juga kamar Cimi, apalagi kamarnya, lalu?, Dimanakah saat ini ia berada?


"Di rumah gue, di kamar tamu, semalam lo setengah pingsan ya gue ngak sanggup gendong lo ke atas, sedangkan bang Hafiz ngak bisa ngangkat berat dalam beberapa waktu" Ucap Cimi beranjak duduk sembari mengucek matanya dengan malas, ia meraih ponsel di atas nakas untuk melihat jam


"Maksud lo gue berat?" Ucap Keysa tak Terima, ingatlah seorang wanita sangat sensitif dengan hal itu dari itu jangan coba coba membahas jika tak ingin mendapatkan semburan


"Ya ngak gitu, maksud gue bang Hafiz ngak boleh bawa beban karena habis operasi beberapa bulan lalu" Ucap Cimi dengan cepat, ia terlalu malas bertengkar di pagi buta seperti ini,


"Kok gue kagak tau?" Ucap Keysa berguman pelan, sejak kapan?, selama ini semua terlihat normal normal saja,


"Dianya ngak ngumumin" Ucap Cimi malas, lagi pula untuk apa?, penyakit kok di umumin, Keysa menghela nafas pelan, sudah lah, mari melupakan tentang tubuhnya yang berat dan operasi hafiz, saat ini perutnya sudah mendemo maka mari isi perut dengan makanan


"Gue laper, makan yuk dari semalam gue ngak makan, mana semalam ngabisin tenaga ekstra lagi" Ucap Keysa tersenyum lebar,


"Yudah yok cepatan ke meja makan, habis ini kita ke kampus kan?" Cimi bergerak turun dari rranjang keduanya bergerak pelan menujuĀ  menuju meja makan untuk segera mengisi perutnya yang keroncongan


Cimi memilih untuk tak membahas masalah semalam, seperti biasa ia tak ingin membuat Keysa mengingatnya kembali, mengingat masalah yang menyesakan dan memusingkan itu, bagai mana pun Cimi tau jika Keysa bukan orang yang mudah membagi kesedihan, liatlah semalam Keysa terlihat begitu kacau dan menyedihkan, namun pagi ini?, ia bertingah seolah semalam tidak pernah terjadi apapun, ke kesalan hampir membunuh anak orang dan hal lainya, ia benar benar sudah lupa dengan kejadian itu, dan yah, begitulah Keysa si keras kepala, ia yang selalu menutupi kesedihan dengan senyuman dan wajah ceria namun palsu itu

__ADS_1


"Makan nih yang banyak, lo kehabisan tenaga, bik bawain semua makanan, jangan lupa susu coklat" Ucap Cimi pada bik Ica, ia tau Keysa masih kesal dan lebih baik melampiaskan pada makanan dari pada mukul anak orang lagi kan berabe, ia belum siap berurusan sama polisi


"Bener banget, gue udah kelaperan, kemaren ngak sempat makan kemarenya lagi juga gak sempat, untung aja gue kagak mati" Ucap Keysa terkekeh pelan sembari terus memasukan makan ke dalam mulutnya,


Acara makan sudah berakhir, keysa dan cimi berjalan menuju lantai atas untuk segera ke kamar cimi dan bersiap, ia masih harus tetap berkuliah agar dapat menyelesaikan sarjana dengan cepat, masalah pakaian?, jangan ambil pusing, toh keysa bisa memakai pakaian milik cimi, selama ini selalu begitu mereka sudah terbiasa, setelah berdandan cantik keduanya bergerak menuju garasi


"Motor gue di mana?"


"Di bawa sama Cimoy ke kafe, tenang aja ngak ilang kok"


"Kita mampir di cafe dulu ya"


"Ngak sekalian ke kampus?"


"Ngak, masih ada waktu juga kan" Ucap Keysa pelan, Cimi hanya menggukan kepalanya pelan,


Setelah berkendara beberapa saat akhirnya mereka sampai keysa langsung melangkah masuk mencari si pemilik cafe untuk menanyakan prihal motornya


"Eh lo key, Gimana keadaan lo?" Ucap Cimoy berjalan pelan mendekati keysa yang sedang mengobrol dengan pak asim


"Ya baik lah, masalah kagak berani nempel ke gue" Ucap Keysa dengan penuh percaya diri, cimoy hanya mengguk pelan sembari mengiakan yang di katakan keysa


"Gue mau ngambil motor gue" Ucapnya pelan


"Pak tolong keluarin motor Key di garasi" Ucap cimoy pelan, pak hasim mengguk dan segera mengeluarkan motor milik Keysa dari tempatnya


"Lo yakin mau tetap kuliah?, udah baik baik aja?" Ucap Cimoy pelan, ia jelas tau jika Keysa tidak baik baik saja, Cimoy bukan orang pikun yang melupakan kejadian semalam, saat keysa menerobos masuk markas kerajawali trus mukulin mereka dengan brutal, bahkan korban Keysa semalam masih terbaring di rumah sakit, dan untuk pertama kali blck rose minta maaf ke geng rajawali karena sudah membuat kacau

__ADS_1


Flashback on


Mobil Cimi sudah bergerak meninggalkan tempat kegaduhan, Cimoy menghela nafas pelan sembari menatap keributan di depan mata


"Wiuwiu" Suara itu berasal dari mobil polisi yang datang entah dari mana, beberapa di antara black rose dan rajawali bisa kabur namun beberapa tertangkap termasuk cimoy, Nevu, Rojali dan beberapa orang lainya


"Dan lo Rojali, kita atas nama black Rose minta maaf dengan semua yang terjadi hari ini, kita bakal tanggung jawab," Ucap Cimoy pelan saat ini ke tujuh pria tampai itu berjalan pelan meninggalkan tahanan, polisi memang sempat menahan mereka namun pertolongan dari keluarga datang dengan cepat, hingga mereka bisa lepas dengan mudah, toh ini bukan yang pertama bukan?, kejadian ini di luar kendalinya, dan Cimoy hanya bisa berusaha menyelesaikan masalah yang telah di buat oleh Kesya, karena koneksi keluarga mereka akhirnya Cimoy dan yang lain bisa bebas dan hanya di berikan peringatan dan di paksa berdamai


"Enak ya lo bilang gitu saat teman teman gue hampir mati kalian pukulin" Ucap Rojali tak Terima saat ini mereka sedang berada di parkiran, semua sudah selesai, keluarga mereka cukup berpengaruh di kota ini, wajar saja bukan mereka bisa lepas dengan mudah


"Masalah ini benar benar di luar keinginan kita, lo tau sendiri kan?, Key sedang marah dan ngak bisa ngontrol emosi, kita bakalan tanggung jawab dan membayar semua kerugian geng lo, tapi gue mau ini selesai, gue capek baku hantam mulu"


"Kenapa sama Keysa?" Ucap Rojali pelan, bagai manapun Keysa adalah sang primadona siapa yang tak menyukainya, semua berlomba lomba buat dapetin ketua cantik itu bahkan ia rela menjadi rival dari Alex ketua geng kalajengking, dan yah Keysa dan Rojali sempat memiliki kenangan indah bersama, Keysa mungkin sudah lupa namun Rojali tentu saja tidak, ia jelas masih ingat dengan gadis pemberani yang membantunya saat menjadi korban bullyan di masa SMP, karena Keysa Rojali berusaha menjadi laki laki kuat, bagai manapun Keysa tetap memiliki peran penting dalam perjuangan kesuksesan seorang Rojali sang ketua geng rajawali


"Kita ngak tau gimana pastinya, Keysa datang tiba tiba dan ngajak gue sama yang lain balapan, gue khawatir karena lo tau sendiri gimana gilanya Keysa kalo udah marah, kita takut dia kenapa knapa, gue udah usaha buat bujukin dia, eh malah dia ngajak mukulin geng lo" Ucap Cimoy panjang lebar


"Kita damai ya, lagian kejadian ini di luar keinginan kita, kayaknya Key sedang dalam masalah"


"Kali ini gue maafin karena masalah bermula dari Keysa, kalo lain kali ada yang berani gangguin geng gue ngak ada ampun lagi buat lo pada"


"Ok ok, yaudah, ambulans udah gue telpon, yang paling parah cuma si Vio kan?," Ucap Nevu pelan


"Key beneran gila kalo marah" Guman Cimoy setelahnya segera mengikuti ambulan untuk mengantar Vio ke rumah sakit, di antara rajawali lainya cuma Vio yang bernasib malang karena berurusan dengan Keysa dan seluruh kemarahanya


Sedangkan di sisi lain seorang gadis mengeram dengan kesal, rencananya gagal lagi, kenapa?, kenapa keberuntungan selalu berpihak pada Kesya, mengapa semuanya menyukai Kesya, ia benci, ia benci dengan semua hal tentang Kesya


"Gue ngak bakalan biarin lo hidup nyaman, lo harus mati Key, lo adalah penghalang terbesar gue untuk mendapatkan Dia" Ucap si gadis dan segera meninggalkan kantor polisi

__ADS_1


Flasback of


__ADS_2