
Suara jam membangunkan Keysa dari tidurnya, dengan kesadaran yang belum pulih seluruhnya ia meraba raba meja di samping ranjang, akhirnya ia mendapatkan apa yang ia cari, ia segera mematikan suara alarm yang sudah berhasil mengusik tidur cantiknya, ia perlahan duduk dan mengucek mengucekkan matanya, dan kini tatapannya bertemu pada jam yang sudah menujukan angka 08:39 sedangkan ia ada kuliah jam 09:00 dan itu tidak boleh telat karena dosen yang mengisi adalah salah satu deretan dosen killer, yang tidak mentoleransi keterlambatan walupun hanya beberapa detik saja. Keysa melemparkan jam nya begitu saja
Dan melompat dari kasur mengambil handuk dan bergegas menuju kamar mandi, tidak ada ampun kali ini, jika ia telat maka ia harus bertemu lagi dengan pak hafiz lagi di tahun depan dengan mata kuliah yang sama, dan perjanjian itu sudah di sepakati oleh keysa sendiri
Keysa bergegas mandi, benar saja tak butuh waktu lama keysa sudah menyelesaikan mandinya, saat ia akan berjalan ke lemari untuk mengambil pakaian, sebuah kertas kecil di meja belajar tertangkap oleh indra penglihatan nya.
"Pagi pagi udah dapat surat aja" Ucap
Keysa menyipitkan mata nya meraih kertas putih itu dan membuka nya
"Kunci motor mobil serta ponsel kamu saya tahan hari ini, kamu harus tetap di rumah, dan makan bubur yang sudah berada di meja serta jangan lupa minum obat," Keysa menyipitkan matanya saat membaca isi surat itu.
"Dia kira gue tahanan?" Ucap keysa berdecak kesal saat Gio berbuat semaunya dan itu sungguh berlebihan menurut keysa
Keysa membuang nafas kesal saat membaca pengunjung surat itu 'tugas kamu sudah saya kirim lewat email, jangan sampe telat, karena saya tak mentoleransi mahasiswa yang tidak di siplin' keysa mendengus kesal ternyata si kutub tak mau berbaik hati melepaskannya tadi tugas
Keysa meletakan kertas itu kembali ke meja, mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan, sesuai keinginan Gio keysa tak berangkat ke kampus hari ini, memang tubuh keysa masih terasa lemas, dan ia takut berujung di rumah sakit, tempat yang paling ia benci, keysa berjalan pelan mendekati laptop dan mulai mengerjakan tugas peninggalan sang dosen julit, setelah selesai keysa segera mengirimnya ke email si dosen ia perlahan turun untuk mengisi perutnya yang sudah lapar, di meja makan sudah tersaji semangkuk bubur putih dan jangan lupakan obat penurun panas yang berada tak jauh dari sana
"Udah dingin" Ucap keysa berjalan pelan menuju dapur untuk memanaskan bubur buatan suami kutubnya ini
"Enak juga" Ucap keysa sambil menyantap bubur nya dengan lahap, tak perlu malu memuji toh orang nya juga tidak ada, setelah minum obat keysa berjalan menuju ruang yang ia masuki semalam,
"Untung gue sempat ngambil ni kunci" Ucap keysa tersenyum jahil dan mengambil kunci di dalam laci, kunci yang di ambilnya tampa sepengetahuan Gio,
"Salah sendiri sih, siapa suruh ngambil HP gue kan gue ngak bisa ngabarin kiki, ya dari pada bosan di rumah sedini gede mendingan gue main game" Ucap keysa masuk keruangan dengan membawa beberapa cemilan dari dalam kulkas
Beberapa jam sudah berlalu hari kini beranjak siang, dengan sedikit berlari keysa menuju pintu utama saat mendengar sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya dan jangan lupa gedoran kencang itu seperti nagih utang aja, keysa perlahan membuka pintu, sebuah mobil sport berwarna putih sudah terparkir cantik di depan rumah, dan teman teman nya sudah siap dengan senyum lebarnya
Keysa berdecak pinggang sembari menatap teman temanya dengan tatapan garang
"Lu mau ngancurin rumah gue?" Ucap keysa
"Ah lu mah sewot cepetan ajak kita masuk" Ucap kiki, Keysa mempersilahkan teman temanya masuk,
__ADS_1
"Tumben lu pada ke sini?" Ucap keysa
"Pak hafiz tadi bilang lu sakit, beneran key?, lu sakit apa? " Ucap kiki
"Rempong amat lo Ki, " Ucap keysa
"Duduk, Lu pada mau minum apa?" Ucap keysa
"Terserah lu, asal seger" Ucap Kiki pelan, dan tentu saja hanya di jawab dengan keheningan dan setelahnya segera berlahan menuju dapur untuk mengambil minuman untuk tamu yang ngak di undang ini.
Keysa datang dengan napan berisi beberapa minuman kaleng dan beberapa cemilan untuk teman teman black rose nya.
"Lu ngak papa kan key, wajah lu pucat noh" Ucap kiki saat keysa sudah bergabung dengan teman temanya
"Gue ngak papa kok ki, paling kecapean"
"Sekarang lu ceritain apa yang terjadi sama lu?" Ucap cimoy membuka minuman nya
"Ya maaf, jadi gini kemaren gue di culik" Ucap keysa
"Beneran lu key,? Kenapa lu ngak ngasih tau kita?, udah ke tangkap kan penculiknya, atau kita gebukin dulu sebelum bawa ke kantor polisi, sialan tu penculik berani beraninya dia nyulik lu ah kesel gue kan" Ucap evan
"Gue belom kelar lagi?, lagian si penculik pun sudah di tangkap, menurut keterangan sih dia adalah salah satu saingan bisnis papa gue" Ucapan keysa pelan
"Huh syukur udah ketangkap, kita lega dengarnya, tapi lu tetap hati hati tau, jangan ceroboh dan jangan lengah musuh bisa dateng kapan aja" Ucap cimoy
"Hm makasih, kalian ngak ada jadwal ke kampus? , dan lu ki, bukan nya pak mail masuk? " Ucap keysa
"Kita sih ngak ada" Ucap cimoy
"Gue juga ngak" Ucap Kiki
"Pak mail ada urusan katanya" Ucap Kiki yang masih sibuk dengan cemilan nya
__ADS_1
"Oh iya ngomong ngomong sejak kapan lu tinggal di sini?, kenapa ngak di rumah lu yang lama, trus lu sendiri di sini bik asmi kok ngak keliatan" Ucap kiki menghujani pertanyaan pada keysa,
'Untung poto poto si kutub di kamar nya dan poto poto pernikahan di ruang kerja," batin Keysa menghela nafas lega
"Banyak tanya lu, lanjutin noh makan nya" Ucap keysa,
Waktu berjalan dengan cepat hari kini beranjak sore, tapi suara tawa masih terdengar di rumah mewah itu
"Ya udah kita pulang ya, lu cepat sembuh, si Cimi tu kangen lu katanya" Ucap Kiki
"Lu ngak tau kan kabar terbaru tentang pak ganteng?" Ucap kiki berjalan mendekati pintu utama
"Lu curhat mulu ki, pulang ngak ni?" Ucap cimoy yang sudah berada di mobil
"Iya iya kiting, gue pulang dulu ya nanti gue ceritain lewat telpon aja" Ucap Kiki masuk ke mobil.
Setelah gerbang tertutup keysa kembali masuk rumah, dan menutup pintu
"Bapak ngejutin aja" Ucap keysa kaget saat ia berbalik sudah melihat Gio dengan baju rumahan sedang duduk di sofa dengan santai
"Kapan lo pulang pak?" Ucap keysa pelan mendekati Gio yang duduk anteng
"Baru saja" Ucap gio
'Gimana caranya sni julit masuk rumah padahal kan? "Batin keysa
"Lewat belakang, sana istirahat" Ucap Gio yang hanya di balas anggukan oleh keysa.
'Sialan ni orang, tau lagi yang gue pikirin batin" keysa 'jangan jangan dia peramal'
"Saya bukan peramal, buang imajinasi konyol mu itu" Ucap Gio pelan meraih toples kue kering dan menyantapnya
Keysa menghentakkan kakinya dan dengan wajah merah padam menuju kamarnya
__ADS_1