
Keysa mengucek matanya saat ia merasakan kantuknya hilang, ia dengan malas bergerak untuk segera meraih jam Barker yang berada di nakas tak jauh darinya, Senja sudah menyapa ia beranjak duduk dan tentu saja melakukan sebuah ritual penting yakni pengumpulan nyawa, setelah kesadaran pulih seluruhnya ia segera mengambil handuk dan berjalan pelan menuju kamar mandi ia tak sempat mandi saat pulang kuliah karena ketiduran, Tak butuh waktu lama ia keluar dengan handuk sedada, ia menghela nafas pelan sembari mendekati lemari pakaian nya, dan tentu saja memilih baju yang cocok untuknya, pakaian yang akan membuatnya terlihat begitu cantik dan indah di pandang, karena Keysa bukan tipe gadis yang suka ribet maka ia bahkan dapat menemukan pakaian yang ia ingin gunakan dengan cepat, dan setelahnya tentu saja ia berjalan menuju meja riasnya untuk sekedar memolesi wajah cantinya dengan sedikit make Up dan memolesi bibir mungilnya dengan lip tint aloevera kesukaannya, Setelah merasa siap dan cantik ia berjalan keluar dari kamarnya
"Mau kemana?" Ucap Gio dengan nada ringan, hari ini untuk pertama kianya ia melihat Keysa yang menggunakan dress yang bahkan membuatnya terlihat begitu feminim untuk sesaat jujur saja ia terpesona, ia bahkan tak menyangka jika mahluk tomboy ini akan menjadi begitu indah jika di rias sedikit saja
"Bukan urusan lu, lu cuma perlu tunggu rumah, gue baliknya agak malam ngak usah nungguin gue" Ucap keysa dengan nada ringan dan setelahnya mengambil kunci mobilnya dan tentu saja berjalan menuju garasi, ia perlahan menghidupkan mesin mobilnya dan beranjak meninggalkan perkarangan rumah, Mobil berhenti di sebuah kafe tempat ia dan black rose lainnya biasa nongkrong
"Wow lu cantik banget Key, udah kayak bidadari turun dari langit aja pake dress gitu, bikin pangling tau ngak" Ucap Cimoy saat Keysa baru keluar dari mobil sport pemberian papanya itu, ia memang terlihat sangat cantik dengan dress selutut yang menampakan kaki jenjangnya rambut pirang se pinggang yang di biarkan terurai dan jangan lewatkan make up nya yang sederhana namun sungguh sempurna, jika seperti ini ia benar benar pantas jika di sebut sebagai wanita kelas atas, wanita cantik yang mengerti dengan apa yang ia inginkan
"Banyak bacot lu, cepetan naik" Ucap keysa dengan nada malas, Cimoy Menag sangat suka mengatakan begitu banyak omong kosong dan ia tentu saja tak percaya, Cimoy Kiki Bayu Dan Cleo pun segera masuk ke mobil, mobil kini kembali melaju di jalan raya, rumah Nevu itulah tujuan selanjutnya, saat pasukan penghabis makanan datang maka bersiaplah untuk makan tambahan
"Ngomong ngomong tugas lu yang dari pak ganteng udah selesai blom? " Ucap kiki yang duduk di samping keysa sedangkan Cimoy dan Cleo di bangku belakang
"Males gue bahas gituan, gue mau seneng senang ki, lu malah ngingetin gue tugas, ngak seru lu" Ucap keysa kesal sambil masih fokus dengan jalanan
"Ya maaf gitu key, kan gue cuma nanya" Ucap Kiki memajukan bibir nya kesal
"Ya udah, lu mau sampe kapan di mobil?" Ucap keysa mobil sudah berhenti di sebuah rumah mewah,
"Buruan" Cimoy cleo bayu kiki dan keysa pun turun dari mobil berjalan masuk menemui kedua pengantin baru yang tersenyum cerah di pelaminan
__ADS_1
''Udah duluan aja lu Nevu" Ucap Cimoy dengan nada pelan, Nevu adalah salah satu di antara mereka, namun siapa yang menyangka jika Nevu akan menikah secepat ini, benar benar hal yang tak mereka bayangkan, bahkan Nevu tak mempublikasikan pasangannya, mereka hanya bisa terkejut saat Nevu langsung memberikan undangan
"Selamat ya, moga langgeng terus, dan lu An kalo si Nevu bikin Lo kesel bilang ke gue, biar gue pites ni anak, bisa bisanya Lo pacaran tapi kita kagak tau" Ucap keysa dengan senyuman lebar, Ana juga mahasiswi yang kuliah di universitas mereka, bahkan satu fakultas dengannya, dan hal yang tak pernah ia duga ialah seorang ana yang di kenal cuek minta ampun malah jatuh pada pesona cowok tengil bernama nevu ini, benar benar nasib tidak ada yang tau
"Ah kalian jangan lama lama, cepetan nyusul, dan lu Key tinggal pilih aja Rojali, Alex atau Evan" Ucap Nevu, keysa hanya memasang wajah jijiknya mendengar nama nama orang yang menyebalkan itu, ia bahkan
"Lu duluan aja, gue mah nungguin pangeran kodok" Ucap Keysa Yang tentu saja berhasil membuat gelak tawa pecah di antara mereka
"Jangan kelamaan, nanti jodoh lo keburu mati" Ucap Nevu sembari terkekeh pelan
"Lu udah bosan hidup ya ne?" Ucap keysa menyiapkan pukulan yang
Setelah selesai sesi potho poto keysa dan teman teman berjalan pelan menuju meja yang sudah menuh dengan berbagai macam makanan
"Jangan malu malu" Ucap Nevu
"Tenang Nev, kalo soal makan serahin ke gue" Ucap Cimoy tersenyum lebar
"Makan aja kerjaan lu" Ucap Kiki duduk di kursi sambil meneguk minuman di tangannya
__ADS_1
"Lu ngak tau sih Ki, gimana enaknya makan yang gratisan" Ucap cimoy menyantap beberapa kue dan bergabung dengan teman temannya
Tampa terasa waktu berputar begitu cepat bahkan Tampa mereka sadari jika malam sudah semakin larut keysa dan teman temannya kini sudah di jalan menuju cafe Cimoy tempat Kiki dan teman temannya menitipkan motornya.
"Gue duluan" Ucap keysa pelan
"Ok lu hati-hati" Ucap Kiki
Keysa mengguk pelan dan kembali memacu mobilnya menyusuri jalan raya, sela beberapa menit akhirnya keysa sampai di depan rumah, pagar terbuka secara otomatis, keysa perlahan masuk perkarangan rumah, dan memarkirkan mobilnya di garasi,
"Udah sepi aja" Ucap keysa perlahan membukakan pintu rumah, keysa berjalan pelan masuk ke kamarnya, merebahkan tubunya di kasur yang empuk, tak lama kemudian keysa beranjak menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan membersihkan diri,
Keysa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di lehernya,.
Malam terasa dingin keysa beranjak menuju dapur untuk membuat coklat panas untuk menemaninya mengerjakan tugas dari pak Ibnu salah satu dosen kiler yang juga idola kampus, keysa membuang nafas pelan ia terpaksa bergadang lagi.
Keysa duduk di depan meja belajar nya dan sibuk dengan leptop nya, keysa menyelesaikan tugasnya saat jam menunjukan angka 00:30 keysa sudah mulai mengantuk namun tugasnya masih belum selesai keysa dengan enggan mengerjakan tugasnya yang sudah hampir selesai.
"Akhirnya kelar juga" Ucap keysa membuang nafas lega, berjalan pelan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya yang terasa kelelahan di kasur yang empuk, perlahan kelopak mata itu terpenam dan berakhir dengan ia terlelap
__ADS_1