Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Baru Suami Baik


__ADS_3

Rembulan malam sudah menyapa, saat ini Keysa bahkan sedang menyelinap masuk ke rumah, ia bermain sepanjang hari dan seperti biasa ia akan kembali saat malam sudah larut


"Syukur udah gelap, si kutub pasti udah tidur, gue aman" Ucapnya dengan nada pelan, lagi lagi ia kembali saat malam sudah begitu larut, meskipun mereka sudah memutuskan untuk berbaikan dan hidup bersama namun bukan berati kan kutub bisa langsung mengambil kebebasannya, ia bahkan sudah mengatakan sedari awal, tak akan pernah membiarkan orang lain merebut kemerdekaan yang selama ini ia perjuangkan


"Dari mana?" Suara itu berhasil membuat Keysa terjolak kaget, siapa yang menyangka jika si kutub bahkan belum tertidur, ia salah perhitungan kali ini bahkan saat jam segini pun Gio masih duduk di sofa menanti kepulangan istri nakalnya ini


"Hehe, Lo belom tidur pak, udah malem banget loh, dan ngapain Lo nangkring di sini bikin kaget gue aja tau ngak" Ucap Keysa dengan nada begitu pelan, ia sedari tadi berusha menyembunyikan ke kegugupannya, kali ini bahkan ia seperti tertangkap basa karena menyelinap rumah orang


"Istri saya belum pulang kerumah, bagai mana mungkin saya bisa tidur" Ucap Gio dengan nada ringan, dan dengan senyuman mengerikan ia melangkah mendekati Keysa


"Hehe, biasanya Lo juga tidur sendirian pak, biasanya juga balik jam segini" Ucap Keysa dengan nada pelan, langkahnya tentu saja bergerak mudur karena Gio yang bahkan sangat bersemangat ini


"Kamu mau ngajak saya tidur bareng, boleh itung itung ibadah" Ucap Gio dengan nada pelan, ia sudah memutuskan untuk mengejar Keysa maka ia akan berusaha untuk mengesampingkan sikap kakunya


"Ais Lo mah pak, perasaan gue udah beberapa malam ini kan tidur bareng lo, ya kayaknya cukup deh pak" Ucap Keysa merengek, Gio tersenyum kecil di dan setelahnya mengangkat tubuh mungil Keysa, hal yang terlalu tiba tiba seperti ini sontak saja membuat Keysa manjadi sangat terkejut

__ADS_1


"Eh pak, Lo mau ngapain?, Turunin gue pak, gue bauk loh, habis dari luar, kena asap sama polusi" Ucap Keysa namun Gio bahkan hanya diam sembari melangkah menuju kamar, setelah sampai di kamar Gio segera meletakan ya di ranjang


"Gue tidur di kamar gue aja pak" Ucap Keysa yang bahkan berdiri dari kasur milik gio


"Bersihin diri kamu, habis itu istirahat" Ucap Gio dengan nada pelan


"Yah, gue bersihin diri di kamar gue aja ya pak, ngak enak juga kan kalo mandi diliatin sama Lo"


"Kita suami istri"


"Iya, gue tau kalo kita suami istri, tapi gue malu pak, masa ia gue cuma keluar pake handuk doang" Ucap Keysa dengan nada pelan, sejak berbaikan Keysa bahkan tak lagi menyimpan rasa jaimnya sedikitpun, ia ingin membuat Gio tau siapa dirinya, dan ia akan membiarkan Gio terbiasa dengan itu, ia tak ingin bersikap sok baik dan suci karena akhirnya otaknya akan tetap tercemar karena didikan sesat suaminya ini


"Maksud lo apa pak, seenak jidat aja bilang gue kecil, kecil kecil gini punya bini Lo juga, kecil kecil gini Lo juga mau kan" Ucap Keysa tak terima, ia jelas merasa jika dirinya senag di aniaya oleh pria jahat yang berstatus sebagai suaminya ini


"Yah, memang, jadi sekarang kamu mau mandi ngak, atau nungguin saya yang akan memandikan?" Ucap Gio dengan nada pelan, dan hal itu berhasil membuat Keysa merinding disko

__ADS_1


"Ngak ngak, gue bisa mandi sendiri, gue bisa bersih bersih sendiri, Lo tidur aja gue ngak lama kok" Ucap Keysa dengan nada gugup, bagai manapun saat ini ia berada di kamar milik Gio, dan ia jelas tau betapa menyebalkan Seorang Gio jika sudah berulah


Setelah menyelesaikan acara mandi keduanya sudah bersiap untuk segera ke kampus untuk memulai hari seperti biasanya, ini adalah semester terakhir Keysa belajar, dan setelahnya ia akan di sibukkan dengan segala aktivitas pencarian dosen


"Yuk" Ucap Gio dengan nada pelan, saat ini keduanya sudah berada di garasi


"Gue berangkat sendiri aja pak" Ucap Keysa dengan nada pelan, mereka sudah berjanji bukan untuk merahasiakan pernikahan ini, akan timbul begitu banyak pertanyaan jika ia berangkat bersama Gio


"Motor kamu kan masih di bengkel, saya ngak bakalan Nerima mahasiswa yang terlambat"


"Gue punya mobil dan gue pasti Dateng tepat waktu, sekarang gue mau berangkat" Ucap Keysa dengan nada pelan, gio menghela nafas pelan, tawarnya bahkan di tolak mentah mentah, dan membuatnya merasa sedikit sedih


"Udah jangan pake wajah cemberut gitu, toh kita masih bisa ngobrol dan ngomong di rumah, kalo di luar ya Lo harus ngerti pak, gue ini masih muda, masih butuh banyak main, masih mau senag senang, kan gue udah bilang sebelumnya, kalo mau nikahin gue ya harus nerima gue yang begini"


"Iya iya, saya terima kamu, nakalnya kamu, menyebalkannya kamu dan semuanya" Ucap Gio dengan nada pelan, keysa bahkan selalu mengungkit perihal ini, ia mencintai istrinya, sangat mencintai malahan, hanya saja ia merasa menjadi pacar gelap saat harus melakukan hal diam diam seperti ini

__ADS_1


"Nah gitu, baru namanya suami baik, yaudah gue mau berangkat dulu, sampe ketemu nanti malam" Ucap Keysa dengan nada pelan, setelah memeluk dan mengecup pipi gio ia segera bergerak memasuki mobil dan meninggalkan Gio yang masih terdiam dengan senyuman yang tertahan, pagi ini, pagi ini bahkan Keysa bersikap begitu manis, ia merasa sangat bahagia karena itu


"Semangat gio, Lo pasti bisa, sekarang key udah di depan Lo, Lo cuma perlu buat dia mencintai Lo" Ucap Gio dengan senyuman kecil dan setelahnya memasukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah


__ADS_2