Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Nyamuk besar


__ADS_3

"Kanapa Lo key?, Udah kayak anak ayam nelan biji kedondong aja, ngelamun aja dari tadi" Ucap Cimi dengan sewot


"Eh, bikin kaget gue Lo Cim"


"Telat Lo kagetnya, gue udah di sini dari tadi, nah Lo?, Malah enak enakan ngelamun" Ucap Cimi dengan nada mengejek


"Dan, apaan ni?, Panas panas gini Lo pake syal segala, Lo pikir ni di Jepang punya musim salju" Ucap Cimi mengomentari kain yang melilit di leher Keysa


"Gue kedinginan goblok"


"Kedinginan apanya, tuh udah berkeringat gitu gue bantu lepasin" Ucap Cimi sembari berdiri dan bersiap melepaskan syal yang melilit di leher Keysa


"Ngak...US.." Ucap Keysa namun terlambat, bahkan semua sudah terbuka dan bahkan Keysa dapat melihat mata Cimi yang membulat sempurna, ini benar benar memalukan, Keysa menutupi lehernya dengan kedua tangannya,


"Habis di apain Lo semalam?" Ucap Cimi dengan nada panik, kelas Memang belum ramai


"Itu, gue.. gue" Ucap Keysa gagu, Benar benar memalukan jika di sebutkan, terlebih Cimi yang bahkan mahluk yang sangat heboh bisa bisa ia teriak sampe satu kampus tau


"Lo tidur di luar semalam?, Di kolong jembatan?, Liat ni, leher Lo habis semua di makan nyamuk" Ucap Cimi yang membuat Keysa mengerjapkan mata, habis?, Di makan nyamuk?, Keysa jelas tau tenda merah ini bukan di sebabkan oleh nyamuk, namun mendengar ini ia cukup lega, dan mengambil syalnya kembali untuk kembali di gunakan


"Ee jangan di pake, gatal tu pasti, gue keluar beli salep, dasar Lo, rumah segitu gede malah jadi sarang nyamuk, nanti gue kirim deh orang buat bersihin rumah lo" Ucap Cimi yang bahkan masih bersikeras mengatakan jika leher Keysa di makan nyamuk


"Ngak keburu, udah, gue ngak papa kok" Ucap Keysa kembali melilitkan syal ke lehernya, setelah syal terlilit rapi para mahasiswa bersamaan masuk, dan di tutup oleh kedatangan Seorang pria tampan yang menjadi biang kerok tanda merah di leher Keysa ini,


"Pagi Key, Cimi" Ucap Kiki dan Tiara yang bahkan baru masuk dan tetu saja segera mengambil tempat duduk di dekat keduanya


"Ah pagi"


"Lo kenapa Cim?, Baru aja gue masuk Lo udah cemberut gitu" Ucap Tiara dengan nada ringan


"Nih, key nih, Lo tau?, Dia abis di serang sama segerombolan nyamuk, mana habis semua lagi di makan" Ucap Cimi dengan nada kesal


"Gue ngak papa, belum habis masih ada kok sisanya dikit, lagian tu liat Si kutubnya udah Dateng, nanti gue di salahin lagi males banget gue" Ucap Keysa dengan nada pelan, namun


"Ya ngak bisa gitu dong, pak" Ucap Cimi yang bahkan berdiri dari duduknya, Gio yang melihat itu hanya menaikan alisnya dengan pelan


"Saya mau izin keluar bentar"


"Jam akan di mulai, setelah keluar tidak bisa kembali"


"Ngak papa deh pak"

__ADS_1


"Kamu mau kemana?, Saya tak akan menoleransi mahasiswa yang tidak disiplin"


"Dasar laki kejam, awas aja ya Lo, gue bales Lo nanti" Batin Cimi dengan sebal, bininya sakit malah di persulit


"Hey?, Melamun?" Ucap Gio dengan nada ringan


"Ah pak, saya mau ke apotik bentar aja pak, temen gue di serang sama segerombolan nyamuk, jadi gue harus beli salep biar bekas gigitan nyamuk nya ngak tambah parah" Mendengar itu Gio bahkan tersedak ludahnya sendiri


"Bapak ngak percaya, ni, Key buka Key tunjukin kalo gue ngak bohong" Ucap Cimi dengan nada pelan sembari menarik Keysa


"Ah, tidak perlu, kamu bisa pergi, saya kasih waktu 15 menit" Ucap Gio dengan nada pelan, ia jelas tau tanda yang di sebutkan Cimi, karena ia lah segerombolan nyamuk yang menyerang dan menyantap habis leher Keysa yang saat ini di tutupi syal


"Ah, baik pak, Key, tunggu bentar ya, gue balik lagi kok" Ucap Cimi dengan nada pelan, Keysa bahkan hanya bisa menghela nafas dengan pasrah


"Beneran Lo di makan nyamuk?" Bisik Kiki dengan nada pelan


"Cuma dikit, tu anak berlebihan amat"


"Ra, lu kenapa?" Ucap Kiki pelan, ia bahkan sangat jarang melihat Tiara melamun


"Ah gue ngak papa, bener kata Cimi, kalo ngak di obat takutnya malah berbekas, udah lanjutin belajar dulu" Ucap Tiara dengan nada pelan, dan setelahnya kembali fokus dengan pelajaran.


Jam pelajaran sudah  selesai, materi pun sudah habis, Gio juga sudah mulai memasukan barang barang nya ke dalam tas untuk di bawa kembali


"Gue?, Salah apa lagi sih gue?" Ucap Keysa menggerutu


"Udah lah, sana, dari pada hukuman Lo di tambah lagi" Ucap Kiki dengan nada pelan, Keysa bahkan hanya menghela nafas pelan lalu berdiri


"Gue temenin ya" Ucap Cimi dengan nada pelan


"Ngak usah Cim, gue bisa sendiri"


"Tapi?, Lo bahkan belum pake salep tu ke bekas gigitan nyamuk, biar sekalian gue bantu"


"Ngak papa gue sendiri aja, yaudah gue duluan ya, nanti gue nyusul ke kantin" Ucap Keysa yang bahkan hanya di balas dengan anggukan oleh Cimi dan Kiki, Tampa mereka sadari Seornag gadis telah menggenggam tangannya dengan erat untuk menahan amarahnya


Keysa mengikuti langkah Gio yang sudah lebih dulu meninggalkan raungan, mahluk ini? Bahkan ia sudah datang tepat waktu, dan malah memanggilnya ke ruangan untuk kembali di hukum


"Masuk" Ucap Gio saat suara ketukan terdengar dari luar, dan dalam sekejap munculah seornag gadis cantik dengan wajah cemberutnya, ia segera masuk dan menutup pintu ruangan


"Apa lagi salah gue kali ini?" Ucap Keysa dengan nada malas, namun?, Gio bahkan hanya tersenyum sembari beranjak meninggalkan meja menuju sofa tak jauh dari ruangannya. Dak

__ADS_1


"Duk" Keysa bahkan dalam sekejap sudah berganti posisi dan sudah duduk di pangkuan Gio,


"Mesum Lo, lepas" Ucap Keysa namun Gio bahkan hanya terkekeh pelan sembari melepaskan syal yang melilit di leher Keysa


"Ini salah Lo pak, liat si Cimi jadi heboh sendiri kan?, Udah gue bilang jangan di leher, nanti gue menyembunyin susah , nah malah ngeyel" Ucap Keysa dengan nada kesal


"Oh, ini yah yang di serang sama segerombolan nyamuk" Ucap Gio sembari terkekeh pelan, ia bahkan sangat suka menikmati wajah cemberut Keysa


"Lo yang gigit pak, jangan sembarangan fitnah nyamuk"


"Cimi bilang gitu, kalo saya cuma meneruskan apa yang di katakan pendahulu"


"Tu anak emang bodoh, masak ia ****** di bilang di gigit nyamuk" Ucap Keysa dengan nada malas, sedangkan Gio terkekeh pelan sembari mengecupi leher jenjang milik istrinya, Keysa tak ingin mempublikasikan hubungan mereka, tak masalah, gio tak masalah jika harus berperan sebagai suami tersembunyi Keysa


"Dasar mesum Lo, ni kampus, ada cctv nya, kalo ada yang liat Lo bakalan di bilang cabul pak" Ucap Keysa kesal


"CCTV nya?" Gio menjeda ucapannya  sesaat dan meneruskan acara kecup mengecup leher istrinya


"Sudah mati" Ucapnya terkekeh pelan


"Sialan lo"


"Saya cuma memeluk dan mencium istri saya, apakah ada masalah?"


"Masalahnya Lo mesum ngak tau tempat"


"Jadi kalo di tempat lain kamu mau?"  Ucap Gio yang semakin gencar menggoda istrinya, namun acara goda  menggoda hanya bertahan beberapa saat sampai seseorang menubruk pintu ruangan Gio dengan kejam


"Gi, gue ad ..." Hafiz bahkan langsung terdiam, kedatangan mereka di sambut dengan?, Keintiman pasangan yang jatuh cinta?,  Jino menepuk keningnya pelan sembari menutup mata hafiz, mereka datang di saat yang tidak tepat


"Kita ngak lihat apa apa kok, lanjutin aja, kita buta" Ucap Jino yang bahkan ingin berbalik


"Berhenti" Ucap Keysa, mendengar itu membuat Hafiz dan Jino menghentikan langkahnya, Keysa dengan cepat turun dari pangkuan Gio, mengambil syal dan setelahnya meninggalkan ruangan Gio dengan segera


"Sialan lo berdua, gangguin acara gue aja" Ucap Gio dengan nada sebal, acara bermesraannya bahkan di  kacau kan oleh dua mahluk jomblo ini


"Ya kita mana tau Lo lagi Nena Nena di dalam" Ucap hafiz dengan nada pelan


"Iya"


"Trus kalo gue mau mesraan sama bini gue harus lapor dulu pada Lo berdua, atau buat tulisan gede di depan pintu, gitu?" Ucap Gio yang masih sebal

__ADS_1


"Ya maaf" Ucap keduanya dengan wajah menyesal


__ADS_2