
Gio anggara
Semenjak kejadian penculikan itu aku menjadi sangat takut, dan cemas, takut terjadi sesuatu pada gadis ku, aku tak ingin kehilangannya untuk kedua kali nya, cukup sudah penantian ku selama ini.
Pagi ini aku dan gadis ku sedang sibuk bermain di ruang khusus ku, sejak ia jatuh sakit, semua barang barang yang menjadi alasan ia kabur ku tahan, mulai dari kunci mobil, motor dan gadgetnya, aku tak ingin hal buruk apapun terjadi padanya awalnya dia sangat marah dan berkata jika ia bukan tahanan, tapi aku tak ingin terjadi hal hal buruk padanya bukankah mencegah lebih baik dari mengobati, ia tak ingin hal hal buruk terjadi pada gadis kecilku yang amat sangat keras kepala itu,
"Pak, gue besok kuliah ya" Ucapnya sambil menyantap kue kering yang memang sedari tadi di peluknya, bahkan aku sendiri tak di baginya, katanya kalo mau beli sendiri, nyebelin ngak sih gadis kecil ku ini, tapi walaupun sedikit ngeselin ia malah terlihat sangat imut di mata ku, apa lagi dengan pipi menggembung akibat kue yang ia makan, sesekali ia menatap ku,
"Gue udah sembuh kok pak, beneran deh" Ucapnya langsung berdiri memutar mutar tubuhnya di hadapan ku, oh Tuhan dia mencoba menggoda ku rupanya, ku tarik nafas pelan dan kubuang segala pikiran kotor yang ada di otak ku, ku paksa diri untuk tetap tertawa sumbang agar tidak terlihat terlalu kaku, jika dia tau aku berfikiran buruk padanya bisa bisa toples kaca yang di peluknya itu melayang ke kepala ku, oh tidak aku masih sayang dengan kepala ku, aku belum siap untuk mati dan membiarkan istri ku kembali bersanding dengan orang lain di masa depan
__ADS_1
"Kenapa lu pak, senyum senyum mulu?, jadi boleh ngak ni?, oh iya kunci motor gue sama HP harap di balikin, gue rindu dunia luar, gue Bosan di rumah mulu" Ucapnya, dengan wajah nan amat sangat santai, terkadang ia tak dapat di tebak dan terlalu blak blakan, aku hanya mengguk kecil dan meninggalkan tempat itu, masih ada beberapa pekerjaan yang belum di selesaikan belum lagi aku tak akan sanggup jika ia terus menggoda ku seperti ini, memang baginya itu adalah hal biasa namun aku dan otak mesumku?, ah sejak kapan aku berotak mesum, tapi jika membayangkan bersama istri sendiri tak apa kan?, ngak dosa kan, toh kami memang sudah menikah dan sudah di akui secara agama dan negara.
Perlahan aku menaiki tangga masuk ke kamar ku, untuk mengambil kunci motor dan barang barang milik gadis ku, perlahan ku buka gang pintu berwarna coklat itu
Semua terlihat rapi, di masa lalu aku bahkan sempat berfikir dengan penampilan dan tingkahnya yang bar baran ini, pasti kamarnya menjadi sarang tikus jika tidak ada pembantu yang membereskan tapi nyatanya tidak, ia cukup telaten mengerjakan pekerjaan rumah, yah meskipun hanya hanya membersihkan di sekeliling kamarnya saja, selebihnya tentu saja kami harus membayar orang, ruangan sebesar ini, mana mungkin ia memiliki waktu untuk membersihkannya, dari itu orang orang kebersihan akan datang ke rumah kami satu Minggu sekali hanya sekedar untuk membersihkan rumah,
"Jangan nakal, dan satu lagi untuk yang kedua kalinya kamu berhasil membuat saya jatuh cinta" Ucapku sambil memeluk poto itu, ia terlihat sangat manis.
Setelah selesai dengan urusan ku di kamar ini, aku kembali menuju kamar ku untuk membersihkan diri, ada pertemuan para dosen hari ini, sebenarnya aku malas untuk datang tapi, aku tak ingin sendirian di rumah, pastinya si gadis kecil itu kembali berkeliaran jika motornya di kembalikan.
__ADS_1
Setelah membersihkan diri perlahan menuruni tangga, ku lihat ia masih berada di ruangan itu dan terdengar heboh sendiri, dasar anak kecil.
Aku hanya tersenyum berjalan mendekati garasi dan membawa mobil ku meninggal rumah kampus,
Setelah menghabiskan waktu beberapa hari dengan si gadis kecil ku suasana hati ku menjadi sangat baik, aku tersenym sepanjang petrjalalan mengingat segala tingkah konyol yang di lakukan gadis kecil ku, dan dalam waktu singkat aku telah berada di parkiran kampus, perlahan aku menuruni mobil dan
"Pak" Ku dengar ada yang baru saja memanggil ku aku berbalik
Dan....
__ADS_1