Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Si Cabe Itu


__ADS_3

Keysa keluar dari kemar mandi, dengan sedikit ber senandung ria, ia berjalan menuju lemari besar yang berada di sudut ruangan, ia dengan begitu riang memilihkan baju dan segera memakainya.


Perlahan langkahnya mendekati tangga, ia perlahan turun, rumah sudah sepi sepertinya si kutub sudah berangkat ke kampus terlebih dahulu, ia berjalan mendekati garasi dan perlahan meninggalkan rumah menuju kampus, tak berselang lama akhirnya ia sudah berada di depan kelasnya, setelah memarkirkan motor nya ke ya berjalan mendekati kiki yang sudah menunggunya


"Selama pagi" Ucap Keysa sembari tersenyum dengan begitu begitu sumringah


"Gue kangen tau ngak sama lu" Ucap Kiki menghamburkan pelukan ke tubuhnya


"Sialan lu, mau bunuh gue?" Ucapnya dengan nada malas, Kiki hanya menujukan senyum konyolnya dan dengan pelan melepaskan pelukan


"Gue cuma kangen sama lu, kemana aja lu selama ini, beberapa hari ngak lihat Lo rasa udah berpisah selama bertahun tahun" Ucap Kiki


"Lebay amat si lu, gue cuma lagi ngak masuk aja malah di cariin SE Antero dunia"


"Habisnya gue telpon ngak pernah Lo angkat, gue chat ngak pernah Lo balas, bikin cemas tau ngak, terlebih terakhir kali kita ketemu waktu si pak hafiz bilang Lo sakit, sebagai temen wajar banget kan kalo gue kahwatir" Oceh Kiki panjang lebar, dan tentu saja hanya di balas oleh Keysa dengan tatapan malas


"Yaudah, sekarang gue udah di sini kan?, Gue ngak papa, ngak usah cemas  dan ngak usah kahwatir gue baik baik saja, masih tetap bernafas kan, mendingan kita ke kelas yuk, pak hafiz bentar lagi masuk kan? " Ucap keysa dengan nada pelan


"Ya udah ayo, awas aja Lo kalo berani ngilang lagi, lain kali kalo ngak masuk kabarin gue, tau setidaknya balas chat gue" Ucap Kiki yang hanya di balas dengan anggukan oleh Keysa , belum sempat keduanya melangkahkan kaki terdengar suara ribut ribut dari belakang, dan keduanya sudah tau jika keributan itu di buat oleh teman nya, mengingat suara cempreng Cimi yang sedari tadi mengumpat


"Lu kenapa cimi?" Ucap Kiki setelah cimi berada di antara keduanya


"Gue sebel banget tau ngak lu" Ucap cimi kesal menghentakkan kakinya


"Pagi semua" Seorang gadis menggunakan pakaian berwarna kuning datang dan langsung merangkul mereka dengan senyuman selebar gamban

__ADS_1


"Mimpi apa Lu semalam pake baju ginian?" Ucap Cimi memandangi Tiara dari atas sampai bawah


"Gue kangen banget sama lu pada, oh Gue cantik kan?, abang gue yang nyaranin, katanya kalo mau di lirik pak ganteng harus tampil cantik dan seksi" Ucap Tiara


"Oh iya, lu pada tunggu di sini, jangan kabur" Ucapnya dengan setengah berlari mendekati mobil dan membawa beberapa note bag di tangannya


"Buat lu pada, gue ngak sempat beliin barang lain, gue kesal banget sama bokap nyokap gue yang maksa banget buat ikut mereka ke Canada, padahal ka gue betah di sini, apalagi liatin pak dosen ganteng tambah semangat gue" Ucap Tiara yang bahkan terus saja mengoceh.


Keysa dan teman teman tak mengomentari lagi, Tiara adalah salah satu orang yang sangat terobsesi dengan Gio si dosen kutub itu lihatlah bahkan ia berani berbuat nekat dan  menganti sudut pandangnya tentang sebuah pakaian dan itu hanya untuk Gio, mereka jelas tau bahwa Tiara adalah orang yang paling gak suka ribet dan make up dan apa yang sedang terjadi saat ini?, bahkan hari  Tiara menggunakan dress di atas lutut hanya untuk menarik perhatian dosen kutub, sungguh terlalu kau Tiara, kau terlalu berusaha keras hanya untuk menggoda suami dari sahabat kamu sendiri, ke tiganya kini sudah berada di depan kelas dan masuk ke dalam kelas, kelas masih terlihat sepi, hanya ada beberapa orang di sana itupun sibuk dengan gadget masing masing


"Wow, makasih" Ucap Kiki saat membuka paper bag yang sempat di berikan tiara tadi, beberapa baju keluaran terbaru dan yah itu couple,


"Copelan ni ceritanya" Ucap Cimi tersenyum pelan


"Ia dong, pasti lucu kalo kita pake baju couple ber4 kan, ah gue udah ngak sabar ni" Ucap Tiara tersenyum girang, Keysa hanya beroh ria saja, tak mengomentari ataupun, ia hanya perlu menerima apa yang di berikan tera untuk menghargai niat baik sahabatnya ini.


"Selamat pagi" Ucap Hafiz dengan wajah datar, wajah datar Hafiz adalah pemandangan yang sudah sangat biasa bagi seluruh mahasiswa, sejak awal Hafiz memang termasuk dalam deretan dosen killer tertampan di kampus setelah Gio dan Jino tentunya, ketiganya berteman dekat semenjak kuliah di London, dan siapa yang menyangka jika bahkan ketiganya kembali di pertemukan di tempat kerja yang sama


"Pagi pak" Jawab Siwa serentak sambil tersenyum manis pada wajah tembok milik dosen tampanya ini, bahkan mereka terihat tampan saat berwajah datar dan dingin, dan coba doh kalian bayangin jika para dosen kiler tersenyum cerah sehari aja, udah di pastiin banyak yang kejang kejang, suasana kembali hening, yang terdengar hanya suara bas milik Hafiz yang ada di seluruhnya ruang kelas,


Setelah beberapa jam berada menyampaikan materi akhirnya jam pelajaran pun usai, setelah membereskan buku buk di meja pak  Hafiz meninggalkan kelas.


"Kantin yuk" Ajak Cimi menarik tangan Kiki dan Keysa sedangkan Tiara mengikuti dari belakang, memang hari sudah beranjak siang dan para cacing pun sudah peda demo minta di kasih makan


Dari kejauhan Cimi melihat seorang gadis sedang bercengkrama dengan dosen yang amat sangat ia kenali, keduanya baru saja sampai di kantin dan sudah berhasil membuat mood Cimi memburuk saja

__ADS_1


"Sialan" Ucap Cimi berdecak kesal dengan pemandangan yang baru saja ia lihat, rencana awalnya ke kantin untuk makan dan bersenang senang dengan teman temannya malah menjadi seperti ini karena gadis cabe itu. Nafsu makannya pun seketika menghilang


"Lu kenapa Cim?" Ucap Tiara menaikan satu alisnya menatap Cimi yang namapak sangat emosi


Sedangkan kiki dan keysa hanya diam menatapnya dengan bingung


'Knpa yah ni cewek, biasanya pada sok imut nah ini malah jadi aneh gini? ' batin keysa, sedang Keysa bahkan hanya menaikan satu alisnya dan mulai menyantap makanannya, 'mungkin ni anak lagi PMS' batinnya yang masih berfikir positif


"Kesal gue" Ucap Cimi mengaduk naduk makanannya, sepertinya nafsu makannya benar benar sudah hilang


"Aneh lu" Ucap Keysa kembali fokus dengan acara makannya.


Keysa menghentikan acara mengunyah saat indra penglihatannya menangkap dua orang dosen yang tampa malu umbar kemesraan di tempat umum, Keysa hanya tersenyum geli melihatnya, sangat labil.


Si gadis nampak sedang menangis dan si kutub berusaha menenangkannya, dan sesekali mengelus rambutnya lembut, hal ini memang sudah ia perkirakan, ia memilih untuk abai, namun, lama kelamaan suasana menjadi tak mengenakan, Keysa  memalingkan wajahnya ke Cimi dan Tiara yang berwajah gelap, apa apaan ini, mengapa keduanya sudah melihat ini terlebih dahulu, jujur saja ia tak ingin perduli dengan apapun yang Gio lakukan, hanya saja suasana seperti ini membuatnya menjadi tak nyaman, ia tak pernah ingin tau tentang Gio toh itu urusan mereka, kehidupan mereka dan ia tak memiliki hak apa pun melarang mereka bermesraan di depan umum ia membuang nafas pelan kembali meneruskan makannya.


Keysa sedikit terkejut saat Cimi menggenggam tangannya erat dan menariknya keluar dari kantin, Ia  hanya menatap Cimi dengan tatapan tanya bahkan ia belum menghabiskan makanannya


'Ni anak beneran dah' Batin Keysa


Keysa masih dalam mode bingung, tapi ia terus mengikuti langkah kaki cimi yang terus menyeretnya entah kemana, Tiara dan Kiki namapak mengikutinya dari belakang, bedanya keduanya masih terlihat begitu tenang,


Langkah Cimi terhenti saat ia sampai di sebuah gazebo yang terletak di pinggir kolam dengan di hiasi bunga teratai yang bermekaran, Ini tempat kesukaan mereka selain kantin, di sini angin berhembus dengan pelan memberikan kenyamanan, apa lagi saat stres tempat ini pilihan yang cukup baik untuk menenangkan pikiran


"Sialan tu cewek sialan" Ucap Cimi yang masih dalam mode kesal, tiara hanya menaikan alisnya tak mengerti.

__ADS_1


Apakah cimi kesambet?, entahlah tak ada yang berani bertanya jika gadis manja ini dalam mode iblisnya


__ADS_2