Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Lo Kuat Key


__ADS_3

Malam sudah mulai larut para anak black rose sudah bersiap untuk kembali kerumah masing, untuk beristirahat sejenak agar kuat menjalani hari esok, mereka bahkan sudah cukup mabuk karena minum beberapa botol


"Lo yakin mau pulang?"


"iya, Cim yuk balik, gue capek banget ni"


"tapi key, Lo seriusan mau bawa motor sendiri, bareng gue aja yuk"


"Gue bisa kok cim, yuk" Ucap Keysa pelan Cimi menghela nafas pelan sembari mengguk dengan lemas


Motor Keysa melaju dengan kencang di jalan raya, hanya dalam keterdiaman, sejak hari itu Keysa hanya bisa menagis dalam keheningan, hatinya sakit, saat seorang yang ia harapkan selama bertahun-tahun tak menginginkannya, Keysa merasa muak dengan segala permainan takdir, bisakah menyudahi semua ini, kehidupan Keysa bahkan tak sebaik yang terlihat, meski ia tak membenci ayahnya namun?, tidak di pungkiri jika ia sangat mendambakan kasih itu, namun?, ia bahkan tak bisa mendapatkan itu, tak ada tangan yang memeluknya saat ketakutan, tak ada kata penenang saat ia dalam keterpurukan tak ada orang tempat berbagi cerita saat dunia mengkhianatinya, kehidupannya bahkan lebih menyedihkan dari sebuah drama,


"Key, Key lo jangan ngelamun" Teriak Cimi yang sedari tadi mulai cemas dengan gelagat Keysa, dan lihatlah kekhawatirannya beralasan bukan, bahkan keysa melamun saat motor melaju dengan cukup cepat


"Key" Teriak Cimi panik saat motor Keysa keluar jalur dan menabrak pohon yang berada di tepi jalan, Cimi bersyukur Keysa tak sampai terlempar ke jurang, ini adalah jalanan curam dan yah motor Keysa sudah lebih dulu terguling di dalam jurang itu, dan Keysa?, beruntung ia terpental tak serta bersama motor kesayangannya, dengan langkah tergesa Cimi mendekati keysa dan membantu keysa untuk bangkit


"Key, lo, jangan bikin gue cemas, lo ngak papa kan?, lo baik baik aja kan," Ucap Cimi membantu keysa duduk di rerumputan, membiarkan motor merah itu jatuh ke jurang begitu saja

__ADS_1


"Gue capek cimi, hahah gue capek dengan hidup gue" Ucap Keysa berteriak kencang, tangan Cimi bergerak membuka helem yang menutupi kepala keysa


"Gue capek Cimi, hiks hiks, gue capek dengan kehidupan gue, gue capek dengan dunia ini, gue cepek, lo liat kan?, bahkan udah seminggu tu julit belum juga jemput gue, gue malu kalo harus balik cim, gue malu" Ucap keysa berteriak kesal, ia bahkan sangat kesal dengan semuanya, seminggu berlalu begitu saja, gio bahkan tak berusaha untuk membujuk ataupun menjemputnya, ia merasa jika gio benar benar menginginkannya pergi


"Gue capek Cim, gue cuma butuh sedikit rasa bahagia, tapi?, kenapa gue bahkan ngak pernah bisa dapetin itu, kenapa, gue cuma butuh sedikit rasa kasih, sedikit pengertian dan sayang, tapi?, bahkan gue ngak pernah bisa dapatin itu, lo tau kan gimana gue?, gimana kehidupan penuh kepalsuan yang gue jalani" Ucap Keysa berteriak keras, ia merasa sangat kesal dengan semuanya, kehidupannya, kenyataan takdir yang berkali kali mempermainkannya apa salahnya?, mengapa?, mengapa ia tak pernah di beri secercah rasa bahagia, Cimi menghela nafas pelan sembari mengelus punggung Keysa dengan lembut membisikan beberapa kata penenang, ia mempererat pelukanya, memberi tahu dalam diam bahwa ia adalah orang yang berada di sisi keysa saat keysa terpuruk, ia lah yang akan selalu mendukung keysa saat semuanya menghindarinya, ia lah tempat keysa akan mengadu, beberapa saat setelahnya tak ada lagi pergerakan dari Keysa, Cimi menghela nafas pelan, ia menatap keysa dengan sendu, kehidupan keysa memang sangat memprihatinkan, sebelum ini Cimi merasa jika kehidupannya adalah orang yang menyedihkan, namun?, bahkan masih ada orang lain yang memiliki masalah lebih besar darinya, dialah keysa, gadis kuat yang masih bisa tersenyum saat dunia berkali kali memberi rasa sakit, rasa kecewa dan rasa putus asa, sedangkan cimi?, ia bahkan merasa tak pantas mengeluh, ia merasa malu keysa saja yang memiliki begitu masalah masih bisa menunjukan senyum saat begitu banyak sakit yang ia dapat, ia merasa tak pantas untuk mengeluh akan nasibnya


"Idup lo pasti sulit banget key, gue salut, lo adalah wanita kuat, lo ngak akan kalah hanya karena hal sepele ini" Ucap cimi menghela nafas pelan, Cimi merogoh ponsel di dalam jaketnya, mengotak atiknya beberapa saat


"Hallo" Ucapnya pelan, saat ini jelas mencoba mencariĀ  bantuan ia tak akan kuat jika membopong tubuh keysa, terlebih ia hanya memakai motor


"Pak jemput kita di jalan cempaka, key kecelakaan, gue ngak bisa bawa dia sendiri, motornya jatuh ke jurang" Ucap cimi ringan, setelahnya memutuskan sambungan telpon, dan kembali membenahi tubuh keysa yang sudah tak sadarkan diri, ia jelas tau jika keysa?, ia sedang syok akan kejadian ini, ia sangat tertekan,


"Lo pasti kuat key, gue yakin itu, lo pasti bisa lewatin ini" Ucap cimi menatap keysa dengan sendu, setelah beberapa saat menunggu akhirnya sebuah mobil berhenti di dekat mereka, dua orang pria melangkah dengan tergesa mendekati keduanya


"Lo ngak papa kan dek?, ngak ada yang luka?, apa yang sakit yuk kerumah sakit," Ucap Hafiz dengan khawatir, ia memutar mutar tubuh adik sepupunya, ia sangat terkejut dengan kabar yang baru saja ia dapat,


"Cimi ngak papa bang, Key, dia pasti Syok, soalnya yang kecelakaan dia" Ucap Cimi pelan, sedang kan Gio memeluk istrinya dengan erat, lagi lagi ia lalai, lagi lagi ia hampir kehilangan istri kecilnya, semua kekesalannya, ia yang memulai sebuah pertengkaran, ia yang bersalah, ia yang membuat istrinya marah

__ADS_1


"Gi, lo bawa bini lo balik, perihal motor biar gue yang ngurus, lo balik aja, kasihan keysa, dia pasti takut" Ucap Hafiz pelan, Gio mengguk dan segera membawa keysa ke mobil, yang di katakan Hafiz benar, saat ini keysa lebih penting, Gio memacu mobil meninggalkan tempat kejadian, mobil mewah itu melaju di jalanan agar sesegera mungkin kembali kerumah


"Lo beneran ngak papa kan dek" Ucap Hafiz yang mendapat gelengan pelan, ia baik baik saja, ia hanya sedikit terkejut dengan kejadian yang ia lihat, ia bersyukur jika keysa baik baik saja,


"Yaudah, yuk kita balik, gue khawatir, kita ke klinik dulu ya" Ucap hafiz pelan, sebagai manapun Cimi mengatakan ia baik baik saja ia tak percaya, adiknya yang manja melihat kejadian itu, jelas membuatnya terpukul, hafiz jelas tau betapa berartinya keysa bagi adiknya,


"Cimi baik baik aja bang, cimi mau pulang aja, cimi capek" Ucap cimi pelan, ia memang terkejut dan terpukul dengan kejadian ini, ia hampir saja kehilangan, ia hampir saja kehilangan keysa karena kelalaiannya,


"Lo yakin dek?" Ucap Cimi menatap khawatir, ia jelas masih sangat cemas, ia takut cimi kenapa kenapa,


"Iya" Ucap Cimi penuh yakin, hafiz mengguk pelan melangkah pelan menuju motor


"Biar abang yang bawa, abang khawatir" Ucap Hafiz pelan, Cimi mengguk pelan sebagai jawaban, ia menyerahkan kunci motor ke Hafiz, dan kedua bersaudara itu segera meninggalkan tempat kejadian, motor sport berwarna hijau itu segera melaju menyusuri jalan raya,


Di sisi lain seorang gadis menggenggam tangannya dengan kuat, bahkan kuku kuku tajam itu sudah berhasil melukai telapak tangannya, ia kesal bahkan sangat kesal, mengapa kesya selalu selamat, mengapa kesya tidak mati?, ia sudah melakukan segala hal, namun?, ia tak bisa menyingkirkan keysa


"Sialan lo, karena lo kehidupan gue kacau, karena lo gue kehilangan dia, tapi tenang aja, gue ngak bakalan berhenti sampai lo mati, sampai gue dapetin apa yang gue mau" Ucap si gadis tersenyum sinis, yah kejadian itu bukan serta merta karena sebuah kelalaian, namun?, seseorang sudah menyabotase motor keysa, namun sayang sekali, dalam kecelakaan seperti itu keysa bahkan masih bisa selamat, keberuntungan keysa memang cukup baik, lihatlah, ia bahkan selalu berhasil lepas dari segala rencana gadis busuk itu, gadis gila yang rela melakukan apa saja demi cintanya, cinta pada seorang Gio anggara, pria tampan yang sudah beristri, benar benar gila

__ADS_1


__ADS_2