
Waktu berlalu begitu saja dan selama itu juga keysa tidak masuk kuliah, sejak kejadian penculikan Keysa jatuh sakit dan Gio tak mengizinkannya untuk meninggalkan rumah, hal ini tentu saja bukan Tampa alasan, kejadian waktu lalu membuatnya menjadi lebih waspada, ia tak ingin kejadian yang sama kembali terulang
Pagi ini seperti hari sebelumnya Gio dan Keysa nampak asik bermain PS terkadang ia memukul pelan lengan Gio saat Gio mencoba untuk berbuat curang dalam permainan, Semenjak kejadian itu keduanya terlihat lebih dekat dari sebelumnya, Gio tak segan menjitak kepala Keysa saat Keysa kalah dalam permainan, dalam waktu singkat Gio si kutub yang dingin berubah wujud menjadi mahluk yang jauh lebih menyenangkan, Permainan pun berhenti saat Gio lagi lagi berhasil mengalahkan Keysa, dan melihat ini keysa jelas menggembungkan pipinya dengan kesal, ia sudah bermain sedari muda, dan bagai mana bisa hari ini ia Kalak telak seperti ini
"Pak gue besok masuk kuliah ya, pak, udah berapa hari Lo nahan gue di rumah, gue bosan tau" Ucap Keysa sembari memeluk toples kue kering yang sedari tadi menemani keduanya bermain
"Gue udah sembuh kok pak, liat ni, percaya deh gue udah beneran sembuh loh pak, jadi bapak ngak punya alasan lagi lah buat nahan gue, gue udah di kurung di rumah ini hampir 1 Minggu loh, Lo kalo menghukum orang ngak pernah gira gira" Ucap Keysa perlahan berdiri memutar mutar kan tubuhnya di hadapan Gio berusaha meyakinkan gio jika ia sudah sembuh total, Gio hanya tersenyum kecil melihat tingkah keysa yang semakin hari semakin manis padanya, meskipun memang setiap harinya di temani oleh kata kata yang memang menjurus pada sinis
__ADS_1
"Kenapa lagi lu pak, senyum senyum mulu, serem tau ngak muka Lo itu biasa kaku kalo aneh gini bikin merinding tau, jadi gimana ni?, boleh ngak ni?, dan kunci motor sama HP gue juga harap di kembalikan ya pak, gue udah rindu ngumpul ngumpul sama teman gue, gue bosan di rumah mulu, lu sih enak keluar mulu, Lo sih enak bisa kesana kemari, sesuka hati Lo, jangan kejam amat lah jadi laki" Ucap Keysa ringan sembari terus mengunyah kue keringnya dengan santai dan kembali fokus pada TV di hadapannya.
Gio tak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya dan kembali pada mode datar andalannya
'Kenapa lagi nih anak, udah balik datar kayak tembok lagi?, Cepat amat berubahnya?, Nurut amat kalo gue suruh, ah udah lah bukan urusan lu juga key, mungkin dia ribut sama pacarnya, atau mungkin lagi banyak pikiran, toh apapun yang ada dalam otak si kutub bukan urusan Lo, Lo bukan siapa siapanya dia, ingat itu' Batin Keysa 'yang penting kunci motor gue di balikin dan gue bisa jalanin kehidupan gue dengan tenang dan nyaman, yah emang gitu kan seharunya, sejak awal juga kita udah janji buat ngak ikut campur dengan kehidupan masing masing' Batin Keysa pelan, yah, benar, tak ingin peduli dengan segala masalah yang di miki Gio, melihat Keysa yang tiba tiba termenung membuat Gio memilih untuk berdiri dari duduknya dan beranjak keluar, seketika wajahnya berubah menjadi murung, apa yang salah? Kenapa wajah itu kembali di tekuk? Entah lah cuma author dan Gio yang tau
Keysa mengerutkan keningnya saat melihat kepergian Gio, mahluk ini bahkan bisa menjadi begitu menyebalkan dalam sepersekian detik lagi, dan bahkan bisa menjadi begitu menyeramkan dalam sekejap mata
__ADS_1
"Untung Lo laki gue kalo ngak sih udah lama gue buang Lo ke parit, ma, bisa bisanya mama kepikiran buat nikahin key sama mahluk ini, key jadi cepat tua, tau ngak ma muka key juga udah ada keriputnya karena harus berhadapan dengan mahluk beginian setiap harinya" Batin Keysa sembari terus mengunyah makanannya, sejak beberapa bulan ini mengeluh adalah hal yang baru ia sukai, tak jarang ia memilih untuk menyendiri di balkon hanya untuk menikmati segala rutukan dan keluhan hatinya sendiri, seolah kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat menyenangkan.
Hari kini beranjak siang, setelah membereskan ruangan kecil itu keysa kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tugas nya yang sempat tertunda, benar keysa bisa izin di kampus namun keysa tak bisa menghindari tugas tugas yang mengalir seperti biasanya
Perlahan keysa membuka gang pintu kamarnya, senyuman terukir saat ia mendekati meja belajar, ponsel serta kunci motornya yang berada di nakas tak jauh dari ranjangnya
Dengan hati yang berbunga bunga ia mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu ia berniat untuk mengunjungi cafe Cimoy, ia sudah sangat rindu dengan Black Rosenya, ya walaupun terkadang di sana sedikit menyebalkan karena si raja uban alias Alex selalu menggangunya dan gengnya, Alex tak pernah menyerah untuk mendapatkan hati si pujaan (keysa) ia tak perduli walaupun itu terlihat sangat menjijikan atau apalah namnya itu yang penting ia bisa menaklukan hati sang ketua geng motor cantik itu.
__ADS_1
Keysa menuruni tangga dengan jaket kulit dan jeans hitam ketat dan terdapat robek robekan di bagian lutut.
Gio mendongak, istri cantiknya kini sudah siap kembali beraksi di dunia luar.