
Setelah mengantar kepergian agung gio kembali ke kamar untuk melihat keadaan istrinya
"Udah, ngak usah pake wajah tekuk gitu, gue beneran ngak papa" Ucap Keysa dengan nada malas, ia hanya sedikit terluka dan belum mati, lalu mengapa dengan wajah jelek itu, sangat merusak pemandangan
"Maaf, saya ngak bisa jagain kamu" Gio berucap dnegan penuh penyesalan, lagi lagi ia gagal menjaga istrinya, ia bahkan tak mampu melindungi sang istri dari orang jahat itu
"Udah kelar juga, lukanya juga ngak bakalan sembuh kan karena penyesalan Lo, ah ia gue baru aja dapat pesan kalo besok gue di panggil menghadap dekan" Keysa berucap dengan pelan, ia bahkan sama sekali tak merasa keberatan toh ini juga bukan yang pertama, ia memangĀ putri penyumbang terbesar di kampus ini, tapi tetap saja ia harus merasakan Omelan itu
"Ngak usah, luka kamu masih basah banget dan kamu juga belum pulih" Gio berucap dengan nada pelan, saat ini Keysa dalam keadaan yang bahkan sangat tak baik baik saja
"Gue udah baikan kok pak" Keysa menatap suaminya dengan tatapan lekat, hanya sedikit terluka, ia sudah jauh lebih baik setelah mendapatkan penanganan dari dokter, ia tak ingin melihat wajah cemas Gio lagi, ialah yang lalai, ia yang tak bisa menjaga diri, Gio tidak melakukan kesalahan apapun
"Saya yang bakal jadi wakil kamu" Gio berucap dengan nada yang bahkan bisa di bantah, hal ini hanya membuat Keysa menghela nafas pelan, ia merasa begitu kesal dan bertanya tanya, mengapa ia menjalani kehidupan yang penuh bahaya ini?, Ia bahkan tak ingat kapan menyinggung orang, namun mengapa?, Mengapa ia bahkan harus selalu berjaga, karena nyawanya bahkan bisa hilang begitu saja
Ia bukan orang yang bodoh yang tak dapat memahami hal itu, sebenarnya siapa otak dari segala rencana busuk ini, sedari awal motornya di sabotase, dan mengalami sebuah kecelakaan yang membuatnya buta, pengiriman surat dan boneka teror, baik itu melalui paket, dan kali ini para pembunuh di bayar untuk merenggut nyawanya, yang benar saja
"Terserah kamu aja deh, aku nurut aja" Keysa berucap menghela nafas pelan,
"Tadi kamu ngomong apa?" Gio berucap dengan tak percaya, apakah kau tak salah dengar, istrinya bahkan sudah tak memanggilnya bapak lagi?
"Apaan?" Keysa mendongak dengan malas, apa yang salah, ia hanya mengatakan hal bisa, tak ada istimewa sedikitpun
__ADS_1
"Barusan kamu ngomong apa?, ulangin" Gio berucap dengan nada mendesak hal ini jelas saja membuat Keysa hanya bisa menatapnya dengan malas
"Apanya, Kok ngak jelas banget sih" ia berucap dengan nada kesal, ia tak mengatakan kesalahan bukan?
"Cuba ulangi Yang kamu bilangin tadi" Gio bakan masih begitu bersikeras dengan keinginannya membuat Keysa hanya bisa menatapnya malas
"Terserah?" Keysa menaikan alisnya,
"Setelah itu?" Ia sudah tak sabar
"Kamu" kata itu lolos begitu saja dari mulut Keysa, apakah ada yang aneh?, Apa salahnya memanggil suami sendiri dengan sebutan kamu?
"Nah, bener" Gio berucap dengan penuh semangat, ia tak menyangka jika Keysa akan mengatakan kata kata ini, selama ini istri kecilnya ini bahkan selalu bersikeras memanggilnya bapak, atau bahkan parahnya si kutub, mereka sudah menikah dalam waktu yang lama, dan juga sudah sepakat untuk saling mencintai dan mewujudkan pernikahan yang sebenarnya
"Cuma sedikit kaget aja, tapi emang enak di denger sih, kedepannya jangan panggil saya bapak sama Lo lagi ya" Gio tersenyum dengan penuh kebahagiaan, hal ini hanya membuat Keysa menghela nafas pelan, dan setelahnya keduanya di Landa keheningan beberapa saat
"Kita perlu ngomong" Ucapnya yang tiba tiba membuka suara, sebelumnya ia masih berfikir keras, namun setelah beberapa saat ia memilih untuk bertanya perihal segala kekacauan yang terjadi saat ini
"Ada apa?" Gio berucap dengan nada pelan, setelah diam beberapa saat Keysa berinisiatif mengajaknya berbicara
"Kotak kotak yang di ruangan Lo" Ucapnya lagi, beberapa waktu lalu ia memang sempat menemukan tumpukan kotak di r
__ADS_1
jangan kerja gio, kotak yang sisinya berbagai bentuk teror dan ancaman
"Sayang" Gio berucap pelan, hal ini jelas saja untuk menegur panggilan istri kecilnya ini
"Kamu"
"Nah itu baru bener, jadi kanapa dengan kotak di kamar aku?" Ucapnya lagi, kota kotak itu terusan dengan begitu rapi, lagi pula perihal kotak dan isinya ia tak memiliki niat untuk menyembunyikannya
"Sejak kapan kamu dapat kiriman begituan?" Keysa berucap pelan, kotak kotak itu memiliki isi yang begitu mengerikan, namanya di tulis puluhan bahkan ratusan kali di sana, Poto yang di sobek, boneka yang di tusuk dan bahkan hal hal menyeramkan lainya
"Ah kotak kotak itu?"
"Ngak usah bohong, aku udah liat isinya, dan juga udah tau kalo tujuan pengirim itu bukan untuk kamu" Ucapnya yang berusaha untuk mendesak, ia tak suka jika ada yang membohonginya, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar namun jalan keluar tidak akan bisa di temukan jika tak ada yang berinisiatif mencari
"Ah..am..am"
"Ngomong"
"Huh, ok, tapi kamu harus tenang, aku juga ngak tau kiriman itu berasal dari mana, tapi yang jelas sebisa mungkin aku akan menyembunyikannya agar kamu ngak ketakutan" Ucap gio dan setelahnya ia mulai menceritakan saat pertama kali ia mendapatkan kiriman itu...
"Nah, jadi gitu, dan mulai saat itu setiap paket yang ngak tau pengirimnya di kasih langsung ke aku"
__ADS_1
"Hm, sepertinya tu orang niat banget"