Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Sombong Amat


__ADS_3

"eh, apa apaan ni" Keysa terkejut saat motornya di hentikan di tengah jalan, ia segera melepaskan helem dan berdiri di hadapan beberapa


"Eh ternyata Lo cantik juga"


"Gue emang cantik sih, tapi sayangnya kecantikan gue udah punya laki gue, jadi Lo ngak bisa gabung deh" Keysa berucap sembari merapikan rambutnya


"Lidah Lo tajam amat ya" ia berucap dengan nada mengejek, dan bahkan hanya di balas dengan expresi datar dari Keysa, siapa yang tidak tau maksud dari para preman jalanan ini, selain memalak orang ia bisa membunuh orang sesuai permintaan klien, namun sayangnya ia bukan gadis lemah yang bisa di gertak, ia buka gadis yang akan diam dan berteriak ketakutan saat berhadapan dengan para sampah masyarakat ini


"Iya lah, gue udah cantik trus lembut sama feminim, sempurna amat gue, nanti kalo gue lupa diri gimana?, kalo gue sombong gimana?" Ia menjawab dengan nada nan begitu ringan, ia bahkan tak keberatan jika di katakan berlidah tajam, toh itu adalah kenyataanya

__ADS_1


"Bacot Lo kepanjangan ya, udah waktunya kita ngabisin Lo, serang" Teriaknya dengan anda lantang, dan setelahnya pertarungan di mulai dengan begitu tak seimbang, bagai mana tidak, saat ini Keysa bahkan harus berhadapan dengan lima pria bertubuh kekar, meskipun kemampuan bertarung Keysa tak bisa di ragunan, namun masih ada langit dia tas langit, Keysa mungkin memang kuat, namun? Tak ada yang bisa menebak hasil akhir dari sebuah pertarungan


"Lo kuat juga ya" Si preman berucap sembari memegangi perutnya yang terkena pukulan keras dari seorang keysa


"Yah, gitulah, selain cantik gue juga jago, tangan kecil gue ini bahkan udah mukul puluhan bahkan ribuan orang"


"Sombong amat"


"Kita liat, Lo masih bisa sombong ngak saat berhadapan dengan piso gue"

__ADS_1


"Banci Lo, ngadepin cewek aja Lo harus ngeroyok, ngak cukup sampe di sana aja tu Lo juga malah main senjata senjata gini" ia menatap si preman dengan tatapan mengejek, sudah main keroyokan main piso lagi, ngak malu apa sama angin, jadi cowok kok lemah amat, lawan cewek kecil aja udah kewalahan, gimana kalo ngelawan cewek yang gede


"Kenapa?, Lo takut?, Lo nyerah aja, kita cuma mau bunuh Lo doang, kok, kalo Lo nyerah gue bakalan pelan pelan kok" Si preman berucap dengan nada angkuh


"Ngak boleh gitu lah, namanya mati itu sakit, mau seberapa lembut pun, kalo piso udah motong nyawa pasti bakalan terasa, lagian, gue juga ngak ada minat buat nyerah sama Lo, cuma kutu busuk berani beraninya jahatin gue" ia berucap dengan malas, ada ada saja mahluk ini, ia fikir mati itu enak apa


"Sialan lo"


Pertarungan terus berlanjut, hingga akhirnya salah satu di antara mereka berhasil melukai tangan Keysa, luka yang memang cukup dalam, hal ini bahkan membuat Keysa meringis pelan menahan rasa sakit saat pisau tajam itu menggoresi kulit cantiknya

__ADS_1


Kelimanya saling bertatapan, setelah memberikan satu luka lagi di tangan Keysa mereka segera bergerak meninggalkan tempat itu, Keysa menghela nafas pelan sembari mendekati mobilnya, dan dengan keadaan yang sangat tak baik baik saja ia segera mengemudi mobilnya untuk kembali kerumah


__ADS_2