Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Kutub


__ADS_3

Ya setelah memberi kabar pada Kiki, Keysa melesat menuju kelas, ia berjalan masuk Kiki udah sibuk ngegosip bersama Tiara dan juga Cimi


"Seru amat lu pada, pada ngegosipin apa sih?" Ucapnya dengan nada pelan dan setelahnya duduk di samping Kiki untuk segera bergabung dalam obrolan seru ini


"Gue tu iri banget tau ngak sama lo" Ucap Cimi dengan begitu heboh, bagai mana tidak, sahabatnya, bahkan mendapatkan berkah dari tuhan, ia bahagia karena itu, dari sekian ribu mahasiswi hanya seorang Keysa Asmiranda Wijaya lah yang memiliki kesempatan emas ini


"Gue emang gue kenapa?" Ucapnya dengan bingung, keberuntungan?, iri?, hal apa yang membuat semua orang iri, toh ia masih seperti biasa, saat Keysa sibuk dengan kebingungannya ke tiga gadis di hadapannya bahkan masih begitu histeris membicarakan hal yang unfaedah dan bahkan sangat tak menarik baginya


"Lo tau ngak gue sama si Cimi ini ngefans Banget sama pak Gio yang gantengnya tingkat dewa, lu tau ngak baru sekitar sebulanan tu dosen ngajar dia udah jadi dosen terfavorit di Fakultas bahkan universitas, banyak fans meskipun ya dengan wajah datar, dingin banget itu, dan lu bahkan dapat keberuntungan untuk berduaan di dalam ruangannya, keberuntungan yang paling di impikan oleh seluruh mahasiswi di sini, Lo emang punya hoki Key" Ucap Tiara nyerocos panjang lebar sedangkan Keysa bahkan hanya memutar matanya malas tidak ada yang namanya keberuntungan, dan jika ia benar memiliki hoki yang baik pastinya tak akan terus menerus terjebak dengan segala tugas tugas ini


"Pak Gio?" Ucap Keysa menaikan alis, ia tak tau dosen itu, ia bahkan tak berkenalan, mungkin itu adalah dosen yang baru masuk


"Ia pak Gio Angara" Ucap Cimi dengan begitu menggebu


"Aduh pak Gio, gue sayang sama lu pak" Ucap Tiara yang mungkin udah berangan angan ke langit nan tinggi


Keysa diam seakan berfikir, 'Gio kayak pernah denger tapi kapan ya' batinnya dengan nada pelan


"Iss lu mah ngak seru, masak lu ngak kenal sama pak Gio, itu loh yang gantiin buk Shofi,mulai sekarang hukum politik jadi pelajaran kesukaan gue, dosennya ganteng banget sih ngak sabar gue kepingin liat tu dosen ganteng" Ucap Tiara lagi


"Oo jadi?"


"Iya keysa Miranda Wijaya, lu cewek paling beruntung di kampus ini" Ucap Tiara lagi

__ADS_1


'Beruntung apa cobak, di kasih tugas sih ia, mana banyak banget lagi" Batinnya berteriak


"Iss lu pada lebay semua" Ucapnya dengan nada nan begitu membosankan, tak adalah yang menarik pada mahluk kutub itu, sangat tak berguna di bicarakan, dosen filsafat hukum kini sudah berada di dalam kelas, dan kelas berjalan dengan tenang


"Keysa" Pak Ambok kini sudah berdiri di samping Keysa, dan parahnya lagi keysa ngak menyadari hal itu


"Keysa" Pak Ambok memukul meja dan sontak membuat keysa kaget


"Bapak ngagetin aja, untung jantung key ngak loncat, ada apa pak" Ucap keysa mendongak, dan anehnya lagi teman teman sekelas Keysa hanya tersenyum


''Coba kamu ulangi materi  baru saja bapak jelaskan" Ucap pak Ambok, keysa terdiam dan menarik nafas pelan


"Ngak tau pak" Ucapnya dengan nada pelan, sedangkan Pak ambok bahkan sudah memijit pelipisnya dengan pelan, kepalanya bahkan terasa begitu pusing, Keysa selalu saja membuat darah tinggi pak ambok kumat.


"Ini jelasin" Ucapnya sembari memberikan sebuah buku ke arah keysa yang masih duduk dengan raut Tampa dosa di tempat duduknya


"Keluar" Ucap pak Ambok yang masih memijit mijit pelipisnya, ia heran ni anak mak nya ngidam apa yah, anak nya kok jadi kayak alien gini (alien yang di maksud itu sifatnya, kalo wajah nya mah udah pasti cantik, mulus walaupun ngak perawatan,bikin author ngiri)


"Yah kok di usir lagi sih pak, tadi aja key udah di usir, masak di usir lagi, Key tadi cuma ketiduran sebentar, masak ia udah di usir" Ucapnya memprotes


"Keluar dan bersihkan seluruh toilet yang ada di lantai ini, jangan kembali ke kelas kalo belum selesai" Ucap pak Ambok yang kini berjalan kembali ke mejanya, Keysa menghela nafas pelan sebari mengambil tasnya dan beranjak keluar. Dengan langkah kesal keysa berjalan menuju toilet


"Gila ni anak di kasih makan apa sih  bauk banget ni toilet" Ucap keysa  yang kini mulai membersihkan toilet dengan  tangan kiri yang selalu setia memencet hidung mungil nya

__ADS_1


"Ahhhggg, selesai juga" Ucapnya sembari menentang kan kedua tangannya, hal ini ia lakukan untuk melemaskan otot otot nya yang sedari tadi bekerja paksa, keysa berjalan menuju lapangan basket


"Ni kampus sengaja atau gimana sih, perasaan biasanya ngak gini" Ucapnya dengan nada kesal,


"Banyak banget lagi, ihh nasib gue kok gini amat ya, mimpi apa gue semalam, dapat sial berantai gini" Ucap keysa dengan kesal, ia bahkan tak pernah tau jika lantai ini memiliki beberapa toilet, dan bahkan sangat kotor


Sudah hampir satu jam ia berada di toilet karena harus memberikan, dan ini adalah toilet terakhir, benar benar sialan, ia bahkan tidak tau sejak kapan toilet di kampus ini bertambah, ia fikir hanya ada satu, namun?, Siapa yang menyangka jika semuanya bertambah dalam sekejap mata


"Nah ni satu lagi, ahhgg, akhirnya kelar juga, capek banget ni gue ke kantin dulu dah" Ucap keysa berjalan ke kantin, anehnya sepanjang jalan mahasiswa/i pada liatin keysa dengan tatapan aneh


"Napa lu liat liat gue" Ucapnya pada seorang gadis menggunakan kacamata dengan rambut di kepang, yapp itu si Suci si kutu buku, tak masalah, ia hanya bertanya, ia juga bukan geng pembully jadi tak perlu repot mengurus orang lain, Suci bahkan hanya menggelengkan kepalanya, Keysa mengangkat bahunya tak ingin perduli dan setelahnya segera melanjutkan perjalanan nya, kini keysa udah berada di depan kantin,


"Cappucino caramel" Ucapnya pada penjaga kantin, penjaga kantin hanya menjawab dengan hidung yang masih di tutup


"Udah berapa bulan lu ngak mandi key bau toilet lu" Ucap Laura dengan nada yang bahkan begitu keras, hal ini ia lakukan hanya untuk mempermalukan Keysa saja, karena Keysa bahkan terlalu bersinar membuatnya harus menjadi redup karena berdiri di sisi Keysa, di masalalu keduanya adalah teman yang cukup akrab, mereka berteman saat duduk di bangku SMA namun karena masalah yang pelik membuatnya memilih untuk berdiri masing masing dan bersikap acuh


Keysa mencium tubuhnya dan 'Uee ekkk' ia hampir saja muntah setelah mencium tubuhnya yang baunya pake banget, Seisi kantin hanya tertawa mengejek, Merasa malu ia segera mengambil minumannya dan berjalan cepat untuk segera meninggalkan kantin dan melepaskan diri dari rasa malu


"Brak kk" 'Aduh gue nabrak apa lagi ni 'ucap keysa 'minuman gue' Ucapnya kesal mendongak di dapatinya, si dosen kutub berada di hadapannya dengan baju yang sudah basah


"Gantiin minuman gue pak" Ucapnya dengan nada kesal, ia bahkan sangat haus, namun?, Minumannya jatuh sebelum berhasil ia cicipi, Gio hanya diam sambil menutupi hidungnya.


'Sial ni orang malah ngeledek gue, awas aja lu' gumam keysa berlari menjauh,

__ADS_1


"Bapak ngak apa apa kan, tu anak memang begitu pak" Ucap Laura memberikan tisu pada Gio, Gio hanya diam dan kembali ke ruangannya untuk segera membersihkan pakaiannya dari minuman


'Sial sial sial' Ia bahkan masih mengutuk sepanjang perjalanan, ia berhenti di sebuah butik untuk membeli baju, butik memang milik almarhum mamanya di masa lalu, oleh karena itu ia tak di usir saat masuk, bagai mana tidak, hanya satpam konyol yang membiarkan mahluk kucel dan bauk ini masuk ke dalam butik, melihat Keysa yang datang para karyawan menyambutnya dengan ramah, bagai manapun gadis bau di depan mereka adalah pemilik butik ini, jelas saja mereka tak berani melakukan apa apa


__ADS_2