
Mentari pagi sudah kembali bersinar, saat ini gio sedang sibuk di dapur, seperti biasa saat istrinya sakit ia akan memasakkan bubur untuk sang istri tercinta
"Pagi sayang, usah bangun" Ucap Gio menyapa istrinya yang berjalan pelan menuruni tangga
"Pagi, lagi buatin apa pak?" Ucap Keysa dengan nada pelan, sedari awal ia terbiasa memanggil Gio dengan sebutan bapak, dan ia merasa geli jika harus mengubah panggilannya itu
"Bikin bubur, kamu duduk aja udah hampir selesai kok, kamu kan udah aku bilang tunggu di kamar, jangan banyak bergerak bahaya, entar lukanya bisa kebuka lagi loh" Ucap Gio pelan, beginilah Keysa jika sakit ia bahkan sangat susah di atur, jika di suruh beristirahat maka ia akan semakin bersemangat untuk melakukan banyak hal, seolah sebuah larangan merupakan perintah yang harus di lakukan, Keysa ini dan Keysa itu namun apapun yang Keysa lakukan ia bahkan hanya menutup mata dan telinganya, di hatinya Keysa adalah orang yang sempurna
"Lo udah kayak papa aja pak, gue ngak papa, lagian luka kecil gini ngak bakalan bikin gue mati kok, tenang aja, Lo ngak bakalan jadi duda dalam waktu dekat" Ucap Keysa sembari terkekeh pelan, sedangkan Gio hanya menghela nafas dengan malas dan melangkah mendekati meja makan untuk menyiapkan makanan,
"Kadang kadang gue ngerasa lucu pak" Ucapnya lagi, gio beralih menatap istrinya yang terkekeh pelan, lucu?, apakah terluka sangat lucu bagi Keysa?
"Kenapa?, semua seperti lelucon di mata kamu?" Ucap Gio dengan pelan namun tentu saja melanjutkan aktivitas menata semua makanan di meja
"Kita udah nikah seharunya gue yang ngelayanin Lo, eh sekarang malah kebalik, kadang kadang gue ngerasa jadi istri ngak guna" Ucapnya lagi, selama ini gio selalu memperlakukannya dengan baik, bahkan ia masih sanggup bertahan dengan segala sikap kekanak kanakan milik Keysa
"Jangan ngomong gitu, kamu istri terbaik yang ada di dunia ini, lagian saya suka kok masak dan saya ngak pernah merasa terbebani karena kamu"
"Ya kebanyakan orang kan selalu mengharapkan bininya lembut cantik baik hati, jago masak dan bisa ngurus rumah nah gue?, cuma cantik doang"
__ADS_1
"Aku suka kamu yang cantik, ngak jago masak dan ngak bisa beresin rumah, toh saya juga masih mampu buat masakin kamu makanan dan kita masih bisa bayar orang untuk beres beres rumah"
"Pak, nanti kalo Lo bosan sama gue Lo bilang ya, jangan ngilang gitu aja, kalo Lo bilang dari awal setidaknya gue udah ada persiapan buat nguatin hati gue"
"Kamu ngelantur, sampai kapanpun istri aku cuma kamu, yaitu Keysa Asmiranda Wijaya yang nakal dan jahil"
"Ya waktu bisa aja buat Lo bosan sama gue, selain ngerepotin Lo gue ngak bisa apapun" Ucap keysa lagi, selama ini mereka menikah dan bahkan gio tak pernah menuntut apapun darinya, hal ini membuatnya takut jika akhirnya malah bergantung pada Gio, hingga ia akan menjadi gila jika suatu hari nanti Gio sudah tak menginginkannya lagi
"Jangan ngelantur sekarang makan biar minum obat habis itu" Ucap Gio menutup pembicaraan yang tak masuk akal ini, sampai kapanpun ia akan tetap bersama Keysa, di kehidupan ini istrinya hanya Keysa Seornag, jika bukan Keysa maka ia tak perlu menikah lagi
"Hm iya, gue keseringan minum obat, kanapa ya pak gue sakit Mulu gue udah bosan liatin ni obat obatan" Ucapnya dengan nada malas, ia menjadi orang yang penyakitan setelah menikah, harus makan obat ini lah, obat itu lah, membuatnya menjadi sangat muak
"Lo romantis banget sih pak, setidaknya bikin gue senang, oh ia hari ini Lo mau kekampus kan pak?" Ucap Keysa mendongak menatap Gio yang menyantap makanannya dengan nikmatnya
"Kalo kamu mau aku di rumah nemanin kamu aku bisa aja kok izin" Gio berucap dengan nada nada pelan
"Ngak boleh gitu dong pak kerja harus profesional Lo harus tanggung jawab sama profesi lo, udah sana Lo siap siap, entar telat loh ke kampus, acara penting kan?, gue ngak mau jadi alasan Lo ngak Kerja ya oak" Ucap Keysa dengan nada pelan, karena ada pekerjaan bukankah seharunya di selesaikan sesegera mungkin
"Beneran?, kamu ngak papa?" Ucap gio memastikan, saat ini Keysa sedang sakit dan bahkan tak mau di temani
__ADS_1
"Ia ngak papa kok, kerja tetap nomor 1" Ucap Keysa dengan nada pelan
"Kalo gitu aku minta BI Asmi datang buat nemanin kamu"
"Terserah Lo aja pak, sekarang Udah sana siap siap, entar telat loh" Ucapnya lagi
"Aku nyuci piring dulu" Gio berucap dengan pelan, beberapa barang yang ia kotori saat aktivitas memasak sebelumya
"Nanti biar bibik aja yang nyuci, sudah sana pergi, urusan Lo lebih penting pak" Keysa berucap pelan, hari ini gio punya acara panting di kampus dan tentu saja ia tak ingin membuat Gio menjadi telat
"Kamu ngak lagi marah kan karena saya kerja di saat kamu sakit gini" Gio berucap dengan nada was was saat ini ia bahkan sangat ingin mengambil cuti untuk merawat istrinya, tapi mengapa Keysa bahkan tak berusaha untuk menghentikannya dan malah mendorongnya untuk pergi, jika Keysa ingin sebenarnya ia bisa saja meninggalkan apapun untuk istri tercinta namun yah Keysa terlihat mendukung kegiatannya hari ini, dan dengan berat hati ia harus pergi
"Ya ngak lah, ngapain gue marah ini tanggung jawab Lo pak dan Lo ngak boleh lepas tangan gitu aja kan, Lo juga bilang mau nyelesain perihal Poto kemarin kan?, selesaikan aja dulu, gue ngak bakalan mati di tinggal bentar doang, pokonya gue mau pas masuk ke kampus semuanya udah kelar dan ngak ada yang ngeliatin gue kayak ngeliat hantu, ngak enak banget tau ngak sih terlibat skandal gitu, lagian ya siapa sih yang usil banget sama gue gue mau ngapain terserah gue lah, kan lo emang laki gue" Ucap Keysa pelan, sebelum kecelakaan seperti ini ia sudah lebih dulu terlibat skandal di kampus, dan bahkan ia belum sempat untuk menjelaskannya, dan lagi Poto sialan itu hanya menujukan wajahnya saja, sedangkan wajah pasangannya tak terlihat dengan jelas, semua seolah seseorang dengan sengaja menjebaknya
"Ngapa Lo senyum senyum gitu pak? ngeri tau ngak" Ucap Keysa pelan, bagai mana tidak Gio bahkan tersenyum dengan begitu lebar seolah baru mendapat hadiah besar
"Akhirnya kamu ngaku kalo aku suami kamu" Gio tersenyum tertahan, terasa sangat menyenangkan jika didengar
"Kalo bukan Lo siapa lagi?, emang gue cewek apaan yang bisa tidur dengan cowok lain, Lo udah buktiin sendiri kan, walaupun gue maunya sana cowok gue bukan cewek murahan yang di jadiin teman tidur dong, udah sana siap siap" Ucap Keysa yang bahkan sudah kepalang malu,
__ADS_1