Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Muka Lo Pucat


__ADS_3

Kini kelas terasa hening hanya ada suara Gio yang sibuk menjelaskan materinya, dan terkadang hanya ada satu atau dua suara yang berasal dari acara tanya jawab dari mahasiswa lainnya, hingga akhirnya 2 jam berlalu begitu saja, hari sudah beranjak siang dan mereka sudah berada di akhir jam pelajaran Gio, dan kebetulan hari ini bahkan hanya ada satu mata pelajaran, di karenakan beberapa dosen lainya memilih untuk melakukan kelas online, karena telah selesai jelas saja merak bersiap untuk segera kembali ke rumah


"Key gue duluan ya, abang gue baru balik dari Paris jadi gue buru buru" Ucap Kiki dengan nada pelan, dan tangan kecil itu dengan cekatan memasukan buku ke dalam tas bawahanya


"tapi Lo yakin Lo baik baik aja?, kalo Ngak gue antar dulu aja, biar nanti orang gue yang bawa motor Lo balik, gue kahwatir kalo ninggalin Lo gini" Ucap Kiki lagi, wajah Keysa sudah semakin pucat namun, bahkan Keysa masih bersikeras untuk pulang sendiri, sebagai seoang sahabat tentu saja ia cemas


"Gue ngak papa, udah sana, acara Lo lebih penting, gue bisa kok jaga diri gue"

__ADS_1


"tapi Key gue ngak bisa ninggalin Lo dalam keadaan gini" Ucap Kiki dengan nada pelan


"Ngak papa kok, gue baik baik aja dan bisa pulang sendiri, sudah lah, mendingan lo cepetan jangan biarin Abang Lo nunggu lama, Lo tau sendiri kan kalo Abang lo itu mahluk sibuk, setelah bertahun tahun dia punya waktu dan kalian punya waktu buat ketemu dan ngobrol, Lo nikmatin hari Lo, ngak usah mikirin gue, gue bisa sendiri" Ucap Keysa dengan nada pelan dan jangan lewatkan senyuman indah yang terukir di wajah pucatnya itu, Kiki menghela nafas pelan meskipun sedikit ragu, namun?, yang di katakan Keysa itu benar, Kiki tak terlalu dekat dengan ibunya, ia hanya memiliki sang saudara sebagai pelipur lara, dan saudaranya bahkan sudah tak kembali ke Indonesia sejak 2 tahun terakhir, hal ini jelas di karenakan sibuknya pekerjaan


"Gue juga duluan key, mami gue ngajak makan siang bareng, tapi Lo beneran baik baik aja kan?, muka Lo pucat banget" Ucap Cimi dengan nada pelan, Keysa lagi lagi menganggukkan kepalanya dengan pelan, ia paham dengan teman temanya, ia tau jika teman temanya cemas, dan kahwatir namun?, tentu saja ia tak ingin melakukan hal yang bahkan hanya akan membuat mereka repot, ia masih bisa bertahan, dan ia yakin jika ia masih kuat menjelang sampai rumah


"Hm ya udah lu duluan aja, gue masih beres beres bentar" Ucap Keysa yang masih sibuk dengan kertas yang berada di mejanya, tiara cimi dan kiki pun berlalu meninggalkan keysa dengan beberapa kertas

__ADS_1


'Sebentar lagi key, lu harus kuat' Ucap Keysa yang masih menyelesaikan tugasnya, dalam keadaan kepala yang memang terasa begitu pusing, namun ia juga tak bisa tumbang saat ini, ia adalah gadis kuat, bagai mana mungkin ia bisa jatuh hanya karena rasa pusing ini, ia yakin ia pasti bisa bertahan, setidaknya sampai saat sudah berada di rumah


'Akhirnya selesai juga, aduh kepala gue' Ucap Keysa memegang kepalanya, dengan sedikit sempoyongan ia bergerak untuk membereskan buku dan memasukan ke dalam tasnya, saat ini ia ingin segera pulang untuk segera beristirahat dan meredakan pusingnya,


Keysa berjalan pelan meninggalkan kelas dengan langkah yang masih sempoyongan, kepalanya masih terasa pusing ia bertumpu pada dinding berusaha keras agar tak terjatuh, ia harus kuat, jika tidak tak ada yang membantunya tangga darurat ini cukup sepi karena mahasiswa lebih memilih mutar arah jika lift rusak dari pada melewati tangga darurat yang cukup sepi ini.


Saat berada di lantai tiga ia sudah merasa tak kuat lagi meneruskan perjalanan, kepalanya terasa sangat berat hingga semuanya terlihat gelap, keysa merasakan tubuhnya ambruk, namun keysa merasakan ada seseorang menepuk nepuk pipinya hingga akhirnya keysa kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


__ADS_2