
"Kamu?" Ucap Gio dengan nada pelan, bagai mana tidak saat ini Keysa bahkan sudah berdiri di hadapannya
"Kenapa Lo ngak balik" Ucap Keysa dengan nada dingin
"Saya cuma tidak mau merepotkan kamu" Ucap gio dengan nada pelan, namun bahkan mata Keysa sudah begitu berbinar,
"Kamu kenapa?" Ucap Gio dengan nada pelan
"Lo nanya gue kenapa?, gue bagus karena Lo, Lo tau itu kan pak, kenapa lo ngak bilang dari awal pak?, kenapa lo mainin gue, gue udah nunggu lo bertahun tahu tapi lo?, tapi lo ngak dateng dateng pak, dan lo umpetin ini dari gue, salah gue sama lo apa pak, kenapa lo jahat banget sama gue, kenapa" Ucap keysa terisak, ia tak bisa Terima, jika ia sudah tak di inginkan oleh kakak kasepnya, ia tak bisa menerima kenyataan jika kakak kasepnya adalah Gio Anggara suaminya sendiri, sosok yang selalu ia rindukan ternyata berada di dekatnya, ia telah di tipu, ia telah di bodohi dan di permainkan
"Lo yang tiba tiba ngilang pak, lo yang tiba tiba pergi ninggalin gue, trus lo yang datang tiba tiba seakan masa lalu itu tak pernah ada, lo yang buat gue ngak bisa buka hati untuk orang lain, lo yang buat gue hidup tampa perasaan pak, kenapa lo jahat banget sama gue pak?, kenapa? " Ucap keysa masih berteriak kesal, kakak kasepnya, sosok yang ia sangka baik namun yah, pada kenyataannya ia telah di tipu oleh kakak kasepnya sendiri, pria yang menyandang status suaminya adalah kakak kasep yang lama menghilang, umurnya memang masih terlalu muda waktu itu, namun percayalah cinta masa kecil itu ada, lihat lah keysa?, ia tak bisa menerima cinta lain di hatinya, saat ia terpuruk dalam duka kakak kasep datang memberinya kekuatan, memberikannya semangat untuk melanjutkan hidup, bagaimanapun kehilangan sosok ibu akan selalu membuat anak gadisnya terpukul dan begitulah nasib menyedihkan keysa di masa lalu, manusia memiliki masalahnya dan masa lalunya sendiri, keysa bukanlah gadis kuat seperti yang terlihat, hatinya rapuh, begitu banyak luka yang tersimpan di balik senyuman itu, keceriaan hanyalah kedok belaka, keysa tak ingin dunia tau jika dirinya sedang tidak baik baik saja
"Key, saya ngak maksud, saya hanya ingin membuat kamu jatuh cinta sama saya, tampa bayangan masa lalu, saya mau kamu mencintai Gio si dosen kutub dan sangat menyebalkan ini, saya ingin kamu melihat diri saya, bukan kakak kasep yang selalu kamu banggakan itu, saya tidak mau kamu mencintai saya hanya karena saya adalah seorang yang datang dari masa lalu" Ucap Gio meraih tangan Keysa dan meremasnya, ia menyesal karena tidak jujur dari awal, tapi?, apakah salah jika suami ingin di cintai, menjadi dirinya sendiri tampa bayangan masalalu, Gio hanya ingin keysa mencintainya sebagai Gio, bukan kakak kasep
"Lo bodohin gue pak, lo buat gue jadi bingung pak, lo pasti senang kan?, dengan mudahnya gue ketipu, dengan mudahnya gue ketipu sama segala skenario yang lo buat" Ucap Keysa lirih, sembari menepis air matanya dengan kasar
"Saya minta maaf, saya, saya ngak maksud, saya, saya" Ucap Gio menarik tubuh Keysa dalam pelukan, ia tak bisa mengatakan apapun, lidahnya terasa kelu, yang jelas saat ini ia merasa bahagia, ia di inginkan, Keysa masih menunggunya, Keysa memiliki perasaan yang sama sepertinya, Keysa hanya miliknya, dan selamanya akan begitu, milik seorang Gio Anggara
__ADS_1
"Lo jahat pak" Lirih Keysa yang masih berada dalam dekapan hangat Gio, pelukan pertama mereka setelah hampir satu tahun menikah, pelukan pertama setelah sepuluh tahun yang lalu, pelukan yang sangat ia inginkan namun tak berani untuk mengutarakanya, takdir memang rahasia Tuhan, semua di buat dengan sangat rapi dan alami, Gio bertemu keysa di jalanan, ribut, di tilang dan berakhir dengan perjodohan dan menikah, semua bahkan tak pernah melintas di benaknya, bertemu dengan cinta masa kecil adalah keberuntungan yang sangat Gio syukuri, ia tak berharap keysa membalas perasaanya, namun?, tidak ada yang tau rencana Tuhan kan?,
"Maaf" Ucap Gio mempererat pelukanya, sepasang suami-istri itu saling mengucapkan kata maaf, tampa menyadari dua sosok yang sedari tadi menempelkan telinga mereka dan mempertajam pendengarannya, yah kedua bersaudara itu sedang sibuk menguping, menguping pembicaraan suami istri yang dramatis itu
"Bang, si Keysa kenapa teriak gitu?" Ucap Cimi menatap Hafiz dengan tanya, mereka memang keluar dari kamar, namun yah masih menyempatkan diri untuk menguping, Cimi penasaran dengan wajah keysa terlihat panik dan Hafiz kahwatir Gio di marahin sama bininya, ngak enak banget kan?, udah sakit di omelin pula, kedua bersaudara itu sedang mengkhawatirkan hal yang bahkan sangat tak di perlukan, nyatanya sepasang suami istri itu sedang menikmati kehangatan pelukan masing masing
"Ngak tau, teman lo suka teriak ya dek?" Ucap hafiz pelan, ia menjergit saat mendengar Gio di teriaki, dan di maki yang benar saja, seorang Gio di teriaki oleh seorang wanita, hafiz tentu mengenal Gio lama, selama ini tak ada yang berani mengusiknya, karena Gio akan sangat menyeramkan jika berurusan dengan balasan, seorang Keysa Asmiranda Wijaya memang sesuatu
"Key?, teriak teriak?, hm kayaknya seringan tiara deh yang teriak, sttt eh sekarang nagis" Ucap cimi berbisik pelan, cimi masih terlalu polos untuk memahami betapa dramanya kehidupan berumah tangga
"Tapi bang, gue penasaran, kalo Key knapa knapa gimana, gue ngak mau ya teman gue di celakain sama pak kutub" Ucap cimi menatap hafiz dengan tatapan peringatan
"Gio ngak bakal bunuh temen lo dek, udah duduk di sini aja tunggu mereka keluar," Ucap hafiz pelan, tak adalah yang mengkhawatirkannya?, yah pada dasarnya semua hanyalah seputar perjalanan rumah tangga Seorang Gio Anggara dan keysa Asmiranda Wijaya
"Bang, orang udah nikah harus ribut ribut ya? " Ucap cimi pelan, ia merasa penasaran, meskipun keysa pandai menyembunyikan masalah, namun tanpa sengaja cimi melihat jejak kekesalan di sana, apakah pernikahan harus memiliki konflik?, kalo gitu, kayaknya mendingan ngak usah nikah, ngejomblo seumur hidup, jalanin hari hari dengan bersenag senag, kayaknya lebih baik deh
"Lo masih terlalu muda dek, mendingan ngak usah di pikirin, urusan orang gede emang bikin pusing" Ucap hafiz pelan, ia tak ingin otak adik kecilnya terganggu oleh drama rumah tangga,
__ADS_1
"Gue udah gede bang, lo jangan remehin gue" Ucap cimi tak Terima, perdebatan kecil keduanya berhenti saat keysa dan Gio berjalan beriringan mendekati dua bersaudara itu
"Gue balik dulu, udah malam banget" Ucap keysa pelan
"Loh?, lo ngak nginap sini?, pak ganteng kan masih sakit, di bawa motor motoran entar pak ganteng masuk angin" Ucap cimi pelan
"Ya udah lo harus hati hati di jalan, di antarin pak amil mau ya, key bawa motor kan?, ngak mungkin lo nyetir sendiri" Ucap hafiz pelan, ia tak berniat mengusir tapi, yah lebih baik mereka menyelesaikan masalah mereka di rumah, dari pada di sini, si adik kepoonya ini ngak bisa di nasehatin
Gio hanya mengangguk sebagai jawaban, setelahnya hafiz mengantar Gio dan istri ke ambang pintu
"Lo hati hati, kalo ada apa apa kabarin gue,"
"Lo cerewet amat sih cim, yaudah sampe ketemu di kampus"
"Bay"
Kini motor keysa beranjak meninggalkan gerbang rumah hafiz, di depan sana mobil Gio mengendara dengan kecepatan sedang, ban motor terus berputar berpacu dengan segala aktivitas jalan raya, udara dingin membuat keysa mengeratkan jaketnya, yah malam sudah sedikit larut dan hampir hujan, angin bertiup dengan kencang, membuat keysa merasa kedinginan.
__ADS_1