Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Keysa Di Culik


__ADS_3

Hari kini sudah beranjak malam, perlahan Keysa membuka matanya, ia meringis pelan sembari memejamkan matanya, Kepalanya bahkan masih terasa sangat pusing akibat pukulan yang di dapatinya tadi, pukulan yang entah datang dari mana itu, dan jujur saja pukulan itu memang cukup keras dan membuatnya tumbang Tampa sebuah perlawanan, dengan perlahan ia berusaha membukakan mata, ia langsung di sambut dengan hal yang berhasil membuatnya menjadi begitu terkejut, bagai mana tidak saat ini ia bahkan tubuh mungilnya sedang terikat di sebuah kursi di ruangan yang sangat kumuh dan hanya di terangi oleh beberapa lilin kecil, ia sudah berusaha untuk berteriak demi mengharap sebuah pertolongan, namun sayangnya mulutnya bahkan dengan begitu kejam di sumpal dengan kain kotor yang bahkan membuatnya ingin muntah, "benar benar di culik rupanya" batin Keysa, ia memasang posisi siaga saat, seorang pria paruh baya mendekatinya dan mengangkat dagunya, menatapnya dengan tatapan yang bahkan Keysa ketahui tatapan yang sudah berkabut akan sebuah hasrat menjijikan


"Cantik juga" Ucapnya memegang Pipi Keysa dengan begitu lembut hal ini tentu saja membuat Keysa menjadi sangat merinding, bagai mana tidak pria tua itu bahkan mengelus ngelus wajahnya, bagai manapun ia bukanlah orang yang berpengalaman dalam penculikan, dan lagi ia juga tak pernah mendapat perlakukan seperti ini, mahluk tua tak tau diri ini bahkan sangat menjijikan, dengan begitu lancang memujinya, dan lihatlah senyuman menjijikan itu, dalam sekali pandangan saja ia bahkan sudah dapat menilai jika laki laki tua ini tak lebih dari pria mesum yang selalu haus akan sentuhan gadis gadis murahan


'Sialan, gue fikir gue ngak akan pernah ngerasain sebuah penculikan, dari kecil aja ngak ada yang mau nyulik gue, karena gue emang cuma bikin repot, dan lagi ni pak tua mesum malah ngelus ngelus pipi gue, sialan gue kok jadi takut gini ya, aduh mana kepala gue pusing banget, ni orang mukulnya kagak mikir dulu' Batin Keysa sembari terus memejamkan matanya, kepalanya memang terasa sangat pusing tengkuknya pun juga terasa sangat sakit dan dalam sekejap rasa takut pun bahkan sudah mendomisili dalam pikirannya, ia takut kalo ni tua Bangka macam macam sama dia, ia takut kalo ni tua bangka ngelecehin dia, bagai manapun ia juga bukan anak kecil lagi, dan tentu saja pria mesum ini akan dengan mudah tergoda dengannya

__ADS_1


"Wow menarik sungguh menarik, kamu cantik banget sayang, pasti kamu juga hangat dan liat di atas ranjang, ia kan?, postur tubuh kamu mata kamu dan bahkan bibir kamu bikin saya jadi gila, tapi saya ngak bisa ngelakuin itu sekarang, saya harus bersabar sampai apa yang saya mendapatkan apa yang saya inginkan, kamu sabar ya" Ucap pak tua itu tersenyum aneh, senyuman yang bahkan sangat menjijikan, membuatnya ingin memakai si tua bangka itu di tempat, namun?, lagi lagi ia hanya mengumpat dalam hati karena mulutnya yang bahkan di paksa untuk bungkam


'Sialan itu pak tua ini, gue ngak punya urusan sama lu , dan apa ini lu malah pegang pegang pipi gue, sialan awas aja kalo gue lepas gue patahin tu tangan mesum" Batin berteriak Keysa dengan penuh marah, bukan hanya mengelus pipinya, saat ini pria cabul itu bahkan sudah menyentuh mata dan bibirnya dan jujur saja ini benar benar membuat Keysa menjadi merinding, bagai mana bisa si tua bangka itu seenaknya mengelus ngelus pipi mulusnya bisa bisa wajah mulusnya berjerawat karena di pegang tangan kotor itu


"Kalian yakin ini anaknya Roby Wijaya, beruntung sekali dia memiliki putri yang sangat cantik seperti ini, sangat molek dan bahkan tubuhnya berhasil membangkitkan sesuatu yang liar di dalam diri saya, ah ini bahkan membuat saya malah tak sabar, saya tak akan bisa bertahan lebih lama lagi jika di biarkan seperti ini, tali bagai manapun saya harus tetap tenang, dapat saya pastikan jika Roby akan menyesal seumur hidup karena putri kesayangannya bahkan sudah membuat saya ternoda seperti ini " Ucap pak tua itu mengalihkan pandangan pada dua orang di belakangnya, keduanya menggunakan kepala mantap

__ADS_1


"Usaha mu sia sia cantik, akhirnya kamu nyerah juga, sudah saya katakan kamu tidak bisa lepas sebelum Roby memberikan keinginan saya, dan jika itu sudah di berikan kamu haya perlu menghangatkan ranjang saya dan mati" Ucap si pria tua mencium pipi mulus milik Keysa, hal ini jelas saja membuat Keysa membulatkan matanya dengan tatapan tajam


"bajingan ini, awas aja ya, awas aja kalo sampai gue berhasil ngelepasin diri gue pastiin kalo Lo bakalan kehilangan anu Lo, biar ngak bisa celup sana celup sini lagi, benar benar menjijikan, laki gue aja belum pernah nyelup nyelup nah yang si tua bangka malah udah punya angan aja, jangan mimpi, sampe matipun Lo ngak bakalan bisa nikmatin tubuh gue " Batin Keysa dengan penuh tekat, ia tak akan diam saja saat ia di lecehkan, jika hal itu sampai terjadi maka ia akan berjuang sekuat tenaga, ia lebih suka mati dari pada hidup dnegan penuh celaan dari orang sekitar


"Bagus kerja bagus, kalian memang sangat bisa di andalkan, saya jamin Roby akan memberikan apapun untuk menyelamatkan putrinya, tapi hal yang bahkan sangat si sayangkan meskipun dia memberikan dokumen itu putri cantiknya ini tak akan bisa selamat dan keluar dari sini dalam keadaan bernyawa " Ucap pak tua itu, ia meraih ponselnya, entah siapa yang dia hubungin, dan setelahnya meninggalkan Keysa begitu saja

__ADS_1


"Sialan, tua Bangka mesum, udah bau tanah masih aja jahat, gue doain Lo mati mati dalam keadaan paling terhina" Batin keysa kesal, meskipun mulutnya di sumpal kain bukan berarti dapat menghentikan Seornag Keysa menyampaikan sumpah sarapannya, ia berjanji, jika ia lepas maka ia akan membuat pria bajingan ini menderita di sisa hidupnya, ia berjanji pria sialan ini akan membayar mahal atas segala kerugian yang ia alami


__ADS_2