Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Tunangan


__ADS_3

Malam kini sudah mulai larut,


"Pa key pusing key pulang dulu" Ucap keysa berdiri dan berjalan meninggalkan Roby Dina dan Pria, di dalam keheningan, ia merasa jika ini bahkan terlalu cepat, ia baru saja menginjak usia 20 tahun beberapa bulan yang lalu, namun?, Ia bahkan sudah langsung mendapat beban ini, ia tak ingin menikah, namun bahkan saat ini ia telah berhasil menyandang status sebagai calon istri dari pria kutub yang paling menyebalkan ini, ia menghela nafas pelan sembari menatap nanar cincin tunangan sudah melingkar di jari manisnya, ia tak bisa berbuat banyak, bahkan ia hanya bisa berharap jika ini semua adalah sebuah mimpi buruk dan semua akan berakhir saat ia kembali terjaga nanti, bagai mana bisa ia harus hidup dengan dosen kutub ini, mahluk yang menyebalkan dan mahluk yang selama ini sangat ia benci, namun?, Ia tak bisa menolak, tak mau ia harus menerima segala perjodohan ini karena ini adalah keinginan sang mama, keinginan almarhum mamanya sebelum di jemput oleh sang pencipta


"Key, dengerin papa dulu"  Ucap Roby dengan nada pelan, ia tau ini berat untuk putrinya, namun bahkan mereka harus memenuhi wasiat dari almarhum sang istri


"Apa lagi pa, Key bahkan udah nurutin keinginan papa trus ke harus gimana lagi, key memang setuju buat nikah, tapi jangan harap key bakalan ngasih kehidupan key buat dia, key masih muda, perjalanan hidup key masih panjang, dan ada banyak hal yang belum key ketahui dan harus key coba" Ucap keysa tampa beralih menatap sang papa yang berdiri tak jauh darinya, mimpi yang ia bangun bertahun-tahun seketika runtuh akibat kejadian malam ini, bagai mana tidak?, tak pernah terlintas sedikitpun dalam otaknya akan menikah di usia muda ini, bagai mana ia melanjutkan kehidupannya setelah ini, bagai mana ia akan menghadapi teman temanya?


"Sayang, papa ngak bisa berbuat apa apa, ini amanah dari mama mu key, bukankah key sendiri sudah membaca surat terakhir dari mama, papa ngak bisa berbuat banyak, papa harap kamu bisa menerima" Ucap Roby dengan rasa bersalah, ia pun tak menginginkan hal ini, namun, ia tak bisa melakukan apapun


"Key tau pa, tapi key mohon sama papa jangan laksa key untuk cinta sama orang itu, key ngak bisa pa, key terpaksa nerima perjodohan ini karena mama" Ucap keysa dengan nada pelan, ia sudah berusaha untuk mengerti


"Papa paham nak, maafin papa yang tidak becus ini" Ucap Roby dengan rasa bersalah


''Key butuh waktu sendiri pa" Ucap keysa pelan


Roby menarik nafas panjang dan berjalan keluar meninggalkan keysa.


"Ini memang tak mudah bagi keysa"


Setelah Roby benar benar meninggalkan kamar barulah keysa beranjak duduk, menatap cincin yang kini melingkar menandakan kepemilikan atas dirinya, Ia menarik nafas dalam dan membuka cincin


"Sialan, kenapa lo sih kutub sialan itu, mengapa harus dia?" Ucap keysa kesal membuka cincin dari tangan nya


"Mendingan di kalungin aja deh" Ucap keysa dengan pelan, ia tak mungkin menggunakan cincin ini, ini lebih baik dari pada nanti ia di interogasi oleh teman temannya, ia tak ingin temannya tau, ia beranjak dari ranjang nya mengambil jaket kulit dan berjalan menuju garasi


"Mau ke mana key?" Ucap roby mengikuti langkah putrinya


"Key mau keluar dulu pa" Ucap Keysa


berjalan mendekati garasi dan membawa motor kesayangannya meninggalkan pekarangan rumah,

__ADS_1


Roby menarik nafas panjang, jika sudah seperti ini apa yang bisa ia lakukan, di satu sisi ia tak ingin membuat key kecewa dengan harus menjadi istri di usianya yang baru saja menginjak 20 tahun, tapi di sisi lain ia tak bisa mengingkari perjanjian yang telah mereka buat,


Roby kembali masuk ke rumah, tak lama kemudian ia menarik koper dan meletakan nya di bagasi, kang maman kini sudah menginjak gas mobil menuju bandara, yap malam ini juga Roby harus berangkat, ada masalah di kantor nya,


"Kang persiapkan segala keperluannya, minggu depan saya akan kembali," Ucap Roby


"Baik tuan" Ucap kang maman, mobil kini berhenti di bandara.


Keysa masih melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi, ia masih kesal dengan papa nya, bagai mana papanya berfikir sejauh itu dan satu lagi minggu depan keduanya sudah harus menikah, itu sangat konyol


"Guys" Ucapnya bergabung dengan teman temannya


"Key, gimana kabar lu" Ucap bayu


"Baik, oh iya si kiki mana?" Ucap keysa beranjak duduk di kafe tempat geng nya biasa nongkrong


"Oo kiki katanya masih ada sedikit urusan," Ucap cimoy mengulurkan minuman kaleng yang di sambut keysa dengan senyuman


"Gue males bahas itu, gue pusing" Ucap keysa meneguk minuman nya


"Gue heran sama tu anak, ngapain cobak dia repot repot ngejar lu, padahal dia tau masih banyak orang yang bisa di jadiin pacar, dan gue juga heran sama lu kurang apa cobak si Alex udah paket komplit gitu" Ucap cimoy


"Diam lu kiting, gue males bicarain tu anak" Ucap keysa menggembungkan pipinya


Mood keysa saat ini terbilang buruk, ditambah beberapa buah motor berhenti di dekat nya.


Tanpa aba aba mereka menyerang keysa bersama teman teman nya, keysa yang kesal reflek menghajar lawan nya tampa ampun, kebetulan saat ini keysa memang sangat ingin memukul sesuatu untuk pelampiasan ke kesalanya pada sang papa


"Lu ya ngak bosan bosan nya ribut sama kita" Ucap keysa saat seluruh lawan nya tumbang, selain cantik dan jago balap keysa juga jago dalam beladiri,


"Bangun lu" Ucap Cimoy mengangkat kerah baju salah satu dari mereka dan membawanya ke keysa

__ADS_1


"Lu bilangin sama Rojali, belajar banyak dulu sebelum datang ke markas black rose, tikus bodoh bertingkah di sarang macan" Ucap keysa mengangkat dagu pemuda hampir seusianya, mereka dari geng rajawali yang selalu mengacau di sekitaran markas,


"Lepasin tu anak,dan lo lu pada pegi dari sini, sebelum gue habisin" Ucap keysa masih duduk anteng di kursi


Cimoy melepaskan cengkraman nya pada si anak rajawali,


"Dengerin tu, mumpung lagi mode manusia" Ucap cimoy


Si raja wali segera menuju motornya dan langsung meninggalkan markas black rose


Cimoy mendengus kesal, dan duduk di depan keysa sambil berpangku dagu


"Lu kenapa? " Ucap cimoy pelan saat menyadari perubahan raut wajah keysa


"Ngak PP, ahggg kita balapan aja yuk" Ucap keysa berjalan menuju motor nya


"Lu ngak PP kan key, kalo ada masalah ceritain ke kita kita, jangan lu pendam " Ucap cimoy menepuk pelan bahu keysa


"Bacot lu kiting, buruan balapan" Ucap keysa menghidupkan mesin motor nya


"Lu serius?" Ucap cimoy menaikan satu alisnya


"Kalo ngak berani bilang aja, gue bisa cari lawan lain" Ucap keysa masih mengegas motor nya


"Ah ni anak nantangain gue " Ucap cimoy berjalan menuju motor nya dan ikut menyalakan mesin, dan bersiap siap untuk balapan dengan pemimpin balck rose ini


"Lu ngak lagi mabuk kan key?, tembem tumbenan lu ngajak gue balapan, " Ucap cimoy


"Berisik" Ucap keysa,


Bendera putih di naikan pertanda balapan di mulai, keysa dan cimoy memacu motor nya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


__ADS_2