Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
flashback Gio anggara


__ADS_3

Gio anggara


Jam 09:55 aku berjalan pelan menyusuri koridor kampus, langkahku perlahan mendekat lift,


'Ting' pintu terbuka, segera aku berjalan masuk dan pintu lift perlahan menutup, aku cukup kaget saat sebuah tangan kekar menahan pintu, seorang pria berkulit putih menggunakan stelan formal perlahan masuk dan ia berdiri tepat di samping ku, aku masih menggunakan wajah datar ku, suasana lift menjadi begitu hening hingga


'Ting' Pintu lift terbuka, langkah membawa ku ke kls 25 yang terletak di lantai 5, ku langkah kakiku masuk menuju meja ku,


"Kumpulkan tugas, setelah jam saya" Ucap ku, perlahan ku ambil alat tulis ku dan menulis beberapa judul yang akan menjadi materi ku hari ini,


"Skreek" Gang pintu perlahan terbuka, ya siapa lagi yang suka terlambat, itu keysa gadis ku, kening ku mengerut, nafasnya terengah entah dan ada butiran keringat di dahinya dan itu sungguh menggoda iman ku. 'Tahan Gio, lu pasti bisa' batin ku berteriak, karena jujur saja ia terlihat begitu seksi,


"Boleh saya masuk pak" Ucapnya pelan, yang berhasil membuat ku kembali ke alam sadar, ya tuhan, apa apaan itu, mengapa aku menjadi mahluk berotak mesum seperti ini, aku bahkan tak ingin sejak kapan ini datang


"Hm, temui saya setelah jam kuliah berakhir'' Ucapku dengan nada yang bahkan masih sama, aku berusaha untuk se rileks mungkin, ku akan benar benar mati jika sampai ketahuan jika aku bahkan memiliki pemikiran kotor ini


"Bukankah ini sedikit keterlaluan pak?, Cuma hanya telat beberapa detik loh, masak ia harus dapat tugas lagi" Ucapnya yang langsung memprotes, seperti biasanya, jika tak membuat keributan maka bukan Keysa namanya, aku memilih untuk abai dan kembali ke materi, ku lihat ia menghela nafas dengan begitu kesal, dan setelahnya segera ke bangku yang kosong, Tampa terasa waktu berjalan dengan begitu cepat dan pelajaran sudah berada di akhir, tentu saja aku harus segera membereskan barang barang ku untuk segera kembali ke ruangan


"Pak" Seseorang memanggil ku dari belakang, ku dengar ia melakahkan langkah kakinya hingga kini ia berdiri tepat di samping ku


"Saya ingin mengajak bapak makan siang" Ucapnya, ya ia adalah Mila dosen ilmu Pemerintahan,


"Terimakasih, tapi saya tidak lapar" Ucap ku berlalu meninggalkannya yang masih terdiam di tempatnya ,


kini aku telah tiba di depan ruangan ku, perlahan pintu itu ku buka dan berjalan mendekati meja kerja ku.


Kembali ku kerjakan beberapa file yang belum sempat ku lihat.


'Kemana dia' Ucapku  bergumam pelan, saat ini aku sedang duduk santai di balik meja kerja, dan tentu saja sembari menunggu kedatangan gadis kecil ku, aku sudah tidak sabar untuk menjahilinya kira kira hukuman apa yang cocok untuknya, agar ia jera, beberapa minggu ini hubungan kami sudah mulai membaik, dan tak berselang lama sebuah ketukan terdengar dari luar dan tentu saja aku tau siapa yang datang untuk menemui ku, aku menyuruhnya masuk dan gang pintu perlahan terbuka, dan seorang gadis cantik perlahan berjalan untuk mendekati ku, masih seperti biasanya gadis ku terlihat begitu menggoda apa lagi dengan wajah kesalnya, rasanya aku ingin segera memakannya saja


"Mana tugas saya" Ucapnya dengan nada kesal, sedangkan aku?, Bahkan aku menujukan senyuman kecil, berdiri dari duduk ku dan..


"Cup" Aku berhasil mencuri ciuman dari bibirnya, ia melangkah mundur dan memegang bibirnya matanya membulat marah,

__ADS_1


"Dasar mesum, balikin ciuman pertama gue" Pekiknya dengan penuh kesal dan aku sangat yakin jika saat ini kemarahannya bahkan sudah tiba di ubun unbun, Tunggu tunggu dia bilang apa?, ciuman pertama?, jadi? Aku hanya tersenym kecil, tentunya aku senang akulah orang pertama yang menyicipi bibir manis itu, ya aku memang pantas mendapatkan nya dia milik ku dan akan selamanya seperti iyu


"Cup" Aku kembali menciumnya, menyesap dan sedikit **********, rasanya bibir manis ini sungguh memabukan, sayangnya ciuman itu tak berlangsung lama, tubuhku di dorong paksa olehnya, hal itu membuat ku menghela nafas pelan


"Sialan lu" Ucapnya


"Manis" Gumam ku pelan


"Itu hukuman untukmu jika terlambat" Ucapku, bergerak menuju pintu, sedangkan Keysa bahkan masih diam di tempatnya, tubunya terlihat kaku, tapi tetap menggoda di mata ku, uh sungguh dilihat dari segi manapun gadis kecil ku ini benar benar menggemaskan


"Dasar dosen mesum sialan" Ucapnya ketus wajahnya kini sudah memerah sempurna, entah itu karena marah ataupun malu, tapi menurutku keduanya tetep sama sama imut


"Temani saya makan siang" Ucapku perlahan membuka gang pintu dan beranjak meninggalkan ruangan, ia mengikuti ku dari belakang, namun tetap saja ia membuat jarak antara kami, aku hanya tersenyum kecil sambil memegang bibir ku, ternyata aku memiliki keberanian untuk sampai di tahap itu, aku memiliki keberanian melakukanya, haha aku harus mentraktir teman teman ku nanti, setelah berjalan cukup lama akhirnya kami sampai di kantin, setelah memesan makanan aku kembali mendekati meja dimana gadis kecil ku sudah menunggu, Suasana hening hingga pelayan mengantarkan pesanan kami


"Jangan liatin saya seperti itu, saya bisa melakukan nya lagi jika kamu suka" Ucapku dengan senyuman kecil dan dengan santai menyantap makan ku, kapan lagi makan siang di temani istri walau terlihat sederhana namun hatiku sangat senang, ini adalah pemandangan yang langka, dan aku tak akan mungkin melewatkan kesempatan baik ini


"Dasar mesum" Bisiknya pelan, namun masih bisa ku dengar, aku hanya terkekeh pelan sembari menyantap makanan ku dengan hati yang berbunga bunga


"Saya bisa sendiri" Ucapnya segera menarik makanan nya  dan bergegas menyantapnya, aku hanya tersenyum, menatap nya dari ekor mata, ia terlihat begitu imut saat kesal.


Waktu kini berlalu dengan begitu cepat, acara makan pun kini berakhir, kami berjalan beriringan menuju lift


"Kamu masih ada jam kuliah kan?" Ucapku, berjalan santai di sampingnya, Ia tak menjawab ia hanya bergumam pelan sebagai jawaban


"Ok, habis kuliah langsung pulang, mama dan papa akan berkunjung siang ini" Ucapku pelan dan lagi lagi hanya di balas dengan anggukan pelan, mama dan papa baru saja kembali ke Indonesia dan akan menginap di rumah kami untuk beberapa hari kedepan, sedikit menegangkan sih,


"Pak" Seseorang memanggil ku kini langkahnya mendekati kami


'Selalu saja menggangu' batin ku, kulihat wajah itu berubah menjadi masam, Ia melangkah mundur dan berjalan pelan meninggalkan aku


"Mau kemana?"


"Gue harus kembali ke kelas pak" Ucap Keysa yang bahkan memilih untuk berlalu begitu saja, tidak kah ia ingin menyelamatkan ku dari gadis dosen yang membosankan ini?, aku tak bisa berharap banyak padanya, sejak awal ia memang tak pernah mencintai ku dan aku sadar akan hal itu, ku tatap punggung yang kini melangkah menjauh hingga akhirnya ia hilang dibalik pintu lift

__ADS_1


"Pak" Suara Mila mengejutkan ku, aku hanya diam dan memilih untuk tak menjawab


"Semoga bapak suka" Ucapnya yang masih menggulurkan kotak makanan sembari tersenyum cerah,


"Saya masak khusus buat bapak loh pak, pasti enak" Ucapnya yang masih tersenyum


"Terimakasih" Ucap ku mengambil kotak makan dari tangan Mila, bukan karena aku tak suka?, namun?, Aku terlalu malas untuk di ikuti, jika tak di terima maka dapat di pastikan ia akan mengikuti ku sampai ruangan, hal teraman ia lah menerima Tampa harus repot mengatakan apapun


"Ya sudah saya permisi dulu masih ada kelas soalnya, selamat makan siang Pak" Ucap Mila tersenyum lebar dan beranjak meninggalkan ku, Ku tarik nafas pelan dan berjalan menuju ruangan ku yang terletak tak jauh dari sini, Saat akan membuka pintu ruangan ku, ku dengar ada seseorang yang menyebut namaku,


"Gio" Ucap Jino perlahan mendekati ku, dan tersenyum dan apa lagi yang bisa di lakukan Jino selain menggoda ku


"Cie, dapet bekal" Ucap Jino tersenyum jahil, huh seperti anak ABG saja masih merasa baperan hanya di beri bekal, ku buang nafas pelan, akan panjang jadinya jika aku membiarkan jino mengoceh di depan pintu seperti ini


"Masuk" Ucapku membuka pintu dan duduk di sofa, ku letakan kotak makanan itu di hadapan Jino, ia menaikan satu alis nya menatapku dengan tanda tanya


"Buat lu, udah makan aja ngak perlu sok jaim" Ucap ku berdiri menuju meja ku dan kembali membuka laptop ku dan kembali menyibukkan diri dengan beberapa pekerjaan, Jino membuka kotak makanan itu, ia tersenyum


"Wow nasi goreng kesukaan gue, lu yakin ngak mau?" Ucap Jino mengulurkan kotak bekal itu aku hanya menggeleng pelan


"Ngak gue udah makan di kantin" Ucapku dengan ringan, toh aku sudah merasa kenyang karena untuk pertama kalinya  makan siang bersama sang istri tercinta ku,


"Ini enak banget" Ucap Jino yang bahkan terlihat begitu menikmati makanan itu, aku tak ingin perduli, seenak apapun makanan itu akan lebih enak jika makan di kantin bersama istri ku


"Habisin aja" Ucapku dengan nada nan begitu ringan, dan setelahnya tentu saja memilih untuk kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan dan laptop kesayangan ku, beberapa email baru saja masuk, dan aku harus memeriksanya terlebih dahulu sebelum memasukan nilai


"Ya udah gue habisin ni ya, awas aja nanti kalo Lo nyesel" Ucap Jino yang bahkan masih terus mengunyah makanan itu, ia bahkan terlihat begitu menikmati makanan ini,


"Jangan ngomong apa makan" Tegur ku dengan malas, pria tua ini, berapa umurnya, mengapa bahkan tak mengerti bagai mana adab saat makam, apakah karena umur membuatnya menjadi lupa dengan hal yang bahkan sesepele ini


"Iya pak dosen, cerewet amat li, eh ngomong ngomong tadi gue liat bini lu sama cowok kayaknya udah deket banget" Ucap jino dengan nada pelan


"?? "

__ADS_1


__ADS_2