
"Eh, jangan kelamaan Lo liat bini gue" Gio berucap dengan nada kesal, bagai mana tidak setelah menunggu beberapa saat Agus baru datang, dan saat ia datang ia langsung memeriksa luka di bahu dan pergelangan tangan keysa
"Lukanya agak dalam, kita harus jahit ni luka" Agus berucap dengan pelan, ia baru saja datang, dan tentu saja langsung memeriksa melihat luka yang ada di tubuh pasiennya
"Yaudah, jahit aja Gus, jangan kelamaan, perih banget ni" Keysa berucap dengan pelan, luka di pergelangan tak terlalu dalam, dan sudah di balut dengan kain
"Jangan sampe nyakitin bini gue ya" gio mengingatkan Agus untuk bertindak lebih pelan agar tak menyakiti istrinya
"Lo bisa diam ngak sih pak, dari tadi ngomel terus, gue yang luka ni, gue juga yang mau di jahati, kok Lo yang sewot sih"
"Sayang, kamu tahan ya, ngak sakit kok" Gio berucap dengan nada pelan, ia bahkan merasa sedikit ngilu saat melihat jarum jarum itu mulai memasuki tubuh istrinya, dan ia kain jika ini pasti sangat menyakitkan
"Lo fikir gue bocah apa?, Gue baik baik aja, luka begini doang, jarum jahit ngak bakalan bikin gue mati" Ucap Keysa dengan nada malas, gio bahkan begitu berlebihan, hanya jarum jahitan, toh ia juga sudah di berikan obat bius, jikapun sakit mungkin hanya akan terasa saat obat bius itu sudah habis
__ADS_1
"Udah udah jangan cemas gitu, gue ngak papa, beneran deh, gue baik baik aja, udah deh jangan bikin gue jadi tambah kesal, buang ku wajah menyedihkan" Ucap Keysa lagi, gio sedari tadi menujukan wajah tertekan dan jujur saja ini sangat tak nyaman baginya
"Nah, udah kelar, buat beberapa hari kedepan jangan kena air dulu, trus gue juga udah ngeresepin obat, jangan lupa tiga kali sehari" Ucap Agus dengan nada pelan, ia bahkan meneruskan pekerjaannya saat sahabatnya bersikap begitu dramatis, bahkan ia sangat ingin tertawa melihat wajah konyol gio, ia salah orang yang menemani Gio sedari muda, namun?, Bahkan ini adalah kali pertama ia melihat wajah gio yang sebegitu menyedihkan, sepertinya Keysa benar Benar sudah berhasil membuat Seornag Gio Anggara bertekuk lutut di bawah kakinya
"Iya dok, makasih banyak" Ucap Keysa dengan nada pelan
"Iya sama sama, dan Lo Gi, ya wajar sih Lo cemas, tapi ya ngak pake wajah konyol gini juga, bini Lo yang di jahit Lo nya yang malah sibuk sendiri kebanyakan drama"
"Nih liat key, gini nih suami Lo, tadi aja maksa maksa nyuruh gue datang cepat, eh setelah selesai gue di usir gitu aja dong" Ucap Agus dengan mengadu, ia dan Keysa memang sering di pertemukan, terlebih Keysa yang bahkan seakan di kejar bahaya terus menerus, hingga membuat mereka selalu bertemu dan akhirnya terbiasa antara satu dan lainya
"Lo kayak ngak tau dia aja, jangankan luka, gue pilek aja gue mau di kasih infus, suami gue emang lain deh" Keysa berucap dengan nada mengejek sedangkan Gio hanya mengembangkan pipinya dengan kesal karena di ejek oleh istri dan sahabatnya sendiri
"Gue heran kenapa Lo bisa tahan sama dia"
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi, habisnya gue di paksa sih" keduanya tertawa bersama
"Aghss"
"Jangan banyak gerak dulu, tu nanti benangnya bisa copot, gue mau balik, kasihan laki Lo yang pake wajah kesal terus kayak gitu"
"Cepetan gue antar keluar"
"Gue duluan"
"Iya"
Gio dan Agus keluar bersama meninggalkan Keysa yang bahkan hanya menghela nafas dengan pelan, ia bahakan menebak nebak siapa yang selama ini memiliki niat buruk padanya, selama ini selain Alex dan Rojali ia tak pernah memiliki masalah apapun, mereka memang anak geng motor, namun bukan pengacau yang hoby tauran merusak kenyamanan orang sekitar, mereka memiliki cara tersendiri untuk saling menjatuhkan Tampa harus terlibat sebuah pertarungan.
__ADS_1