Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Firasat Gio


__ADS_3

Gio Anggara


Malam kini sudah mulai larut tapi gadis kecil ku tak kunjung pulang, Aku bahkan sudah mencarinya di sekeliling kampus tapi seperti tidak ada tanda tanda akan keberadaannya, seharusnya ia sudah kembali sejak siang, apa mungkin saat ini ia sedang berkumpul bersama teman temanya?, tapi tidak mungkin, jika memang benar bersama temanya bukankah seharusnya saat ini sudah waktunya pulang, jam bahkan sudah menunjukan angka 01.30 wib. ku tarik nafas dengan pelan, entah karena apa aku malah di Grogoti rasa kahwatir dan rasa cemar yang tentu saja membuatku menjadi sangat tak nyaman, terlebih setelah waktu itu, setelah penemuan ku beberapa waktu lalu dan bahkan gambar itu membuat perasaanya semakin tak karuan, beberapa waktu lalu ia bahkan tampa sengaja menemukan gambar masa kecil Keysa bersama kedua orang tuanya, dan sejak saat itu pula aku sadar jika Keysa adalah gadis kecil yang selama ini ku cari, gadis kecil yang berasal dari masa lalu, gadis yang bahkan merubah kehidupan ku, dan pandangan ku terhadap dunia, aku bahkan tak pernah menyangka ternyata dunia ini terlalu sempit untuk memisahkan ku dengan gadis kecil kebanggan ku itu, saat penemuan itu aku tentu saja merasa sangat bahagia, setelah pencarian selama bertahun tahun akhirnya aku bisa kembali melihatnya, aku bisa kembali bermain dan menghabiskan waktuku beramanya, benar, ia adalah gadis kecil yang berhasil mencuri hatiku sejak 10 tahun lalu hingga bahkan membuat ku memilih untuk tak membuka hatiku untuk orang lain, namun, aku hanya bisa menghela nafas pelan, kenyataan bahkan tak seindah khayalan ku semua tidak seperti yang aku bayangkan, Keysa yang sekarang sudah jauh berbeda dengan gadis manis yang aku temui di masa lalu, gadis yang memiliki senyuman cerah dan begitu menenangkan, namun saat ini?, Keysa kecil sudah tumbuh menjadi dewasa dan bahkan menjadi mahluk yang begitu menyebalkan dan sangat suka marah marah, namun hal itu bahkan tak akan bisa mengurangi rasa cinta ku padanya,


'Atau mungkin dia marah? Tapi kenapa? Apa mungkin dia cemburu?, is lu apaan si Gio mana mungkin dia cemburu sama lu, lagian lu juga ngak penting buat dia,' Batin ku, sedari tadi bahkan aku sibuk dengan pemikiran ku sendiri, aku terlalu tenggelam dalam segala ketakutan dan kegelisahan ku, aku takut jika ia membuang ku, aku takut jika ia sudah tak menginginkan aku lagi


'Kok gue kayak orang yang baru saja tercyduk selingkuh sih, agh sialan, biasa bisanya gue ceroboh, bisa bisanya gue ngelakuin hal bodoh itu, sekarang pasti dia jijik banget sama gue, sekarang pasti dia sedang mencari alasan dan mencari waktu yang tepat buat ninggalin gue , Aghh sialan, ngak mungkin, itu ngak mungkin terjadi kan? lu mikirin apa sih Gio, ngak ngak lu udah gila kali ya Gio, lu udah gila' Ucap Ku yang bahkan mengacak ngacak rambutnya, semenjak pertemuan pertama bahkan aku sudah mulai merasakan perasaan aneh pada istri ku, tapi perasaan itu terlalu sulit di pahami, akankah itu cinta?, bagai manapun kami sudah menikah dan hal yang sangat wajar jika cinta itu tumbuh seiring perjalanan waktu, aggh, sudah lah yang jelas saat ini aku sedang merasa sangat cemas karena gadis kecil ku tak kunjung pulang saat malam bahkan sudah menjadi begitu larut, Aku frustasi saat yang ku tunggu tak kunjung menujukan diri bahkan malam sudah sangat larut, tiba tiba ponsel ku berdering, aku meraihnya,


'Papa' ya ternyata papa mertua ku yang menelpon dan tentu saja aku segera menyambutnya


'tapi ada apa, ini kan sudah sangat larut' aku Menyambungkan telepon terdengar suara bas dari seberang

__ADS_1


"Hallo pa" Ucap ku perlahan duduk di sofa  dengan wajah dan rambut yang sudah sangat berantakan, aku sedang gelisah dan sedang mencemaskan keadaan dan keberadaan istri ku, namun?, di kota Jakarta yang besar ini, kemana aku akan mencarinya


".... "


"Apa pa?, trus bagai mana keadaannya" Ucapku terkejut saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh papa mertua ku, ia mengatakan jika gadis kecil ku di culik oleh saingan bisnisnya dan mereka akan membunuhnya jika papa tak menyerahkan berkas berkas penting perusahaan


"... "


"... "


Aku menarik nafas dengan kesal dan kemudian menjawab ucapan papa mertua di seberang telepon 'ah aku memang suami yang tak becus, bahkan aku tak tau jika gadis kecilku di culik'

__ADS_1


"Ya sudah Gio akan ke rumah mengambilkan berkas berkas perusahaan" Ucap ku pelan, ayah sangat cemas hingga merelakan berkas itu untuk keselamatan istri ku, karena sudah di putuskan maka aku hanya bisa segera ke rumah pak untuk mengambil apa yang di perlukan, mobil ku melaju dengan kecepatan tinggi hingga bahkan tak membutuhkan waktu lama Mobil kini berhenti di sebuah rumah mewah yang terletak di kawasan Jakarta Timur, Kang Maman membukakan gerbang untuk ku, kini mobil sudah berada di garasi, aku segera masuk saat bik Asmi membuka pintu rumah


"Ada apa den?" Ucap bik Asmi nampak bingung atas kedatangan gio yang begitu tergesa


"Bik kamar papa mana, ada yang mau saya ambil" Ucap Gio, bik Asmi perlahan berjalan dan aku mengekorinya, langkahnya terhenti saat berada di depan sebuah pintu berwarna putih


'Ckrekk" Gang pintu terbuka aku segera menuju ruang kerja papa, mengambil beberapa map dan segera meninggalkan rumah.


Aku segera kembali ke mobil untuk menemui si penculik, malam sudah begitu larut, tapi jakarta tetaplah jakarta yang selalu sibuk dengan segala aktifitas baik di siang hari mau pun malam hari.


Aku berhenti di sebuah gudang, tampa pikir panjang lu tendang pintu lusuh itu, tidak ada seorang pun menjaga tempat ini,atau mungkin mereka menjebak ku?,tapi sudahlah semua tidak begitu penting untuk ku, aku mencari gadis ku di dalam cahaya lilin yang samar hingga indra penglihatan ku menemukan gadis ku sedang tertunduk lemas di kursi dengan kaki dan tangan yang masih tetap ikat, tangan ku mengepal saat ku dapati wajah cantik nya berganti dengan wajah yang pucat membuat ku menjadi sangat mengkhawatirkan keadaan nya

__ADS_1


Tiba tiba seseorang menendang ku dari belakang dan...


__ADS_2