Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Gio sakit


__ADS_3

Gio melangkah dengan ringan memasuki kelas 17 hari sudah hampir siang, sudah waktunya ia masuk ke kelas Keysa, tentu saja untuk mengajar, Gio masuk dan dengan tenang mulai menerangkan materi yang ia ajarkan


"Key, pak Gio pucat benget ya, atau dia sakit?, ngak biasanya dia gini" Ucap Kiki pelan sembari menyenggol tubuh Keysa yang berada di sampingnya, Keysa mendongak menatap dosen menyebalkan yang sialnya adalah suami keysa sendiri, mahluk menyebalkan yang bahkan berhasil membuat kehidupan normalnya menjadi kehidupan yang penuh akan drama dan bahaya


"Apa si kutub sakit?, biasanya ngak lemes gitu, ngak pucat gitu, biasanya juga ngak SE berantakan itu" Batin keysa pelan dalam sekejap bahkan rasa khawatir sudah berhasil menguasai dirinya, bagai manapun keduanya adalah dua orang yang hidup di bawah atap yang sama, dikit banyaknya gio bahkan sudah membantunya, meskipun Gio sangat suka memberinya tugas namun Gio juga yang akan mengurusnya Jika ia jatuh sakit, Gio juga yang akan menjaganya saat ia merasa ketakutan, ia tau jika Gio adalah sosok yang suka bekerja dan sangat bertanggung Wahab atas pekerjaannya, tapi apakah tak ia bisa mengatur waktu?, jangan karena kerjaan kesehatan terganggu, ia jelas gak menyukai hal itu, ia bahkan lebih tak suka melihat wajah pucat itu


"Biarin aja" Sahut kesya dengan nada nan begitu acuh, meskipun begitu ia bahkan masih sering curi curi pandang pada pria di depan sana, benar, ia memang merasa sedikit cemas dengan keadaan Gio yang jelas sedang tidak baik baik saja


"Tapi kasihan pak gantengnya Ara Key, liat tu pucat banget, kan gantengnya berkurang, is pak ganteng kalo sakit kan mending ngak usah masuk aja, nanti kalo sakitnya tambah patah gimana " Ucap Tiara dengan nada sedih, sedangkan Keysa pura pura tak ambil pusing dengan keadaan yang ada ia berusaha menenangkan dirinya sendiri dan berusaha untuk mengendalikan dirinya melanjutkan pelajarannya, setidaknya itu yang dapat di lihat oleh mata yang melihat, sedangkan dalam hati?, tentu hanya Tuhan yang maha mengetahui, jika Gio benar benar sakit maka ia akan repot karena merawat dan menjaga Gio, ia akan menghabiskan banyak waktu untuk menemani Gio, ia bukanlah orang yang tidak tau diri, Gio adalah orang yang selalu bersamanya selama ini, menjaganya dan menemaninya saat merasa ketakutan saat ia dalam keadaan sakit, ia jelas mencemaskan keadaan Gio


Waktu berjalan dengan begitu cepat jam pelajaran selesai, Gio sudah mebereskan barang barangnya dan berjalan pelan menuju ruangan, kepalanya sedikit pusing ia butuh istirahat sejenak, di sisi lain kesya masih menatap kepergian gio dengan tatapan lekat, Gio beneran sakit?, trus ngapain ke kampus?, kalo makin parah gimana?, dasar


"Eh Key, lo knapa?, melamun aja dari tadi" Ucap Kiki menyenggol tubuh Keysa yang masih sibuk dalam dunianya sendiri, Keysa mengerjapkan matanya beberapa kali, dan ia kembali ke alam sadarnya


"Eh, ah gue ngak papa" Ucap Keysa menujukan senyum konyolnya, ia tak boleh ketahuan, ia tak boleh ketahuan sedang mencemaskan keadaan gio, ia tak ingin bermasalah dengan penghuni kampus jika status pernikahan  mereka terungkap


"Habisin tu makanan lo, keburu dingin, dari tadi di liatin doang" Ucap Tiara lagi, saat ini ketiganya sedang menghabiskan waktu di kantin mengisi perut yang keroncongan di temani beberapa gosip hangat,

__ADS_1


"Hm" Ucap Keysa menyantap mie ayamnya dalam diam, ia merasa tidaknyaman, yah di anggap atau tidak gio adalah suaminya, dan mereka telah bersama dalam waktu yang cukup lama, merasa cemas adalah hal yang normal kan?,


"Boleh gabung?" Ucap seorang pria yang membuat Keysa menghentikan acara mengunyanya, ia mendongak menatap pria yang berdiri di depan meja mereka


"Boleh pak," Ucap Tiara dengan penuh semangat, kapan lagi di samperin dosen tampan, mereka tentu tak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini


"Key, kamu kenapa?" Ucap si pria dengan nada pelan, ia sudah memperhatikan keysa sejak tadi, ia dapat melihat jika keysa sedang tak nyaman, ia bahkan terlihat sibuk dengan dunia dan pikirannya sendiri


"Gue ngak papa bang," Ucap Keysa menyesap minumannya dengan damai, alvino hanya mengguk sebagai jawaban, ia tak ingin bercerita maka ia tak akan memaksa, ia akan menunggu waktu yang tepat, sampai keysa siap berbagi dengannya


"Ki, gue duluan ya" Keysa tiba tiba berdiri


"Ada urusan dikit," Ucapannya dan dalam gerakan cepat segera meninggalkan kantin, ia merasa cemas, ia tak bisa berdiam diri lebih lama lagi dan hal ini benar benar tak dapat di tunda lagi rasa cemas membuatnya nekat melangkah menuju lift dan segera menuju salah satu ruangan yang berada di lantai delapan, tempat pria menyebalkan yang berhasil membuatnya kehilangan kendali atas emosinya sendiri


"Tok tok tok" Keysa mengetok pintu beberapa kali, namun hanya ada keheningan, keysa menghela nafas pelan pria menyebalkan ini, dengan kesal keysa menggedor si pintu dengan sekuat tenaga, sebenarnya apa yang di lakukan gio di dalam sana, mengapa ruangan harus pake acara di kunci, bikin repot kan?


"Selamat siang Pak hafiz pak Jino" Ucap Keysa pelan, ia menujukan senyum konyol saat pintu terbuka, dan ia sudah di sambut dengan kedua pria tampan di depan pintu, namun bukan itu poin utamanya, ia bahkan tak tau jika kedua pria tua ini di ruangan gio, harga dirinya benar benar melorot karena kekonyolannya

__ADS_1


"Selamat siang," Ucap jino dan Hafiz sopan, keduanya mempersilahkan keysa untuk masuk dan dengan ragu keysa melangkah masuk, di depan sana sudah ada Gio dengan wajah pucatnya,


"Ya udah Gi, kita masih ada jam ngajar" Ucap keduanya meninggalkan ruangan milik Gio, mereka tak ingin menganggu momen pasangan suami istri itu,


"Ada apa?" Ucap Gio dengan  nada lemas, keysa hanya diam dan berjalan mendekat, keysa mendudukkan diri di samping Gio


"Lo sakit pak?" Ucap keysa


"Kepala saya sedikit pusing, bisakah kamu membantu?" Ucap Gio pelan, dan hanya di jawab dengan keheningan oleh KEYSA


"Kalo ngak bisa ya udah, kamu bisa tinggalin ruangan ini, saya butuh istirahat beberapa saat" Ucap Gio pelan, ia jelas tak bisa berharap lebih pada gadis di hadapannya, keysa adalah sosok yang tak bisa ia gapai sampai saat ini dan ia menyadari hal itu


"Mendingan lo balik aja pak, kalo sakit lo parah gue bisa repot" Ucap KEYSA lagi, ia cemas hanya saja tak bisa mengekspresikan rasa cemasnya itu, tepatnya ia gengsi ia tak ingin terlihat cemas di depan gio


"Saya masih memiliki beberapa jadwal" Ucap Gio lemas, kepalanya memang sedikit pusing, namun ia masih memiliki beberapa kelas, ia tak bisa melalaikan pekerjaannya


"Gue heran manusia kok kepalanya pada keras semua, ya udah lah bukan urusan gue juga, mau lo sakit mau lo mati gue bodo amat" Ucap Keysa dengan nada kesal, namun tangan kecil itu mulai bergerak untuk menyentuh dahi Gio,

__ADS_1


"Mana panas banget lagi" Rutuk Keysa yang bahkan bertambah kesal akan kekeras kepalaan gio, namun yah ia tak bisa berbuat banyak, dengan malas Keysa meraih tas dan meletakan kotak nasi dan obat penurun panas di meja, sebelum ke sini keysa sempat memesan makanan dan membeli obat, untung keysa membeli obat yang tepat, semoga saja gio menjadi lebih baik setelah minum obat


"Ni makan, trus minum obat, lo ngak boleh sakit, ingat pak, lo ngak boleh sakit, gue ngak mau repot, trus kalo udah ngak kuat kabarin gue, biar gue antar langsung ke rumah sakit, nanti kalo Lo mati duluan papa bakalan gira kalo gue yang bunuh Lo, padahal Lo mati karena kekeras kepalaan Lo sendiri" Ucap Keysa dan segera meninggalkan ruangan Gio, ia hanya ingin mengantarkan ini dan memastikan jika Gio baik baik saja, setelahnya?, tentu saja Keysa harus ke kelas kan masih ada jam kuliah, ia tak bisa abai begitu saja kan meskipun si julit sakit, tidak ada jaminan kalo ia tak mendapatkan tugas dari para dosen killer lainnya, merasa memang sudah menjadi target hukuman dari kata dosen killer, dari itu ia akan berusaha untuk menjauh dari segala kemungkinan yang akan menimpanya


__ADS_2