
Mentari pagi kembali menyapa, dengan langkah pelan Kesya berjalan keluar dari kamar mandi, ia sudah menginap di rumah cimi tadi malam, dan sekarang waktunya ke kampus, memang sedikit terburu buru sih, tapi?, kesya bosan jika kembali terkurung di rumah, mendingan ke kampus bisa ketemu Tiara, kiki dan teman blac rosenya
"Lo serius mau masuk kuliah?" Ucap Cimi yang bahkan masih mempertanyakan keputusan sahabatnya, Keysa bahkan baru saja operasi, namun bahkan dengan keras kepala ingin tetap ke kampus agar tak banyak dramanya
"Ia, lagian gue udah sembuh" Ucap Keysa dengan mantap, sebenarnya mereka sudah menyelesaikan operasi dua Minggu lalu, hanya saja mereka harus menunggu beberapa Minggu hanya untuk memastikan jika tiket ataupun transportasi yang di gunakan benar
"Ngak ke cepetan?, lo baru selesai operasi kemaren loh" Ucap Cimi lagi, ia bahkan masih belum percaya jika harus melepaskan sahabatnya ini
"Gue bakalan hati hati, lagian gue kangen sama temen temen" Ucap Keysa dengan nada
pelan
"Ya udah lo tunggu gue siap siap ya"
"Lo masih sakit, blom bisa masuk kuliah, mendingan istirahat dulu"
"Trus lo gimana?, kan lo ngak bawa motor"
"Udah nunggu di luar"
"Yah bagus deh, kalo bisa cepat cepat cari cowok baru, suami ngeselin lo itu ngak bisa di andalkan" Ucap Cimi
"Lo sensitif banget sih sama si kutub?"
"Habisnya gue masih kesal, lo kan bininya, malah belain cewek lain dari pada lo, nyebelin kan?, yah walaupun dia ganteng, tapi ganteng aja ngak cukup buat bikin gue tenang saat dia nyakitin lo"
"Lo tenang ngak ada yang sakit ataupun di sakiti, ngak usah berlebihan, Ya udah gue duluan ya" Ucap kesya tersenyum lebar
"Gue anterin"
"Kuat?"
"Kuat lah, racun kecil gini mana mempan sama gue"
__ADS_1
"Ngak mempan kok bikin sakit"
"Lo nyebelin key, udah yuk cepetan ke bawah, pak Alvino udah lama nunggu noh" Ucap Cimi, Keysa hanya mengguk malas dan mengikuti langkah cimi menuruni tangga
"Eh" Ucap keysa menghentikan langkahnya, bukankah si julit?, ngapain julit di sini?
"Pagi, eh pak ganteng juga ada" Ucap cimi menarik keysa menuju meja makan, sarapan dulu kali ya sebelum ke kampus, masak ia keysa dateng ngak di kasih makan, ngak baik kan nelantatarin tamu?
"Gimana ke adaan kamu dek" Ucap hafiz pelan
"Udah mulai membaik bang" Ucap cimi mendudukkan diri si samping hafiz dan keysa?, yah tentu saja harus di samping si julit alias gio anggara, keysa masih diam menatap gio dengan tatapan tak biasa
"Makan" Suara Gio membuatnya mengerjakan beberapa kali dan segera beralih mengambil piso dan garpu untuk segera memotong roti yang sudah tersaji
"Eh pak ganteng, tumben ke sini? " Ucap Cimi pelan, Cimi tak sepenuhnya membenci Gio, hanya saja dia tak suka melihat Keysa di perlakukan dengan buruk, itu saja, selebihnya tak ada masalah
"Beberapa kerjaan" Jawab Hafiz yang hanya di balas anggukan kecil oleh Cimi, setelahnya acara makan berjalan dengan tenang, tak ada obrolan, yang ada hanya suara dentingan pisau, garpu dan piring yang saling bersahutan, tak berselang lama acara makan selesai, keysa berdiri dari duduknya untuk segera pamit ke kampus
"Kenapa bapak ngikutin gue" Ucap Keysa, saat berjalan meninggalkan ruang makan
"Bapak duluan aja, gue udah ada yang jemput"
"Keysa Asmiranda Wijaya,"
"Gue udah ada janji sama bang Vino, lo bisa berangkat sendiri kali ke kampus, ngak usah pikiran gue pak" Ucap Keysa, wajah Gio seketika berubah kesal, menolak Gio hanya untuk pergi bersama Vino?
"Udah hampir jam saya, saya tidak akan mentoleransi ke keterlambatan, saya tunggu di mobil" Ucap gio berjalan lebih dulu ke garasi
"Sialan, dosen nyebelin, ngeselin jelek, tua, nyusahin" Ucap keysa menggeram kesal,
"Lo kenapa?" Ucap Cimi yang baru saja muncul dari tangga, ia harus mengenakan baju yang sedikit tebal, udara cukup dingin dan hafiz tidak mau hal buruk terjadi pada adiknya
"Dosen nyebelin itu, agghh" Ucap keysa kesal, berjalan dengan enggan menuju parkiran, dia baru sembuh loh, masak ia mau dapat tugas lagi, ngak ada keringan dikit apa buat istri sendiri?, eh tunggu, sejak kapan keysa mengakui jika ia adalah seorang istri?, udah lah, keysa berjalan malas mengikuti langkah gio, menyebalkan
__ADS_1
"Masuk" Ucap Gio datar, hey bisakah gio bersifat sedikit lebih manusiawi?, punya suami balok es gini benar benar mimpi buruk
"INI juga mau masuk, dasar dosen nyebelin" Ucap keysa masuk ke mobil, gio hanya tersenyum kecil dan segera masuk ke mobil, tak ada pembicaraan antara keduanya, tak ada yang mau membuka dan tidak ada yang berminat satu sama lain, gio menatap keysa yang masih sibuk dengan ponselnya
"Beneran mau masuk kampus?, kamu baru pulih" Ucap Gio yang membuka pembicaraan, bosan juga kan ngak ada interaksi apapun di antara keduanya
"Yah, gue bosan di rumah trus, udah buruan, gue ngak mau telat"
"Kan bisa istirahat di rumah Cimi, "
"Gue ngak enak ngerepotin orang, lagian gue udah beneran sembuh, seriusan deh pak, ngak usah khawatir gitu," Ucap Keysa santai
"Kalo terjadi apa apa, bagai mana saya menjelaskan sama papa dan mama"
"Bilang aja kalo gue kecelakan, kan selesai, lagian yang namnya naik motor, kecelakaan dikit wajar kan? " Ucap keysa santai
"Dasar" Gerutu keysa pelan,
"Ngapa lo liatin gue gitu pak, ngak suka lo?, lagian lo ngak usah sok kahwatir, gue bisa jaga diri, slow aja kali" Ucap keysa, mobil baru saja memasuki parkir, keysa cepat cepat turun dan melangkah menuju kelas, ia tak ingin tiara atau kiki melihatnya, ia tak ingin mendengar ocehan apapun saat ini,
"Pagi" Sapa seorang pria yang membuat keysa mau tak mau menghentikan langkahnya
"Pagi pak" Jawab keysa pelan
"Kapan kamu pulang dari luar negri?" Ucap si pria pelan, yah memang sejak hari kecelakaan itu, Keysa hilang kabar, cimi mengatakan jika ia di bawa ke luar negri untuk menjalani perawatan yang lebih baik, yah bagai mana pun cimi terpaksa melakukan ini, jika ia tak berbohong pastinya teman teman kampus dan teman teman geng motor keysa datang untuk berkunjung, dan yah tentu menyembunyikan status perkawinan keysa akan menjadi sedikit sulit
"Beberapa hari yang lalu," Ucap Keysa pelan, si pria mengguk sebagai jawaban dan keduanya berjalan beriringan menaiki lift, mereka memiliki tujuan yang sama, dan berangkat bersama tidak akan jadi masalah kan?
'Ting' pintu lift tertutup, seorang pria yang tak lain adalah gio menghela nafas, ia tak pernah melihat kebahagiaan itu sejak mereka menikah, keysa selalu menunjukan wajah kesal dan menyebalkan, sedangkan bersama alvino?, bahkan dia tersenyum dan berbicara dengan begitu lembut dan manis,
"Kamu masih marah" Ucap Gio menghela nafas pelan dan segera naik ke lift untuk menuju kelas 25 tempatnya akan mengajar, yah lagi lagi ia di tinggalkan,
"Sial" Ucap seorang gadis menatap dari kejauhan, tangannya terkepal tak suka, saat melihat seorang Keysa tersenyum setelah kecelakaan ini, dan mengapa ia masih ke kampus?, bukankah kecelakaan memerlukan pemulihan yang cukup lama?,
__ADS_1
"Menyebalkan, kenapa lo ngak mati aja sih" Ucapnya dan segera meninggalkan tempat itu