Sikutub Itu Suami Ku

Sikutub Itu Suami Ku
Merasa Tak Berguna


__ADS_3

Keysa dibangunkan oleh hangatnya sang mentari yang dengan kejam menyusup dari balik tirai, Keysa mengeliat pelan dan menegangkan otot ototnya yang terasa menegang


"Selamat pagi" Suara berat itu langsung menyapa indra pendengaran Keysa yang ia tau bahwa itu bukan Cimi, jika kalian berfikir itu Gio makan kalian benar, Gio kini sudah berada di ambang pintu dengan napan makanan, Gio perlahan masuk berjalan mendekati Keysa di ranjang, meskipun sedikit ragu namun ia harus mendekat, ia akan menerima apapun, ia akan menerima semua kemarahan Keysa, toh semua memang salahnya, ia lah yang harus ia terima karena kebodohannya sendiri,


"Sarapan dulu" Ucapnya dengan nada nan begitu lembut sembari meletakan napan di atas nakas yang tak jauh dari ranjang, perlahan Keysa bergerak untuk duduk


"Cimi mana?" Ucapnya dengan nada pelan sambil meraih susu yang di ulurkan Gio


"Hafiz bilang Cimi sakit, dan ngak bisa nemanin kamu ke rumah sakit hari ini" Ucap Gio dengan nada pelan dan setelahnya kembali mengambil alih susu di tangan Keysa, mendengar itu Keysa bahkan hanya mengguk dengan pelan dan suasana kembali hening, tak ada pembicaraan apapun dalam beberapa saat


"Kamu masih marah?, kamu bisa kok marahin saya sesuka hati kamu, saya mengaku salah" Ucap Gio hati hati takut kalau kalau ucapannya menyinggung gadis kecilnya ini, mendengar penuturan pria di sampingnya ini Keysa terdiam sejenak, membuat Gio menjadi sedikit was was memikirkan hubungannya setelah ini, memikirkan bagai mana mereka menghadapi hari esok, demi Tuhan ia tak akan pernah mau menceraikan istrinya, apapun yang akan terjadi ia akan melakukan hal itu, benar hal itu tidak akan pernah ia lakukan, ia sudah mencari gadis kecilnya selama bertahun-tahun ia tak akan mungkin sanggup berpisah lagi, ia sudah mencari begitu lama, dan saat tuhan menakdirkan mereka bertemu maka Gio bertekad tak akan pernah melepaskan Keysa


"Gue mau mandi" Ucap Keysa dengan nada pelan, dan setelahnya ia beranjak dari ranjang meraih tongkat yang ia letak di nakas, ia sudah berada dalam kegelapan ini selama beberapa waktu, dan mau tak mau ia harus menjadi terbiasa dengan semua ini


"Aku bantu" Ucap Gio dengan nada pelan sembari meraih pergelangan tangan Keysa dan menggengamnya erat

__ADS_1


"Gue bisa sendiri pak, ngak usah" Ucap Keysa pelan dan berusaha melepaskan genggaman Gio namun hasilnya nihil Gio malah menggengam tangannya lebih kuat dari sebelumnya.


"Kamu boleh marah sama aku, tapi tolong jangan diamin aku gini, kamu bisa maki aku dan katakan apapun yang ingin katakan, tapi jangan kayak gini" Ucap Gio lirih ada nada memelas di sana Keysa menarik nafas pelan dan membiarkan Gio menuntunnya ke kamar mandi.


"Lo ngomong apa sih pak, gue nggak punya hak buat marah" Ucap Keysa dengan nada pelan, ia bahkan tertawa di dalam hati, benar, ia bahkan tak memiliki hak untuk itu, toh sedari awal mereka memang bukanlah pasangan yang sesungguhnya


"Kamu punya" Ucap Gio dengan cepat, Keysa tentu saja memiliki hak atas dirinya, dan di dunia ini tak ada gadis yang lebih berhak atas diri Gio selain Keysa


"Hanya Lo yang berhak atas diri Lo pak, jangan gangguin gue, gue mau mandi, Lo ngak kasihan sama gue?, gue udah buat loh, Lo masih aja suka menindas gue" Ucap Keysa dengan nada pelan, Gio menghela nafas pelan dan mengangkat tubuh Keysa ke dalam gendongannya


"Kamu mau ke kamar mandi kan, saya antar" Ucap gio dengan nada pelan sembari melangkah dengan pelan


"Eeh pak, ngak usah, gue bisa sendiri" Ucap Keysa panik saat merasakan jika tubuhnya sudah di bawa berjalan


"Kalo udah selesai panggil saya" Ucap Gio dengan nada pelan dan setelahnya segera meninggalkan kamar mandi, Keysa menghela nafas pelan sembari bergerak pelan untuk membuka pakaiannya satu persatu

__ADS_1


"Brak" Suara itu membuat Gio yang masih berdiri di luar dengan panik mendobrak pintu kamar mandi, matanya membuat Keysa yang bahkan sudah terduduk di lantai dengan tubuh polosnya, namun keterkejutannya bahkan di kalahkan oleh rasa paniknya , dengan gerakan cepat mengambil handuk dan menutupi tubuh polos Keysa, dan segera menggendongnya keluar dari kamar mandi


"Kamu baik baik saja?" Ucap meletakan Keysa di atas ranjang


"Mana yang sakit?, kan sudah saya bilang, kalo ada perlu panggil saya" Ucap gio dengan nada panik


"Gue ngak papa pak, cuma kepeleset aja tadi" Ucap Keysa dengan nada pelan dan meraba selimut untuk menutupi tubuhnya yang bahkan hanya di baluti handuk, ini benar benar memalukan, tubuh polosnya bahkan sudah di lihat oleh pria yang masih berdiri di hadapannya ini


"Jangan buat saya menjadi suami yang ngak berguna Keysa, saya tau saya salah, dan saya tak berhak untuk mendapat maaf dari kamu, tapi sayang mohon jangan tolak uluran tangan saya" Ucap Gio dengan putus asa, sedari tadi ia bahkan selalu mendapat penolakan dari sang istri


"Gue bisa sendiri pak, sekarang bapak tolong keluar dulu, gue mau ganti baju" Ucap Keysa dengan nada pelan, saat ini ia ingin mengganti pakaian, mana mungkin ia membiarkan Gio berada di sini dan melihat tubuhnya


"Huh" Gio bahkan hanya bisa menghela nafas dengan begitu putus asa, ia sudah melakukan berbagai upaya, namun?, bahkan Keysa tak menerima itu, dengan langkah pelan segera bergerak untuk menuju pintu utama,


Setelah pintu tertutup Keysa menghela nafas pelan dan bergerak menuju sebuah lemari yang berada di sudut ruangan.

__ADS_1


__ADS_2