
Yu Jie berjalan dengan santai menghampiri Bai Yin juga lima orang yang tengah gadis itu hadapi, setiap mata mereka terpaku padanya membuat Yu Jie semakin percaya diri bisa sekali lagi memicu kesombongan murni.
“Apa ini? Lima orang kultivator tua seperti kalian bahkan tidak malu mengeroyok seorang gadis muda? Menyedihkan, mau dengan cara apa kalian dihajar agar sadar?" tanya Yu Jie.
[25% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]
Lima orang kultivator yang kebanyakan sudah berumur segera mengarahkan pedang mereka pada Yu Jie dengan geram, mereka pertanyakan siapa memang Yu Jie hingga berani mengacau seperti ini.
“Apa yang kami lakukan bukan urusanmu, sialan!!!"
Satu dari mereka sudah bergerak untuk menikam Yu Jie, menyadari ini Yu Jie segera bergerak untuk menghindari tikaman tersebut saat itu juga.
Wushhh!!!
Tikaman yang satu pria tua lakukan hanya menghujam udara, Yu Jie yang menjadi target tikaman nya sudah menghilang entah kemana.
“Hei, kau sedang mencari siapa?"
Yu Jie tiba-tiba muncul di samping pria tua tersebut membuat pria tua itu terkejut, walau tidak lama sebab Yu Jie sudah lebih dahulu menebas lehernya membuat pria tua itu kehilangan nyawa.
“Apa-apaan!!!"
Empat pria tua tersisa tampak tidak percaya melihat satu kawan mereka tumbang begitu mudahnya, Masing-masing dari mereka adalah kultivator Pemurnian Qi yang mana Yu Jie ada satu ranah di bawah mereka sehingga hal seperti ini tidak seharusnya terjadi.
“Sialan, ayo kita serang dia bersama!!!"
Empat pria tua tersisa segera bergerak menyerang Yu Jie dari berbagai arah, melihat hal ini Bai Yin tentu tidak diam saja sebab sudah merasakan sendiri betapa sulit mengahadapi orang-orang itu sekaligus.
“Ayo kita hadapi mereka bersama," ucap Bai Yin dengan pedang di tangannya.
Yu Jie hanya melirik Bai Yin sejenak yang mana gadis itu sudah ada di sisinya, merasa bantuan Bai Yin tidak diperlukan Yu Jie segera bergerak cepat menyelesaikan empat pria tua tersisa dengan tangannya sendiri.
Empat pria tua jelas terkejut melihat Yu Jie bukan takut malah menghampiri mereka, dengan ini keempatnya langsung menebaskan pedang sesaat Yu Jie masuk jangkauan serangan mereka.
Ctankkk!!!
Empat tebasan pedang dari beberapa arah Yu Jie berhasil tangkis hanya dengan satu ayunan pedangnya, bukan hanya menangkis bahkan bertemunya pedang Yu Jie dengan senjata milik empat pria tua itu juga berhasil mendorong mereka mundur.
Empat pria tua yang terpaksa mundur harus kesulitan mempertahankan keseimbangan mereka, yang mana tepat ketika situasi mereka tidak diuntungkan Yu Jie sudah mengambil kesempatan ini untuk menghabisi mereka.
__ADS_1
Langkah Yu Jie seolah tidak menapak tanah ketika di punggungnya muncul sebuah sayap putih, gerakannya menjadi amat sangat cepat hingga mata keempat pria tua tidak bisa ikuti.
Slashhh!!!
“Satu."
Slashhh!!!
“Dua."
Slashhh!!!
“Tiga."
Wushhh!!!
“Empa— ehh ... kemana perginya satu orang tersisa?" Yu Jie penuh tanda tanya.
Setiap ayunan pedang Yu Jie berhasil memenggal satu kepala tanpa kesulitan berarti, sayang ketika hanya tinggal satu orang lagi tinggal dirinya jatuhkan, pria tua tersisa sudah pergi entah kemana menghilang dari posisinya.
“Sudahlah, tidak ada keharusan juga untukku menghabisi mereka semua," gumam Yu Jie sembari menghampiri Bai Yin.
“Hei, apa ada yang salah?" tanya Yu Jie.
Bai Yin segera tersadar dari lamunannya, tidak berapa lama kemudian gadis itu segera membungkuk untuk mengucapkan terimakasihnya.
“Tidak perlu berterimakasih sebab kehadiran mereka di sini juga bisa membahayakan klan ku." Yu Jie karena seberapa dekat wilayah klan nya dengan kehadiran lima pria tua sebelumnya.
“Oh, sebenarnya mereka bisa sampai kemari hanya karena tidak punya pilihan. Aku mengejar mereka sebab kelima orang itu merupakan pengkhianat yang telah mencuri buku bela diri klan ku, siapa sangka mereka malah balik menyerang ku." Bai Yin sedikit malu.
“Kau mengejar mereka seorang diri bahkan saat tau kelimanya memiliki ranah lebih tinggi darimu?" tanya Yu Jie mempertanyakan kebodohan Bai Yin.
“Aku awalnya mengejar bersama seorang tetua juga beberapa anggota klan, sayang kami terpencar sehingga hanya tersisa aku seorang diri." Bai Yin menjelaskan.
Yu Jie hanya mengangguk sebelum berkata, “Karena kebanyakan dari mereka sudah aku habisi, bukankah ini waktunya untukmu kembali?"
Bai Yin nampak membuka mulutnya beberapa kali tetapi tidak ada perkataan keluar dari mulutnya, buku bela diri yang dicuri ada di tangan satu orang yang baru kabur sehingga tugasnya di sana belum selesai.
“Ada apa?" Yu Jie menyadari ada keraguan dari Bai Yin untuk mengatakan sesuatu.
__ADS_1
“Hmm, aku tau ini berlebihan tetapi bisakah kau membantuku sekali lagi? Pria tua yang baru kabur membawa buku bela dirinya dan aku tidak yakin bisa menang melawannya jika mengejarnya," Bai Yin dengan tatapan memohon.
Yu Jie hanya menghela napas panjang sebelum sayap yang sempat hilang kini kembali muncul di punggungnya, demikian jelas membuat Bai Yin yang baru menyadarinya terpana.
“Ini urusanmu jadi kau juga harus ikut," ucap Yu Jie seraya meraih lengan Bai Yin.
Bai Yin sempat terkejut sekaligus senang Yu Jie menggandengnya, meski tidak lama sebab jantung Bai Yin seolah melompat ketika Yu Jie tiba-tiba membawanya terbang di udara.
“Ba— bagaimana bisa?" Bai Yin menatap wajah Yu Jie yang begitu dekat dengan penuh ketidakpercayaan.
“Tentu bisa, aku jenius jadi hal semacam ini jelas mudah."
Yu Jie baru terbang tidak terlalu lama saat pria yang barusan kabur segera terlihat di pandangannya, membuat Yu Jie tanpa ragu mendarat dengan kakinya memijak punggung pria tua tersebut.
Pria tua yang awalnya sempat merasa lega sebab Yu Jie tidak mengejar jelas terkejut menerima serangan tidak terduga semacam itu, dirinya bahkan harus tersungkur ke tanah dengan menyedihkannya.
“Hei, kau pikir mau kemana?" Yu Jie pada pria tua tersebut.
“Ti— tidak Tuan, mohon ampu—"
Belum pria tua itu menyelesaikan ucapannya, pedang Yu Jie sudah lebih dahulu menebas lehernya, hal ini membuat nyawanya hilang saat itu juga.
Yu Jie segera memeriksa tubuh pria tua tersebut untuk mencari buku bela diri yang Bai Yin maksud, benar saja di kantung jubah yang dikenakan pria tua itu ada buku yang sebelumnya dibicarakan Bai Yin.
“Apa ini buku bela diri yang kau cari?" tanya Yu Jie memastikan.
“Be— benar." Bai Yin sembari mengangguk.
“Kalau begitu ambilah, sekarang semuanya sudah selesai," ucap Yu Jie sembari melempar buku bela diri tersebut pada Bai Yin.
Yu Jie setelahnya segera berbalik bersiap terbang kembali ke kediamannya, tetapi belum Yu Jie pergi Bai Yin dengan cepat meraih tangannya untuk menahan kepergiannya.
“Apa?"
“Bi— bisakah aku melakukan sesuatu untuk membalas kebaikanmu?" Bai Yin dengan rona wajah merah padam.
Yu Jie hanya menatap Bai Yin sejenak sebelum berpaling, ingin menyuruh Bai Yin melupakan hal tersebut tetapi lebih dahulu teringat akan sesuatu.
“Tentu ada, aku akan sangat berterimakasih jika kau bersedia membantuku terkait hal ini," ucap Yu Jie dengan senyum seringai di wajahnya.
__ADS_1