Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Seseorang Untuk Disalahkan


__ADS_3

Yu Jie terus menunjukan senyum meremehkan pada Ma Gong juga wakilnya, keduanya masih belum mengambil tindakan bahkan setelah Yu Jie melontarkan ucapan yang cukup keterlaluan.


“Apa memang patriak juga wakil patriak sekte Pedang Darah yang dikatakan terkuat di Kerajaan ini tidak memiliki harga diri? Katakan berapa harganya bila punya, biar aku bayarkan sekarang juga!" seru Yu Jie.


Ma Gong juga wakilnya nampak sudah tidak dapat lagi menahan emosi mereka, keduanya langsung melesat dengan teknik meringankan tubuh untuk menghampiri Yu Jie yang tengah terbang di atas mereka.


Dengan pedang diselimuti Qi bewarna merah pekat di pedang keduanya, terus mereka ayunkan pedang itu berharap bisa memberi luka. Sayang semuanya hanya angan, sebab Yu Jie bisa menghindari seluruhnya dengan sempurna.


“Seperti ini saja?!" Yu Jie dengan tawa lepas menggelegar.


Setelah tawanya, Yu Jie langsung memberi serangan balasan pada mereka. Ayunan pedang Yu Jie begitu cepat juga akurat menyasar leher keduanya, dengan kesungguhan menghabisi mereka saat itu juga.


Ctankkk!!!


Ayunan pedang Yu Jie berhasil keduanya tahan, meski begitu keduanya harus terlempar balik ke tanah demikian kencangnya.


Brakkkk!!!


Satu pertukaran serangan itu sudah membuat Ma Gong juga wakilnya menyadari satu hal, yaitu perbedaan kekuatan antara mereka berdua dengan Yu Jie bukanlah hal yang dapat dihiraukan.


“Sial, betapa tidak beruntung sekte kita harus berurusan dengan sosok sepertinya," umpat Ma Gong dengan decakan kesal.


Wakil patriak hanya mengangguk mengiyakan, dirinya bahkan tidak yakin apakah bisa untuk setidaknya seimbang dengan Yu Jie di pertarungan dua lawan satu ini.


“Kenapa? Kalian gentar? Pikirkan banyak tetua sekte kalian yang telah mati di tanganku, pikirkan juga sekte kalian yang kini tengah ada di bawah telapak kakiku, menyedihkan!" seru Yu Jie berisikan provokasi.


Ma Gong juga wakilnya langsung melihat ke arah belasan tetuanya terkapar, mereka tidak mati melainkan hanya hilang kesadaran.


“Bukan mereka, tetapi tiga tetua yang kau suruh menghabisi tuan putri juga lima tetua yang kau tugaskan mengacau di istana," lanjut Yu Jie dengan santainya.


Ucapan Yu Jie langsung memaparkan kejelasan terkait situasi aneh yang menimpa sekte Pedang Darah, hilangnya cukup banyak tetua ternyata Yu Jie lah dalangnya.


“Sialan, kau pikir siapa berani melakukan semua ini?!" seru Ma Gong di puncak amarahnya.


“Aku? Orang yang akan meratakan sekte mu." Yu Jie dengan senyum seringai.


Ma Gong langsung mengeluarkan seluruh auranya, melesat untuk menyerang Yu Jie dengan membabi buta setelahnya.

__ADS_1


Amarah Ma Gong benar-benar seperti membutakannya, tidak ada keraguan seolah tidak peduli apapun asal Yu Jie mati.


Yu Jie tentu meladeni serangan Ma Gong dengan senang hati, cara bertarung Ma Gong yang sekarang membuat Yu Jie lebih mudah meninggalkan berbagai macam luka cukup dalam.


Ma Gong baru sadar setelah cukup banyak pertukaran serangan, jika di sekujur tubuhnya telah banyak sayatan pedang cukup lebar membuat darahnya terus mengalir keluar.


Berbeda dengannya yang sudah ada di kondisi tidak baik, Yu Jie masih terlihat seperti sedia kala, bahkan jubahnya saja masih terlihat baru dan tampak sama sekali tidak tersentuh.


“Menyadari kebodohanmu? Sudah terlambat!" seru Yu Jie.


Yu Jie menebaskan pedangnya ke arah leher Ma Gong, melihatnya sempat tertegun sehingga yakin pria itu tidak akan bisa lari dari kematian kali ini.


Ctankkk!!!


Wakil patriak sekte Pedang Darah tiba-tiba muncul entah dari mana, menahan tebasan Yu Jie tersebut dengan pedangnya.


Wushhh!!!


Wakil patriak langsung terlempar demikian jauh sebab benturannya, hingga baru berhenti setelah tubuhnya menabrak salah satu bangunan di sana.


Bangunan itu rubuh sebab terhantam tubuh wakil patriak, kondisi wakil patriak sekte Pedang Darah juga langsung terlihat amat tidak baik setelah semua ini.


“Saudara Gong, cepat lari dari sini!" seru wakil patriak dengan mulut dipenuhi darah.


Ma Gong sempat ragu melihat pengorbanan yang dilakukan wakilnya, meski demikian langsung mengambil kesempatan ini untuk lari dari sana tidak ingin apa yang dilakukan wakilnya sia-sia.


Yu Jie hanya tertawa demikian keras melihat itu semua, pengorbanan dan bentuk keegoisan kini terjadi di hadapannya.


Yu Jie terbang menghampiri wakil patriak sekte Pedang Darah saat itu juga, pedang di tangannya sudah dirinya tempelkan ke leher pria itu.


“Apa setimpal?" tanya Yu Jie.


Wakil patriak mengerutkan dahinya, Ma Gong tengah lari dan pemuda di hadapannya malah menanyakan hal tidak jelas semacam ini tentu dirinya pertanyakan isi kepala Yu Jie.


“Jawab saja, apa setimpal?" Yu Jie sekali lagi.


“Jika maksudmu mengorbankan diriku untuknya, maka akan aku jawab amat sangat setimpal." Wakil patriak tanpa ragu.

__ADS_1


Yu Jie sempat menatap kosong wakil patriak sekte Pedang Darah, setelahnya berkata, “Alasannya?"


“Ia adalah sosok senior yang selalu aku hormati, dari sama-sama menjadi murid hingga akhirnya bisa ada di posisi setinggi ini ... aku selalu mengaguminya."


“Wah, betapa erat ikatan antara dirimu dan dirinya." Yu Jie dengan senyum tipis di wajahnya.


Wakil patriak sekte Pedang Darah sempat mengerutkan dahinya, tidak benar-benar mengerti apa sebenarnya yang Yu Jie tengah lakukan kali ini.


“Tidak perlu bingung, aku hanya iri," ucap Yu Jie.


Wakil patriak baru ingin membuka mulutnya, sayang tidak sempat sebab Yu Jie sudah lebih dahulu menebas lehernya.


“Andai murid sialan ku punya sifat sepertimu, mungkin aku tidak akan ada di sini untuk membunuhmu. Jadi salahkan saja penguasa benua ini, mengerti? Bao Cheng namanya, dia akan segera menemuimu di neraka." Yu Jie mengungkapkan itu semua tanpa peduli tidak ada yang mendengarnya.


Pikiran Yu Jie yang sempat kacau langsung terasa lega, dirinya langsung sadari jika dirinya mungkin hanya butuh seseorang untuk mendengar keluh kesahnya.


“Tapi dia bukan orang melainkan jasad ... sudahlah," gumam Yu Jie.


Qi miliknya langsung Yu Jie sebar saat itu juga, guna merasakan keberadaan Ma Gong juga mencari jejak kepergiannya.


Tidak lama kemudian, langsung Yu Jie temukan keberadaan Ma Gong tidak jauh dari sana, jejaknya terus menjauh dari waktu ke waktu.


“Kau pikir bisa kemana?" Yu Jie seraya melesat dengan teknik Sayap Naga Surgawi.


Tidak lama Yu Jie terbang, Ma Gong sudah berhasil dirinya kejar. Kecepatan Ma Gong benar-benar tidak seberapa dibandingkan Yu Jie dengan sayapnya.


“Mati kau!" Yu Jie melesat turun ke tempat Ma Gong berada, dengan pedangnya yang siap diayunkan seketika Ma Gong masuk dalam jangkauan serangan.


Ma Gong di tengah langkahnya dengan panik mengangkat pedang tinggi-tinggi, aliran Qi bewarna kemerahan tiba-tiba menyebar ke sekitar lokasi membuat pandangan Yu Jie terhalang.


Slaashhh!!!


Yu Jie menebaskan pedangnya ke tempat terakhir Ma Gong berada, sayang hanya menebas udara sebab Ma Gong sudah tidak ada di posisinya.


Ma Gong seolah menghilang begitu saja tanpa bisa Yu Jie rasakan keberadaannya, setelah aliran Qi bewarna kemerahan milik Ma Dong mereda, Ma Gong ternyata benar telah pergi dari sana.


“Kau pikir bisa lari sejauh apa, Pengecut?" gumam Yu Jie dengan senyum seringai, tidak sama sekali memusingkan.

__ADS_1


__ADS_2