Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Sombong Tanpa Terlihat Sombong


__ADS_3

Sesampainya di klan, Yu Jie segera menyuruh satu dari beberapa yang berjaga mengantar Mu Yang juga Xiang He ke kediaman kosong untuk mereka tinggali sementara, memang Yu Jie tidak bisa langsung pergi meski ingin karena tanggung jawabnya sebagai ketua klan.


Xiang He juga Mu Yang tidak berani protes bahkan lebih banyak diam, mereka hanya mengikuti saja satu anggota klan menunjukan jalan pada mereka seolah malu sempat membicarakan tuan muda sampah langsung di hadapan orangnya.


Yu Jie sendiri meski kesal tidak ingin memperpanjang masalah ini juga, lagipula keduanya adalah orang yang ingin dibantu olehnya sehingga menjaga hubungan baik cukup tepat untuk dilakukan.


“Setidaknya misi untuk memberi mereka pelajaran telah selesai," gumam Yu Jie menatap pesan sistem yang muncul.


Meski cara penyelesaian misinya tidak sesuai dengan rencana awal Yu Jie yang ingin menghajar habis Mu Yang, hal ini coba Yu Jie hiraukan karena memberi keduanya pengertian agar tidak sembarangan menyinggung seseorang juga tidak terlalu buruk.


Yu Jie setelahnya pergi ke salah satu kediaman besar yang ada di klan, itu merupakan kediaman milik Yu Pao tetapi sayang Yu Pao tengah tidak ada di sana.


“Tetua Pao jarang ada di rumah beberapa hari terakhir, Patriak Jie. Jika ada hal ingin Anda sampaikan bisa katakan saja, nanti akan aku sampaikan langsung setelah Tetua Pao datang," ucap pelayan rumah setelah ditanyai Yu Jie tentang Yu Pao.


Yu Jie hanya menggeleng sebelum pamit, apa yang ingin disampaikannya terlalu penting karena tidak hanya berisi satu dua hal, sehingga ingin mengatakannya langsung saja saat ada kesempatan.


Yu Jie seperginya dari kediaman Yu Pao langsung melesat terbang ke arah pinggiran wilayah klan, hanya ada pohon yang tumbuh di sana sampai satu kediaman sederhana terlihat setelahnya.


“Seharusnya Tetua Wen ada di kediamannya," gumam Yu Jie sebelum mendarat di halaman kediaman tersebut.


Tidak seperti kebanyakan anggota klan, Yu Wen memang punya kediaman jauh dari pusat klan. Alasannya karena Yu Wen suka ketenangan, karena hal ini setelah urusan terkait Yu Gang selesai mulai coba tidak terlalu Yu Jie ganggu sosok Yu Wen guna memenuhi janjinya membiarkan Yu Wen hidup tenang.


“Patriak Jie, apa yang Anda lakukan di sini?" tanya Yu Wen yang tengah bersantai di bangku kayu depan rumah.


Yu Wen mengatakan itu setelah memberi hormat, kedatangan Yu Jie cukup mengejutkan untuknya sebab tidak pernah sekalipun sebelumnya Yu Jie datang ke kediamannya.


“Ada hal ingin aku bicarakan, Tetua Wen." Yu Jie menanggapi hormat untuknya dengan anggukan pelan.


Yu Wen langsung mempersilahkan Yu Jie duduk terlebih dahulu sebelum berbicara, tepat setelahnya Yu Wen amati dengan serius setiap kata yang akan keluar dari mulut Yu Jie untuknya.


“Maaf aku menganggu waktu santai mu, awalnya aku ingin meminta tolong pada Tetua Pao untuk ini, tetapi dirinya tidak ada di kediaman entah kemana."

__ADS_1


“Tetua Pao? Beberapa hari terakhir bukankah dirinya sibuk mencari keberadaan Nona Muda Mei?" Yu Wen mengatakan apa yang diketahuinya.


Yu Jie segera menepuk dahinya, jujur saja dirinya sempat lupa kalau apa yang Yu Pao lakukan adalah perintahnya sendiri pada awalnya.


“Kebetulan kalau begitu, Tetua Wen. Aku memintamu memberitahu Tetua Pao juga setiap anggota sekte yang lain untuk berhenti mencari adikku, bersamaan dengan ini aku juga memintamu untuk menyuruh mereka berkumpul esok pagi di aula. Ada hal penting harus aku sampaikan pada mereka," ucap Yu Jie.


Yu Wen tanpa berani membantah hanya mengangguk, meski penasaran apa alasan Yu Jie meminta pencarian Xia Mei dihentikan, dirinya coba pendam hal ini hingga nanti Yu Jie menyampaikannya sendiri.


“Hanya itu, aku pamit kalau begitu," ucap Yu Jie sembari bersiap pergi.


Yu Wen segera berdiri sebelum memberi hormatnya, mengatakan terimakasih atas kunjungan Yu Jie ke tempatnya yang mana ini merupakan kehormatan untuknya.


Yu Jie hanya mengangguk pelan menanggapinya, jujur saja setiap rasa hormat yang ditunjukan padanya dari anggota klan terasa begitu nyata dan tidak ada kepalsuan membuat Yu Jie sadar tubuh bawaannya memiliki andil cukup besar di sana.


“Aku harap Tubuh Naga Surgawi juga bisa mencegah pikiran berkhianat muncul di benak anggota klan ku," gumam Yu Jie.


Manusia berubah, Yu Jie amat pahami hal ini. Tidak peduli walau sekarang Yu Pao, Yu Wen juga setiap anggota klan begitu hormat padanya, masa depan bisa berbeda.


Yu Jie terus berjalan sampai tidak terasa sudah ada di pusat klan, suasana klan yang masih cukup sepi sebab anggota klan kebanyakan tengah mencari Xia Mei, membuat kesan tenang datang menghampiri Yu Jie.


“Tidak buruk sesekali berjalan santai seperti ini," gumam Yu Jie.


Di tengah langkahnya Yu Jie melewati kediaman cukup besar di sekitar sana, awalnya Yu Jie tidak terlalu tertarik hingga dirinya melihat Xiang He tengah duduk di bawah pohon halaman kediaman tersebut dengan sorot mata kosong.


Pikiran wanita itu nampaknya melayang jauh entah kemana, yang mana dalam tatap mata kosongnya Yu Jie sadari ada kesedihan terpancar membuat Yu Jie secara tidak sadar mendekatinya.


“Apa semuanya terasa berat?"


Xiang He yang tengah melamun segera terkejut, dirinya langsung menoleh sebelum terpaku menatap Yu Jie sudah ada di sampingnya.


“Tidak perlu berlebihan, santai saja." Yu Jie saat Xiang He ingin berdiri untuk memberi hormat.

__ADS_1


Xiang He segera mengangguk, tidak lama wanita muda itu kembali diam tanpa suara.


Hening cukup lama terjadi karena baik Xiang He maupun Yu Jie sama-sama tidak berbicara, ini membuat keduanya tampak merenung dengan pikiran berbeda ada di masing-masing kepala mereka.


“Cukup berat," ucap Xiang He pelan memecah keheningan.


Yu Jie mengangguk mengerti, untuk wanita yang Yu Jie tebak masih di awal dua puluhan tahun tetapi sudah harus memikirkan masalah kerajaan pastilah menerima beban besar harus ditanggungnya.


“Aku mengerti rasanya, jika kau ingin tau aku juga pernah ada di posisi serupa," ucap Yu Jie.


Xiang He hanya mendengarkan, sorot matanya bahkan mulai menatap Yu Jie lekat.


“Tuan Muda Sampah, itu aku. Tidak dipercaya memiliki kemampuan, itu juga aku. Tebak setelah semua itu apa yang aku lakukan? Aku memutar balik setiap anggapan itu, membuktikan kalau aku layak hingga berhasil menjadi aku yang seperti sekarang, ketua klan Yu dengan menyingkirkan orang-orang yang sempat menganggap aku buruk seperti itu."


Saat mengatakan itu, ada angin entah dari mana menerpa wajah Yu Jie membuat rambutnya berkibar pelan, hal ini tanpa disadari Yu Jie menambah pesonanya dibarengi efek tubuh bawaan miliknya yang hampir tidak mungkin seseorang tidak akan terpana kagum melihatnya.


Dua bola mata Xiang He tiba-tiba melebar menatap Yu Jie, dirinya menebak Yu Jie lebih muda beberapa tahun darinya tetapi siapa sangka pemikiran Yu Jie jauh lebih dewasa membuatnya terpana.


“Dalam hidupku, ini pertama kalinya aku kagum pada sosok selain ayahku," ucap Xiang He dengan senyum tipis di wajahnya.


“Senang mendengarnya," ucap Yu Jie membalas senyum Xiang He.


Yu Jie hanya bicara asal untuk menghibur Xiang He, dirinya yakin wanita itu juga tengah ada diposisi serupa dengan memperjuangkan kerajaan seorang diri menentang pangeran pertama yang lebih superior dibanding dirinya. Siapa sangka hanya karena ucapan asal itu, Yu Jie rupanya berhasil memicu hal tidak terduga.


[Sistem mendeteksi ada hal luar biasa baru Tuan lakukan, kesombongan surgawi sejati terpicu karena Tuan berhasil sombong tanpa terlihat sombong, hal luar biasa ini berhasil membuka peningkatan sistem]


Yu Jie hanya menaikan alisnya melihat pesan tersebut, dirinya agak tidak mengerti sebab yang tertera terasa rumit untuk dirinya pahami.


[Dengan meningkatkan sistem maka akan ada lebih banyak misi bisa sistem berikan, bukan misi biasa tetapi misi dengan hadiah luar biasa. Bersamaan dengan ini banyak fitur baru bisa Tuan gunakan, cepat tingkatkan sistemnya dan rasakan kehebatannya]


“Menarik, tetapi kenapa rasanya seperti aku tengah membaca selebaran promosi?" gumam Yu Jie.

__ADS_1


__ADS_2