Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Meyakinkan Yu Pao Juga Yu Wen


__ADS_3

Setelah kembali dari klan Bai, Yu Jie langsung tertidur setelah melakukan beberapa hal lain. Sampai pagi hari tiba dan Yu Jie baru terbangun, suara ketukan pintu kamar cukup keras terdengar beberapa kali.


“Apa?" Yu Jie ketika di depan pintu kamar telah ada Xia Mei.


Xia Mei tersenyum senang dengan wajah antusias, setelahnya berkata, “Kak Jie, bisakah mengajari aku cara menyerap Qi untuk berkultivasi?"


Yu Jie hanya menepuk dahinya, tidak berapa lama lalu sudah dirinya coba beri pengertian pada Xia Mei tetapi gadis itu belum juga paham.


“Mei, ranah mu baru naik. Sudah Kakak bilang untuk membiasakan diri terlebih dahulu, lagipula jika terlalu terburu-buru juga tidak akan baik untuk kultivasi mu."


“Hmm, apa itu harus dilakukan?" tanya Xia Mei dengan polos.


“Tentu saja," jawab Yu Jie singkat.


“Apa Kak Jie melakukannya?"


Yu Jie hanya menggeleng sebab bantuan sistem mencegahnya melakukan hal membosankan tersebut.


“Lalu kenapa aku tidak boleh sementara Kak Jie boleh?" Xia Mei dengan sorot mata menyelidik.


Yu Jie hanya bisa menghela napas sebelum berkata, “Mei, Kakak mu ini berbeda. Seorang jenius tiada tara juga tanpa tanding, jelas Kakak bisa melakukan apa yang orang lain tidak bisa."


[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


Yu Jie menaikan alisnya, dari pesan sistem bisa Yu Jie tebak kalau sepertinya hadiah exp akan semakin berkurang bersamaan dengan peningkatan ranah nya.


“Siapa peduli? Jika sudah begini bukankah aku hanya harus lebih sombong lagi? Untuk misi pun tinggal aku selesaikan saja misinya sebanyak mungkin," gumam Yu Jie.


Yu Jie masih asik dengan pikirannya saat Xia Mei terus menatapnya penuh harap, penasaran segera Yu Jie tanyakan kenapa Xia Mei menatapnya seperti itu.


“Kak Jie sang jenius hebat, sekarang bisakah mengajariku cara menyerap Qi?"


Yu Jie menepuk dahinya, tidak menyangka kalau ternyata Xia Mei tipe gadis keras kepala seperti ini.


“Mei, sudah Kakak bilang tidak. Sekarang kembali ke kamarmu dan biasakan tubuhmu dengan ranah barumu, Kakak ada urusan sebab dua orang penting untuk kita akan datang."


“Baiklah, awas saja jika aku sudah terbiasa dengan ranah ku tetapi Kak Jie belum juga mengajariku cara menyerap Qi," ucap Xia Mei penuh ancaman sembari menutup pintu kamarnya dengan keras.

__ADS_1


Yu Jie menggeleng pelan, bersamaan dengan ini dua orang yang ditunggunya nampak baru datang terasa dari aura kehadiran keduanya yang berhasil Yu Jie rasakan.


“Hormat kami, Tuan Muda Jie."


Dua orang yang tidak lain merupakan Yu Pao juga Yu Wen seolah muncul dari kehampaan di hadapan Yu Jie, keduanya membungkuk memberi hormat yang segera Yu Jie arahkan keduanya untuk ke ruang tamu.


Sekembalinya dari klan Bai memang Yu Jie sempat mengirim pesan pada keduanya, memerintahkan keduanya untuk melakukan sesuatu yang mana hal inilah alasan keduanya datang kemari.


“Tuan Muda Jie, apa yang dirimu minta kemarin untuk kami lakukan sudah selesai. Setiap anggota klan Yu yang ada di bawah perintah kami sekarang pasti telah berkumpul di satu tempat sesuai permintaanmu." Yu Pao membuka percakapan.


“Kerja bagus," ucap Yu Jie sembari mengangguk puas.


“Tuan Muda Jie, bisa aku tau apa yang dirimu ingin lakukan hingga meminta kami melakukan ini?" tanya Yu Wen penasaran.


“Aku ingin melatih mereka." Yu Jie tanpa ragu menjelaskan tujuannya.


Yu Wen juga Yu Pao segera melirik satu sama lain, setiap anggota klan Yu menerima pelatihan langsung dari tetua sehingga mempertanyakan bagaimana Yu Jie bisa penuh percaya diri ingin melakukan hal serupa ketika pelatihannya belum tentu lebih baik dari para tetua termasuk mereka.


“Bukan aku meremehkan kalian berdua, aku melakukan ini karena merasa teknik klan Yu tidaklah begitu baik sehingga ingin menyempurnakannya."


Yu Jie memang pernah beberapa kali melihat anggota klan berlatih, klan Yu yang memiliki spesialisasi pedang dianggapnya agak mengecewakan sehingga tidak ingin membiarkan ini terus terjadi.


Yu Jie menjelaskan hal ini pada Yu Pao juga Yu Wen dan keduanya mengangguk mengerti, meski begitu keduanya masih tidak terlalu puas dengan keputusan Yu Jie yang memiliki kesan meremehkan buku bela diri warisan klan itu sendiri.


"Tetua Pao, bisa kau peragakan satu teknik paling dasar buku bela diri klan Yu?" Yu Jie yang ingin meyakinkan keduanya agar tidak ada rasa kecewa dalam diri mereka.


Yu Pao segera berdiri sebelum menarik pedangnya, tidak lama pedang itu diayunkan yang mana udara ayunannya segera memecah hiasan guci di sudut ruangan.


“Apa ada yang kurang dari teknik ku, Tuan Muda Jie?" tanya Yu Pao.


Yu Jie meski tidak pernah memperdalam teknik keluarga Yu secara langsung, tetapi hanya dengan melihatnya saja segera mengetahui ada kekurangan di sana sehingga langsung memperagakan teknik yang menurutnya sempurna yang secara otomatis muncul di kepalanya.


Yu Jie melakukan hal serupa dengan yang baru dilakukan Yu Pao, dirinya mengayunkan pedang yang mana udara dari ayunan tersebut bukan hanya memecah guci melainkan membuat tembok kediaman hancur.


Yu Pao juga Yu Wen segera terperangah, mereka mengenali teknik ayunan pedang Yu Jie serupa dengan yang mereka pelajari tetapi ada perbedaan yang tidak mereka ketahui.


“Sekarang apa kalian paham? Jika kalian percaya padaku untuk melatih setiap bawahan kalian, maka mereka semua akan bisa melakukan apa yang baru aku lakukan dan ini akan berguna saat waktu menyingkirkan Yu Gang tiba," ucap Yu Jie menyarungkan pedangnya.

__ADS_1


Yu Pao juga Yu Wen segera mengangguk bersamaan mempersilahkan Yu Jie melakukan apa yang diinginkannya, tidak cukup sampai di sana keduanya bahkan mengatakan sesuatu tidak terduga.


“Tuan Muda Jie, bisakah dirimu mengajarkannya pada kami juga?"


Yu Jie jelas bungkam mendengar hal ini, dua orang di hadapannya adalah kultivator Jiwa Bumi yang sudah hidup ratusan tahun. Agak aneh tentu mendengar kultivator setingkat keduanya meminta diajari cara berpedang olehnya.


“Peduli apa? Usia jiwaku bahkan mungkin lebih tua dari mereka," gumam Yu Jie.


“Tentu saja jika kalian bersedia, tetapi sebelum itu bukankah kalian bilang Yu Gang meminta bertemu sebab ada yang dirinya ingin dibicarakan?" tanya Yu Jie.


Yu Pao juga Yu Wen segera teringat kalau Yu Gang mengadakan pertemuan empat tetua, sebab ini keduanya segera pamit pada Yu Jie untuk pergi memenuhi undangan Yu Gang.


“Tetaplah berpura-pura seperti ini, tidak akan lama lagi sampai kita buat Yu Gang malu pada dirinya sendiri," gumam Yu Jie sebelum terbang dengan teknik Sayap Naga menuju tempat setiap bawahan Yu Pao juga Yu Wen berkumpul.


Belum Yu Jie sampai di tempat yang ditujunya, dirinya bertemu dengan tiga orang anggota klan tengah berjalan di bawahnya, ketiganya nampak ingin menuju tempat yang sama sehingga Yu Jie mendarat tidak jauh di belakang mereka.


Ketiga orang itu segera menyadari kehadiran Yu Jie, mereka mempertanyakan apa yang Yu Jie tengah lakukan di sana juga merasa terganggu akan hal tersebut.


“Hei, bukankah itu Tuan Muda Jie?"


“Tuan Muda sampah itu? Sedang apa dirinya di sini?"


Yu Jie hanya tersenyum tipis melihat kebingungan mereka, nampaknya Yu Pao juga Yu Wen belum memberitahu terkait dirinya pada setiap bawahan yang disuruhnya berkumpul.


“Hei, pergi sana. Ini bukan tempat untuk samp—"


Satu dari mereka belum selesai berbicara ketika Yu Jie sudah bergerak untuk meninju mulutnya membuatnya tumbang saat itu juga, hal ini jelas mengejutkan dua orang tersisa sebab gerakan Yu Jie begitu cepat dan sama sekali tidak bisa mata mereka tangkap.


“Perhatikan kepada siapa kalian berbicara, sekarang cepat dan jangan terlambat atau akan aku hukum kalian sesampainya di sana," ucap Yu Jie sebelum melesat terbang saat itu juga.


[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


Kepergian Yu Jie jelas segera menambah kebingungan tersendiri pada dua orang yang temannya Yu Jie pukul hingga hilang kesadaran, mereka mempertanyakan apa maksud tindakan juga ucapan Yu Jie yang terkesan arogan juga sombong seolah Yu Jie merupakan pemimpin mereka.


“Sialan, ada apa dengan tingkahnya?"


“Lupakan itu, lebih baik kau pikirkan bagaimana dirinya bisa terbang di ranah nya yang sekarang."

__ADS_1


Dua orang itu segera terdiam sembari menatap satu sama lain, menyadari ada banyak keanehan dari tuan muda sampah terkenal klan mereka tersebut.


Dibalik kebingungan keduanya, Yu Jie di udara hanya tersenyum geli mencoba menahan tawa, tidak lama kemudian berkata, “Jangan salahkan aku, salahkan kesombongan murni yang seolah selalu minta untuk aku picu."


__ADS_2