Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Buku Bela Diri Seni Perang


__ADS_3

Sudah lewat satu minggu semenjak kelompok Pedang Darah dibentuk, sejak saat itu Yu Jie menghabiskan waktunya mengawasi latihan yang dilakukan setiap anggotanya dan terus ada peningkatan signifikan setiap harinya dari mereka.


“Bagus, nampaknya kalian bisa mempelajari buku bela diri yang aku berikan cukup mudah," ucap Yu Jie di tengah latihan kelompok Pedang Darah.


Setiap anggota kelompok Pedang Darah langsung menghentikan aktifitas latihan mereka, untuk memberi hormat pada Yu Jie yang semakin kemari nampak begitu luar biasa di mata mereka.


“Hormat kami, Tuan Muda Jie!" seru mereka serempak.


Tao Fan sebagai ketua kelompok tersebut langsung bergegas menghampiri Yu Jie, menyampaikan perkembangan latihan setiap anggota yang memang sudah menjadi tugasnya.


Yu Jie mengangguk puas mendengar setiap laporan tersebut, sudah dirinya lihat sendiri kalau perkembangan cepat mereka bukan hanya omong kosong belaka.


“Hari ini kalian bisa berhenti melakukan rutinitas latihan," ucap Yu Jie.


“Tuan Muda Jie, apa kami akan diberi waktu istirahat atau semacamnya?" tanya Tao Fan.


Sembilan anggota kelompok Pedang Darah langsung menunjukan wajah cerah, seminggu terakhir mereka terus berlatih tidak kenal lelah sehingga istirahat memang mereka harapkan.


“Siapa yang berkata demikian?" Yu Jie mengangkat alisnya.


Anggota kelompok Pedang Darah termasuk Tao Fan mengerutkan dahi mereka, setelahnya secara serempak bertanya, “Lalu?"


Senyum seringai muncul di wajah Yu Jie, dirinya tidak ingin kelompok yang baru dibentuk ini cepat puas dengan pencapaian mereka.


“Kita lakukan latihan khusus yang mana aku akan menjadi lawan tanding kalian," ucap Yu Jie.


Wajah setiap anggota kelompok Pedang Darah memburuk seketika, mereka memang sudah mempelajari buku bela diri tingkat Langka, meski demikian mereka belum yakin sanggup melawan Yu Jie.


“Kenapa ragu? Anggap latih tanding ini sebagai pelajaran juga sebagai pengingat betapa lemah kalian," ucap Yu Jie dengan senyum seringai yang masih terpampang.


Anggota kelompok Pedang Darah mengepal erat jemari mereka, ini sudah kesekian kalinya Yu Jie menganggap remeh mereka sehingga tidak bisa lagi hanya diam saja.


“Tuan Muda Jie, jangan salahkan kami jika saat latih tanding nanti terkesan lancang," ucap Tao Fan seraya melangkah menuju sembilan anggota kelompok Pedang Darah.


Yu Jie hanya tersenyum sinis sebelum berkata, “Itu yang aku harapkan."

__ADS_1


Di halaman istana, Yu Jie sudah berdiri tegak di hadapan total 10 anggota kelompok Pedang Darah.


Kelompok Pedang Darah memasang wajah serius tanda mereka akan habis-habisan dalam latih tanding kali ini, dengan tujuan membuat Yu Jie bisa sedikit menghormati mereka.


“Haha, aku suka semangat yang terpancar dari sorot mata kalian," Yu Jie menarik pedang yang dirinya pinjam dari Mu Yang.


Setiap anggota kelompok Pedang Darah melakukan hal serupa, setelahnya maju menyerang dengan serempak.


“Formasi serangan!" seru Tao Fan memberi arahan.


Formasi segera dibentuk oleh kesepuluh orang itu, membuat serangan mereka lebih rapih dan terikat antara satu sama lainnya.


Lima orang anggota kelompok Pedang Darah yang ada di baris depan mengayunkan pedang mereka, Yu Jie bisa dengan mudah menanganinya tanpa sedikitpun terluka.


Serangan baris depan gagal tetapi anggota kelompok Pedang Darah tidak hilang akal, mereka yang di depan mundur sementara yang dibelakang maju untuk menggantikan baris depan yang kosong.


Serangan kembali dilakukan oleh orang-orang yang menggantikan posisi garis depan, Yu Jie sekali lagi dapat menanganinya cukup baik membuat kelompok Pedang Darah mengganti pola serangan mereka.


“Formasi kepungan!" seru Tao Fan.


Setiap anggota kelompok Pedang Darah tiba-tiba menyebar sebelum menyerang Yu Jie dari berbagai arah, tidak hanya itu mereka juga mulai mengeluarkan aura untuk menekan pergerakan Yu Jie.


“Lumayan," ucap Yu Jie dengan senyum seringai.


Yu Jie mulai mengeluarkan auranya untuk melawan setiap aura yang mencoba menekan dirinya, itu berhasil dilakukan bahkan balik menghambat pergerakan sepuluh anggota kelompok Pedang Darah yang kini menyerang.


“Sial, aura ini lagi ...."


Setiap anggota kelompok Pedang Darah mulai mengumpat diri mereka sendiri dalam hati, mempertanyakan kemana otak mereka hingga mengajak monster seperti Yu Jie beradu aura.


Menerima tekanan demikian kuat membuat seluruh anggota kelompok Pedang Darah kehilangan semangat mereka, sudah menebak kalau mereka akan kalah.


“Habis kalian ..." Kata yang keluar dari mulut Yu Jie tiba-tiba terasa dingin dan menusuk pendengaran.


Ucapan Yu Jie berhasil membangkitkan trauma terpendam setiap anggota kelompok Pedang Darah, Yu Jie yang seperti ini benar-benar tidak segan untuk mengambil nyawa dari apa yang ada di ingatan mereka.

__ADS_1


Setiap anggota kelompok Pedang Darah serempak menjatuhkan pedang mereka, setelahnya berlutut dengan tangan terangkat sebagai tanda menyerah.


“Ka— kami mengaku kalah," ucap mereka serempak.


Yu Jie hanya tersenyum sinis menanggapinya, membuat anggota kelompok Pedang Darah menelan ludah mereka.


“Sial, apa dirinya benar-benar marah?"


“Habislah kita ...."


Ucapan penuh keputusasaan banyak terdengar dari mulut setiap anggota, hal ini membuat Yu Jie tersenyum geli secara tiba-tiba.


“Aku hanya bercanda, sekarang berdiri dan lanjutkan latihan kalian," ucap Yu Jie dengan entengnya.


Setiap anggota kelompok Pedang Darah mulai melirik satu sama lain, mereka pertanyakan cara bercanda Yu Jie yang begitu keterlaluan.


Mereka kesal juga merasa dipermainkan, tetapi tidak berani mengungkapkannya sehingga hanya memendamnya saja.


“Perkembangan kalian membuatku cukup terkesima, pertahankan ini hingga hari kelompok Pedang Darah secara resmi diperkenalkan sebagai bagian dari kerajaan," ucap Yu Jie sebelum pergi dari sana seraya bersenandung ria.


Buku bela diri Seni Perang, itulah yang Yu Jie pinta kelompok Pedang Darah untuk kuasai.


Buku bela diri ini mencakup berbagai macam teknik yang harus dilakukan secara berkelompok dari mulai menyerang, bertahan hingga kepungan yang seluruhnya berguna untuk peperangan ataupun pertarungan.


“Penguasaan mereka sudah cukup bagus, jika bukan aku yang menjadi lawan mereka, kemungkinan besar mereka akan menang meski lawannya adalah kultivator di atas tahap mereka," gumam Yu Jie di tengah langkahnya.


Buku bela diri ini disadari Yu Jie merupakan bekal bagus untuk kelompok Pedang Darah menghadapi musuh kerajaan ketika dirinya tidak ada, setidaknya hingga ranah Jiwa Bumi tahap Tinggi dapat kelompok Pedang Darah tangani cukup mudah.


“Aku bisa tenang kalau seperti ini," gumam Yu Jie, mulai memikirkan langkah petualangan barunya nanti.


Kepentingan Yu Jie di kerajaan Zirah Besi pada dasarnya telah usai, hanya tinggal menunggu pelantikan Xiang He sebagai ratu yang harus menunggu para bangsawan juga klan Yu dan Bai berkumpul.


“Seminggu lagi seharusnya mereka sudah datang," gumam Yu Jie.


Yu Jie ingin memanfaatkan hari pelantikan Xiang He sebagai penegas posisinya di kerajaan, posisi yang membuat dirinya dapat memerintah sesuka hati kapanpun dirinya inginkan.

__ADS_1


“Bisa dikatakan akulah nanti pemimpin sebenarnya kerajaan ini," ucap Yu Jie.


Yu Jie tidak sama sekali berpikir itu berlebihan sebab memang inilah yang pantas dirinya dapatkan, setelah semua hal merepotkan dirinya tangani untuk kerajaan.


__ADS_2