Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Pembantaian


__ADS_3

Yu Jie terus melangkah dengan tatapan kosong, cukup lama dirinya berjalan hingga tidak terasa sebuah kediaman usang sudah terlihat tidak jauh di depannya.


Di sekitar kediaman ada puluhan orang berjaga, hal tersebut normal sebab di kediaman tengah hutan itulah Yu Gang berada.


“Hei, sedang apa kau? Cepat kembali, ini bukan tempat sembarang orang bisa masuk tanpa ijin!!!"


Seruan terdengar dari seorang penjaga di sana, Yu Jie tidak menghiraukan terus melangkah hingga wajahnya terlihat jelas oleh mereka semua.


“Sa— sampah itu ...."


Puluhan orang segera menarik senjata mereka, apa yang Yu Jie lakukan dengan membantai habis kelompok buatan Yu Gang sudah mereka dengar sehingga menimbulkan dendam tersendiri dalam diri mereka.


“Sampah, kau pikir setelah apa yang kau lakukan bisa terbebas dari ganjarannya?!!"


Yu Jie hanya menatap puluhan dari mereka dalam diam, cukup lama sampai Yu Jie membuka mulutnya, “Ganjaran lebih pantas diterima pengkhianat klan seperti kalian dibanding aku."


Ekspresi puluhan orang yang tengah berjaga segera berubah geram, mereka mulai melirik satu sama lain sebelum mengangguk hampir bersamaan.


“Mati kau!!!" seru serempak setiap dari mereka menerjang Yu Jie.


[Misi spesial muncul, habisi sebanyak mungkin musuh dengan hadiah 0.5% exp setiap satu orang]


Yu Jie tidak menghiraukan pesan sistem hanya menarik keluar pedangnya, apa yang menjadi tujuannya sekarang bukanlah exp atau sejenisnya melainkan menemukan adiknya.


“Kalian yang akan mati," ucap Yu Jie dengan suara tajam menusuk.


Tidak perlu waktu lama sampai Yu Jie akhirnya berhadapan dengan puluhan orang itu, pedang Yu Jie dengan tanpa masalah bisa mengayun ke sana kemari untuk menepis maupun menyerang balik setiap lawannya.


Slashhh!!!


Yu Jie baru menebaskan pedangnya ke salah satu dari mereka, nyawa seseorang yang baru Yu Jie tebas segera melayang sebab terkena serangan di titik vitalnya.


Satu jatuh yang lain segera maju untuk menggantikan kawan mereka yang tumbang, seolah tanpa jeda hingga tidak terasa belasan orang kini sudah terkapar kehilangan nyawa.


“Jangan hiraukan yang gugur, terus serang untuk menguras tenaganya!!!"


Berbagai seruan terdengar dari puluhan orang tersebut, kebanyakan berisi keyakinan kalau mereka dapat membuat Yu Jie lelah sebelum menghabisinya.


“Bodoh," Yu Jie sembari terus menebas setiap orang yang datang padanya.

__ADS_1


Setiap pedang Yu Jie mengayun, satu nyawa bisa dipastikan menghilang bersama ayunannya, hal tersebut terjadi berkali-kali sampai tidak terasa dari puluhan orang ini hanya tersisa beberapa saja dari mereka.


“Hei, kita harus apa?"


“Ak— aku tidak tau, dirinya lebih kuat dari yang aku bayangkan."


Berbeda dengan saat masih berjumlah puluhan, kini yang tersisa mulai merasa ragu untuk menyerang Yu Jie.


Mereka melihat sendiri bagaimana kawan-kawan mereka kehilangan nyawa membuat mereka tidak ingin mengalami hal serupa.


“Hei, tidakkah kalian sebelumnya mencoba membuatku lelah?" tanya Yu Jie.


Setiap penjaga yang tersisa hanya bungkam, mereka sadar pikiran membuat Yu Jie lelah adalah hal terbodoh yang pernah mereka ucapkan sebab pemuda yang dimaksud tampak masih baik-baik saja.


Tidak ada napas terpenggal atau sejenisnya, membuat mereka yang tersisa mengerti kalau tumbangnya puluhan kawan mereka merupakan hal sia-sia.


“Kenapa diam? Apa ada hal ingin kalian rencanakan?"


Yu Jie seolah menghilang tiba-tiba sudah ada di hadapan setiap penjaga tersisa, mereka jelas terkejut tetapi tidak lama karena pedang Yu Jie sudah terlebih dahulu memotong leher masing-masing mereka.


“Jangan berani-berani merencanakan hal busuk di hadapanku, sialan," ucap Yu Jie sama sekali tidak peduli walau ucapannya tidak akan didengar setiap jasad itu.


“Apa-apaan ...."


Puluhan penjaga yang baru datang segera terkejut melihat hamparan jasad di sekitar Yu Jie, mereka jelas mengenali setiap jasad tersebut sebagai kawan mereka membuat mereka mempertanyakan apa yang tengah terjadi.


“Dirinya ... bukankah Tuan Muda sampah klan kita?"


Mengenali siapa orang di tengah hamparan jasad tersebut, puluhan penjaga yang baru datang segera panik. Beberapa bahkan mulai berlarian berusaha memasuki gerbang kediaman untuk melaporkan itu semua pada Yu Gang.


Yu Jie melihat hal ini jelas mulai bergerak dengan sayap di punggungnya, tidak ingin membiarkan seorang pun pergi dari sana sebab mereka semua harus mati di tangannya.


“Halangi dia!!!"


Mereka yang baru ingin memasuki kediaman berteriak panik, membuat puluhan yang lain berkumpul mencoba menghalau Yu Jie.


Yu Jie yang tengah menggunakan Sayap Naga Surgawi tidak menghiraukan hal ini, dirinya melayang sedikit lebih tinggi membuat berkumpulnya puluhan orang itu tidak ada artinya.


“Kalian ingin kemana?" Yu Jie sesaat mendarat di depan gerbang menghalangi beberapa penjaga yang ingin melapor.

__ADS_1


“Enyah, sialan!!!" seru beberapa penjaga yang ingin melapor.


Ada lima orang dari mereka dengan pedang yang siap diayunkan, mereka menerjang Yu Jie untuk membuat Yu Jie menyingkir.


Yu Jie dihampiri seperti itu jelas senang, tanpa kesulitan berarti segera Yu Jie ayunkan pedangnya membuat kelima orang itu tumbang secara berurutan.


“Jangan kemana-mana, kalian harus tetap di sini mengantri datangnya ajal kalian," ucap Yu Jie.


Puluhan orang segera membeku melihat itu semua, mereka mulai paham mengapa puluhan penjaga sebelumnya bisa tumbang karena mereka sendiri tidak yakin bisa lepas dari cengkraman Yu Jie.


“Benar seperti ini, cukup diam sampai akhir hidup kalian datang," ucap Yu Jie sebelum melesat menghampiri satu persatu dari mereka.


Kecepatan Yu Jie dengan Sayap Naga Surgawi benar-benar sulit ditangkap mata, jangankan untuk menghindar, untuk mengetahui ada di mana Yu Jie sekarang saja seolah sulit untuk puluhan penjaga itu lakukan.


“Arghhh!!!"


“Tidak!!!"


Berbagai seruan penuh penderitaan terdengar, bersamaan dengan itu satu persatu dari puluhan orang tersebut tumbang menyusul banyak penjaga lain yang sudah terlebih dahulu kehilangan nyawa.


Apa yang terjadi saat itu benar-benar membawa kengerian, terkhusus untuk mereka yang masih hidup sebab mereka tau cepat atau lambat mereka akan bernasib sama dengan kawan mereka yang telah kehilangan nyawa.


“Ti— tidak, mohon ampuni kami ... Arghhh!!!"


Beberapa dari mereka mencoba menyerah, membawa harap Yu Jie bersedia mengampuni nyawa mereka siapa sangka hal tersebut sama sekali tidak berguna.


Yu Jie terus menebas setiap dari mereka tanpa kesulitan berarti, semua hal tersebut terjadi begitu cepat hingga tidak terasa setiap dari mereka telah menjadi jasad tanpa nyawa.


“Sekarang saatnya untukmu mati, Gang sialan," gumam Yu Jie.


Yu Jie tidak menghiraukan jasad-jasad di sekitarnya segera menendang keras gerbang usang kediaman di hadapannya, gerbang itu segera terbuka yang mana sudah ada Yu Gang tengah duduk di salah satu bangku halamannya.


“Apa sudah waktunya?" Yu Gang menaikan alisnya.


Pria tua itu nampak tengah menikmati secangkir teh saat Yu Jie masuk secara paksa, kesan tenang yang terlihat dari Yu Gang membuat Yu Jie marah bukan main dibuatnya.


“Apa menculik adikku membuatmu merasa sedikit tenang bahkan saat kematian akan segera menghampirimu?" Yu Jie dengan sorot mata tajam menusuk.


Yu Gang sempat terkejut sebelum tertawa renyah, setelahnya berkata, “Aku tidak mengerti apa yang tengah kau bicarakan, Ponakan Jie."

__ADS_1


“Omong kosong!!!" seru Yu Jie sebelum melesat dengan pedang di tangan mencoba menerjang Yu Gang.


__ADS_2