
Sudah beberapa hari terlewat sejak tumbangnya Yu Sheng, sebab hal ini Yu Jie bisa sedikit tenang dan memutuskan untuk menguasai sebuah teknik dari Buku Bela Diri Naga Surgawi yang ada di ingatannya.
Setelah pertarungannya dengan Yu Sheng, Yu Jie sadari masih ada banyak kekurangan dimilikinya, tidak hanya kekuatannya yang kalah tetapi teknik yang dimilikinya juga terbatas sebab Amukan Naga Surgawi tidak bisa sembarangan dirinya gunakan atau hal seperti terakhir kali akan terjadi.
Jika dengan kemampuan setara ini dirinya harus menghadapi Yu Gang, Yu Jie tidak percaya diri bisa menang.
“Tebasan Taring Naga, aku penasaran akan sesulit apa teknik ini untuk dikuasai," gumam Yu Jie.
Yu Jie mengaliri pedangnya dengan Qi, ayunan pedang dirinya arahkan ke depan membuat dedaunan banyak gugur dari pohon-pohon di sekitar.
Melihat setiap daun yang jatuh, Yu Jie segera menggunakan teknik Sayap Naga Surgawi, dengan kecepatan luar biasa dirinya menebas setiap dari daun-daun itu menjadi serpihan kecil sebelum jatuh ke tanah.
Yu Jie berdecak kagum sebelum berkata, “Mengagumkan, ketajaman juga keakuratan ayunan pedangku ketika menggunakan teknik ini menjadi sangat tidak masuk akal."
Yu Jie segera melakukan hal serupa beberapa kali lagi, tidak lama kemudian halaman kediaman telah dipenuhi dedaunan berguguran dengan potongan kecil yang jumlahnya tidak main-main.
[Selamat tuan, Tebasan Taring Naga telah berhasil Anda kuasai]
Yu Jie menatap pesan sistem aneh, saat menguasai teknik Amukan Naga Surgawi butuh beberapa minggu sebelum dirinya berhasil sementara untuk Tebasan Taring Naga hanya butuh beberapa menit saja jelas Yu Jie pertanyakan tingkat kesulitannya.
“Bukankah ini terlalu mudah?" Yu Jie dengan senyum kecil di wajahnya.
[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]
Yu Jie mengangkat alisnya, dirinya paham itu tanda kesombongan murni telah terpicu yang mana cukup aneh menurut Yu Jie sebab tidak ada siapa-siapa di sana.
“Apa kesombongan murni bisa terpicu dengan cara seperti ini? Bukankah aku hanya harus bertingkah sombong di depan kaca saja jika sudah seperti ini?" Yu Jie dengan senyum senang.
“Sombong apa Kak Jie?"
Yu Jie segera menoleh untuk mengetahui siapa yang berbicara sebelum melihat Xia Mei di sana, gadis itu nampak berkacak pinggang menatap Yu Jie penuh ancaman.
“Apakah semudah itu menguasai tekniknya?" tanya Xia Mei tiba-tiba.
Yu Jie tentu paham kalau kemungkinan besar kesombongan murni terpicu sebab telah sombong di hadapan adiknya, hal ini memutus harapan Yu Jie untuk bisa mengeruk hadiah sistem di depan kaca.
“Amat mudah hingga membuat halaman berserakan sampah, iya?"
__ADS_1
“Eh ...."
Yu Jie segera memerhatikan kondisi halaman kediaman sekali lagi, tempat yang biasanya bersih kini tampak kacau karena serpihan daun bekas latihannya mulai terpencar terbawa hembusan angin.
“Kenapa diam?" tanya Xia Mei.
“Aku akan membersihkannya, Adik Mei. Tidak perlu marah," ucap Yu Jie dengan senyum canggung.
Xia Mei yang awalnya tampak kesal tiba-tiba tersenyum, hal ini membuat Yu Jie menatap curiga.
“Tidak perlu, biar aku yang bersihkan tetapi dengan satu syarat." Xia Mei mengangkat telunjuknya.
“Apa?" tanya Yu Jie.
“Ajari aku cara menyerap Qi, sudah lama sejak tubuhku terbiasa dengan ranah baruku jadi Kak Jie harus menepati janji," ucap Xia Mei yang senyumnya semakin melebar.
Yu Jie hanya menghela napas panjang, nampak jelas Xia Mei tengah mencoba memanfaatkan kotornya halaman untuk keuntungannya.
“Kemari kalau begitu, biar Kakak ajarkan hal yang selalu dirimu harapkan ini," ucap Yu Jie sembari memberi isyarat Xia Mei untuk mendekat.
“Hehehe ...."
Xia Mei sudah duduk bersila di tengah halaman dengan mata terpejam, gadis itu terus menuruti arahan Yu Jie yang secara berkala memandunya.
“Sekarang kosongkan pikiranmu, Mei," ucap Yu Jie.
Xia Mei hanya mengangguk, merasa apa yang dilakukan Xia Mei sudah tepat segera Yu Jie arahkan langkah selanjutnya dan yang paling penting untuk melakukan penyerapan Qi.
“Sekarang fokuskan kesadaran mu untuk merasakan alam sekitar ... sudah?"
Xia Mei hanya diam, tidak menanggapi sedikitpun yang mana ini berarti fokus Xia Mei sudah memasuki puncaknya.
“Seharusnya kau sudah bisa merasakan Qi yang ada di sekitarmu, hanya fokuskan Qi yang terasa dingin di mana Qi jenis inilah yang bisa tubuhmu terima, jika sudah coba serap Qi itu untuk memasuki tubuhmu," ucap Yu Jie.
Tidak berapa lama setelah ucapan Yu Jie, Qi di tubuh Xia Mei secara bertahap mulai bertambah, gadis itu pada saat yang sama juga nampak merasakan kenyamanan luar biasa dari kultivasi yang dilakukannya.
“Menyerap Qi pada dasarnya tidak beda dengan menyerap khasiat pil obat, aku tau Mei tidak akan kesulitan hanya karena hal mudah seperti ini," ucap Yu Jie dengan anggukan puas sebab keberhasilan Xia Mei.
__ADS_1
Xia Mei perlahan membuka matanya, dua bola mata gadis itu nampak cerah menunjukan kebahagiannya.
“Hehe, aku berhasil," ucap Xia Mei.
“Aku tau," timpal Yu Jie singkat.
“Hanya itu?" Xia Mei menaikan alisnya.
Yu Jie hanya menghela napas panjang, Xia Mei saat ini jelas sedang begitu ingin dipuji.
“Oh, lihat siapa ini? Adik dari jenius terhebat Yu Jie, pantas saja tidak kalah hebatnya," ucap Yu Jie.
[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]
“Hehehe ...."
Xia Mei tiba-tiba melompat untuk memeluk Yu Jie erat, sesekali tawa senang terdengar dari gadis itu membuat Yu Jie menggelengkan kepalanya.
“Mei, apa yang kau minta telah aku turuti. Bukankah seharusnya kau segera pergi beristirahat?" tanya Yu Jie.
Wajah Xia Mei sontak murung, jelas merasa berat hati lepas dari Yu Jie yang nantinya akan jarang ada di kediaman lagi dan Yu Jie paham akan hal ini.
“Mei, Kakak punya banyak urusan untuk diselesaikan. Setelah masalah dengan Yu Gang selesai, Kakak berjanji akan menghabiskan lebih banyak waktu untukmu," ucap Yu Jie mencoba memperbaiki suasana gadis itu.
Xia Mei yang biasanya mengiyakan entah mengapa hari itu berbeda, hanya menatap Yu Jie dalam diam saja sebagai bentuk ketidaksetujuannya.
“Baiklah, mau jalan-jalan sebentar?" tanya Yu Jie memilih menyerah melelehkan keras kepala adiknya.
“Benarkah? Bagaimana dengan kota Dua Bagian? Aku dengar ada banyak jajanan enak di sana, terkahir kita pergi aku belum sempat mencoba bahkan satu saja jajanan itu." Xia Mei menatap Yu Jie penuh harap.
Yu Jie hanya mengangguk, terakhir kali pergi bersama Xia Mei ke kota malah harus berurusan dengan alkemis menyebalkan membuat kesan Xia Mei rusak sehingga Yu Jie ingin memperbaikinya.
“Kak Jie, apa aku boleh membeli setiap jajanan yang aku inginkan?" tanya Xia Mei di tengah perjalanan.
“Tentu saja, Kakakmu ini ketua klan dengan banyak harta. Jangankan hanya jajanan, memberikanmu seisi dunia saja akan Kakak usaha dapatkan," ucap Yu Jie.
[10% exp juga 100 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]
__ADS_1
“Woahhh, Kakak memang Yu Jie jenius yang aku kenal." Xia Mei mendekap erat lengan Yu Jie.