Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Takut Akan Kekalahan


__ADS_3

Yu Jie baru mengarahkan Xiang He juga Mu Yang keluar mengikutinya, para pelayan kebanyakan sudah lari melihat apa yang Yu Jie lakukan pada tuan mereka sehingga tidak ada halangan untuk Yu Jie pergi dari sana.


“Tuan Muda Jie, para prajurit pengawal ku," ucap Xiang He.


Yu Jie tentu ingat belasan prajurit tersisa, yang mana segera dirinya cari keberadaan mereka bersama Xiang He juga Mu Yang sebelum pergi lebih jauh.


Di bangunan terpisah dengan kediaman utama bangsawan ternyata ada ruangan bawah tanah, Yu Jie segera memasukinya sembari menaruh waspada takut-takut ada penjaga kediaman tersisa.


Baru pintu ruang bawah tanah terbuka segera tercium bau anyir darah, ruang bawah tanah itu ternyata sebuah penjara yang isinya belasan prajurit pengawal Xiang He.


Mereka memang tidak ikut jamuan dan diajak ke tempat berbeda oleh bangsawan dan orang-orangnya, siapa sangka mereka sepertinya disiksa sebelum kehilangan nyawa mereka di dalam penjara ruang bawah tanah tersebut.


“Sialan, apa yang terjadi sebenarnya?!!" Mu Yang dengan geram.


Yu Jie segera menjelaskan terkait alasan tindakannya, maksud dari bangsawan yang menyambut juga apa rencana mereka pada Xiang He malam itu.


“Kurang ajar!!!" seru Mu Yang.


Mu Yang merasa tindakan Yu Jie menghabisi bangsawan penguasa kota tanpa basa-basi adalah hal tepat, meski menyayangkan dirinya tidak tau apa-apa sebelumnya sehingga tidak ambil bagian juga.


“Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya Mu Yang ketika hanya tersisa mereka bertiga saja.


“Kita pergi ke ibu kota secepatnya, seharusnya pangeran pertama tidak akan berani melakukan hal seperti ini di sana," ucap Yu Jie.


Mu Yang segera mengangguk pun dengan Xiang He, hanya Yu Jie menurut mereka yang dapat dipercaya menilik fakta bangsawan kerajaan saja berani merencanakan hal kotor seperti ini pada mereka.


Ketiganya segera meninggalkan kota malam itu juga, yang mana belum terlalu jauh mereka melangkah tiba-tiba ada hawa kehadiran tiga orang cukup kuat mencoba mengejar mereka.


“Tuan Muda Jie, ada apa?" tanya Xiang He ketika Yu Jie tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Yu Jie hanya menarik pedang dari sarungnya, memberi isyarat juga pada Xiang He dan Mu Yang untuk mundur menjauh darinya.


“Tuan Putri, berdiri di belakangku." Mu Yang ikut menarik pedangnya dengan waspada, mengerti Yu Jie tidak mungkin melakukan ini jika tidak ada alasannya.


Di balik gelap malam minim penerangan, mulai terlihat tiga orang dengan jubah senada, ketiganya tampak sudah cukup sepuh namun masih prima kondisinya.


“Jubah merah darah dengan pedang di masing-masing pinggang mereka? Ini berbahaya," ucap Mu Yang menatap ketiganya tidak percaya.

__ADS_1


“Jelaskan," ucap Yu Jie menatap ketiganya lekat yang mana mereka terus semakin dekat setiap waktunya.


“Sekte Pedang Darah, sebuah sekte besar yang menyokong pemberontakan pangeran pertama selama ini. Mereka adalah orang-orangnya," jelas Mu Yang.


Yu Jie segera membaca tingkat kekuatan ketiganya, Masing-masing adalah kultivator Jiwa Bumi tahap Awal yang kemungkinan besar memiliki jabatan tetua di sekte tersebut.


Tidak butuh waktu lama sampai ketiganya sampai di tempat Yu Jie berada, sorot mata ketiganya terpaku pada Xiang He, tampak mengenali Xiang He sebagai tuan putri yang tengah mereka cari.


“Tuan Putri, Anda ingin pergi kemana ketika kami belum menyelesaikan tugas menyingkirkan Anda?" tanya salah satu dari mereka dengan senyum mengerikan di wajahnya.


Xiang He dengan tubuh gemetar mulai bersembunyi di balik Mu Yang, jenderal kerajaan jelas menatap yang baru berbicara geram dengan pedang di tangan.


“Jika ketiganya orang yang mengemban tugas menghabisi Xiang He malam ini, lalu empat orang yang sebelumnya aku habisi siapa?" Yu Jie penuh tanda tanya.


Yu Jie tidak memusingkan hal ini hanya menatap ketiganya dengan dingin, perlahan sebuah aura keluar dari tubuhnya guna menekan mereka bertiga.


“Oh, jangan bilang kau yang menghabisi empat murid sekte kami?" tanya salah satu dari mereka pada Yu Jie.


“Empat orang yang datang ke kediaman sebelumnya murid sekte kalian? Pantas kekuatan mereka tidak seberapa serupa dengan tiga tetuanya," ucap Yu Jie.


[20% exp juga 200 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


“Sebuah ucapan sombong dari seorang pemuda entah siapa," ucap salah seorang mereka sembari memberi isyarat dua yang lain untuk mengikutinya.


Ketiganya tanpa banyak bicara langsung menyerang Yu Jie dengan pedang mereka, bersamaan dengan ini aliran Qi mulai menyelimuti pedang ketiganya tanda mereka serius ingin menyingkirkan Yu Jie saat itu juga.


“Kami tidak tau kau siapa, tetapi satu hal yang perlu kau tau adalah kau harus mati karena berani ikut campur masalah ini!!!"


Yu Jie dengan senyum remeh segera mengangkat pedangnya, sesaat kemudian mengeluarkan lebih banyak aura yang kebetulan berhasil mengungguli jumlah aura milik ketiganya.


“Benarkah? Kebetulan aku juga berpikiran sama, walau sayangnya kalianlah yang akan mati menurut pikiranku ini," ucap Yu Jie.


[20% exp juga 200 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


“Sombong!!!"


Ctankkk!!!

__ADS_1


Yu Jie berhasil menahan ayunan pedang ketiganya, saat pedang ketiganya menempel dengan pedang Yu Jie, Qi milik ketiganya yang memiliki warna merah pekat seolah menjalar menempel pedang Yu Jie menyasar jemari Yu Jie yang menggenggam pedang tersebut.


“Sebuah teknik? Sayangnya terlalu jelas." Yu Jie sembari mendorong pedang ketiganya agar tidak terus menempel dengan pedangnya.


Ketiga tetua sekte Pedang Darah terpaksa melangkah mundur sebab hal ini, mereka mulai melirik satu sama lain sebab Yu Jie ternyata lebih kuat dari dugaan mereka.


“Dirinya hanya kultivator Pembentukan Jiwa tahap Menengah, kenapa bisa sekuat ini?"


Kepala ketiganya mulai dipenuhi banyak pertanyaan, menyadari ini segera Yu Jie serang mereka dengan pedang miliknya.


Slashhh!!!


Ketiganya tampak tidak siap saat sabetan pedang Yu Jie menyasar tubuh mereka, membuat luka cukup dalam harus mereka derita.


Melihat ketiganya terluka, Yu Jie segera menggunakan teknik Sayap Naga Surgawi untuk menghampiri Mu Yang juga Xiang He, menarik lengan keduanya sebelum melesat pergi terbang dari sana.


“Tuan Muda Jie, ada apa? Apa menghabisi ketiganya tidak memungkinkan untuk dirimu lakukan?" tanya Mu Yang.


“Ketiganya bukan masalah untukku, hanya saja ...."


Yu Jie memandangi jemarinya, aliran Qi milik ketiganya sempat menyentuhnya membuat luka muncul di sana menyerap juga mengacaukan aliran Qi di tubuhnya.


“Jangan bilang teknik mereka berhasil mengenai Anda, Tuan Muda Jie?" tanya Xiang He khawatir.


“Benar, apa kau mengetahui teknik yang mereka gunakan untuk melukaiku ini?"


Xiang He baru mau menjelaskan sebelum sadar kalau dirinya kini tengah terbang, membuat jantungnya seolah copot sebelum terpejam tampak pingsan.


Yu Jie dengan sigap menangkap tubuh Xiang He sebelum jatuh, dirinya gendong tubuh itu sembari melirik Mu Yang untuk menjelaskan apa yang terjadi.


“Tuan Putri takut ketinggian, Tuan Muda." Mu Yang dengan senyum canggung, merasa tidak enak sebab takut Xiang He merepotkan Yu Jie.


“Takut ketinggian? Itu normal, sepertiku yang takut akan kekalahan," ucap Yu Jie dengan wajah tertimpa angin malam membuat rambutnya berkibar.


[20% exp juga 200 poin sistem Tuan Yu Jie terima karena terpicu nya kesombongan murni]


“Anda, memang luar biasa ...."

__ADS_1


Mu Yang menatap Yu Jie dengan mata berbinar, ketiga orang yang baru Yu Jie hadapi adalah tetua sekte Pedang Darah terlihat dari jubah mereka yang khas.


Orang-orang seperti ketiganya adalah mimpi buruk kerajaan Zirah Besi tetapi untuk Yu Jie, ketiganya seolah tidak beda dengan kultivator biasa pada umumnya yang bisa dihabisi kapan saja.


__ADS_2