Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Akhir Hidup Yu Gang


__ADS_3

Suara seruan dari kedua belah pihak segera menggema memenuhi hutan dekat kota, ratusan bawahan Yu Gang dengan ribuan orang-orang Yu Jie segera bertabrakan dengan senjata masing-masing di tangan mereka.


Pertempuran memang sudah tidak mungkin bisa dihindari, dua pihak yang saling benci antara satu sama lain seolah sudah siap menjadikan kesempatan tersebut ajang pelampiasan amarah mereka.


“Para pengkhianat sialan, betapa bodoh kalian tunduk pada tetua tidak kompeten hingga akhirnya ikut membelot pada tuan muda sampah tidak berguna!!!"


“Jaga mulutmu sialan!!! Kalian lah pengkhianat sebenarnya, belum lagi tuan muda yang kalian maksud sudah tidak ada, yang ada sekarang hanya patriak Jie jadi ingat ini!!!"


Berbagai ucapan tidak senang terdengar senada dengan suara benturan pedang yang bertemu, membuat pertempuran yang terjadi tampak demikian kacau.


“Patriak Jie, mengapa dirimu bergerak seorang diri?" tanya Yu Pao yang tidak tenang sebab tidak akan tau Yu Jie ada di sana jika tidak mendengarnya langsung dari Bai San.


“Aku hanya tengah terburu-buru, jadi tolong mengerti keputusanku," ucap Yu Jie.


Yu Jie sadar tindakannya membuat Yu Pao, Yu Wen juga setiap anggota klan risau, tetapi mau dikata apa ketika keselamatan Xia Mei tengah dipertaruhkan di sana.


Yu Pao juga Yu Wen sendiri hanya mengangguk, mereka kecewa tetapi menyadari posisi Yu Jie sebagai pemimpin membuat mereka tidak bisa berkata banyak seberapa kecewa apapun mereka.


“Kemana Yu Man?" tanya Yu Jie ketika tidak melihat satu calon tetua klannya tersebut.


Yu Pao hanya menunjuk barisan depan pertempuran, Yu Man tengah ada di sana bersama setiap anggota elite klan di bawah perintahnya untuk membantai musuh.


“Mungkin Patriak Jie tidak tau betapa Yu Man juga anggota elite klan yang lain amat menghormati Anda, mereka merasa bersalah sebab lemahnya mereka membuat Patriak Jie tidak percaya pada mereka hingga memutuskan melakukan hal semacam ini seorang diri," ucap Yu Pao diikuti anggukan dari Yu Wen.


Yu Jie hanya menghela napas panjang, kekecewaan itu disadarinya bukan hanya dirasakan Yu Man saja melainkan dua tetua di hadapannya juga.


“Tidak ada sangkalan dariku, jika kalian ingin kecewa maka kecewa lah. Ini murni kesalahanku sebagai ketua klan Yu sendiri," ucap Yu Jie.


Sempat hening setelah ucapan Yu Jie tersebut sebelum suara batuk terdengar dari Bai San yang ikut mendengar itu semua, hal ini membuat Yu Jie teringat kalau Bai San juga hadir di sana.


“Baguslah kalau dirimu sadar, Patriak Jie. Bahkan jika aku boleh jujur, diriku juga kecewa. Kau pasti tidak tau bukan betapa putriku tengah begitu khawatir akan keselamatanmu sekarang?" Bai San dengan senyum penuh arti.


Yu Jie hanya mengangguk, dirinya ingat kalau Bai Yin sempat bertemu dengannya sebelum datang ke sana sehingga amat yakin kalau Bai Yin lah alasan hingga semua dari mereka bisa datang untuk membantunya.


“Kalau begitu sampaikan salamku padanya, Patriak San. Katakan padanya aku amat berterima kasih sebab tanpanya aku mungkin akan kesulitan sekarang," ucap Yu Jie.

__ADS_1


Bai San hanya terkekeh sebelum berkata, “Sampaikan langsung saja sekaligus lamarannya."


Yu Jie hanya tersenyum canggung mendengar itu, setelahnya segera dirinya perhatikan kondisi pertempuran yang jelas tampak unggul di pihaknya.


Dari jumlah, pihaknya unggul begitu pula dengan ranah kultivasi juga teknik yang sama unggulnya, hal ini membuat bawahan Yu Gang tidak memiliki kesempatan untuk menang dapat Yu Jie langsung ketahui.


Hal serupa nampak disadari juga oleh Yu Gang yang tengah memperhatikan situasi pertempuran, yang mana Yu Gang pertanyakan bagaimana bisa bawahannya dibantai habis ketika seharusnya orang-orang Yu Jie tidaklah lebih kuat dari para bawahannya.


“Ini tidak bisa terus dibiarkan," gumam Yu Gang sebelum melesat terbang memasuki pertempuran.


Kehadiran Yu Gang segera membalik situasi pertempuran, orang-orang di pihak Yu Jie yang sebelumnya unggul segera harus merasa tertekan.


Kehadiran Yu Gang ke sana memang bukan hanya untuk menonton melainkan ikut andil langsung dalam pertempurannya, membuat orang-orang Yu Jie kesulitan bahkan hanya untuk mempertahankan nyawa mereka.


“Sialan, betapa tidak tau malu Gang sialan itu ikut campur dalam pertempuran dengan tingkat kekuatannya," gumam Bai San sebelum bersiap melesat menghentikan Yu Gang.


Serupa dengan bagaimana Bai San geram, Yu Jie, Yu Pao juga Yu Wen merasakan hal senada membuat mereka melesat secara bersamaan ikut memasuki pertempurannya.


Ctankkk!!!


Yu Jie dengan Sayap Naga Surgawi dengan cepat sampai sebelum menebaskan pedangnya, Yu Gang berhasil menyadari serangan tersebut sehingga berhasil menangkisnya.


Slashhh!!!


“Huahaha, tidak aku sangka akan datang saatnya kita ada di sisi berlawanan seperti ini," ucap Bai San yang pedangnya mulai dialiri darah.


“Patriak San, mengapa dirimu ikut campur pada perseteruan klan Yu yang seharusnya tidak kau campuri?!!" seru Yu Gang tidak terima.


Slashhh!!!


Yu Gang baru berteriak saat tebasan lain mendarat di tubuhnya, kali ini Yu Pao yang melakukan hal tersebut membuat Yu Gang kesal bukan kepalang merasa dipermainkan.


“Pengecut, hadapi aku satu persatu ji—"


Slashhh!!!

__ADS_1


Yu Gang belum menyelesaikan ucapannya saat tebasan pedang sekali lagi harus dirasakannya, membuat Yu Gang lemas sebab mulai banyak kehilangan darah.


“Tetua Gang, kau tidak lupa kalau ada aku juga bukan?" Yu Wen dengan senyum lebar.


Yu Gang segera bungkam menatap empat orang dihadapannya, baik Yu Jie, Bai San, Yu Pao juga Yu Wen bukanlah kultivator sembarangan membuatnya sadar kalau posisinya tengah begitu buruk sekarang.


Menghadapi satu dari mereka dengan kondisinya yang sekarang saja tidak yakin bisa Yu Gang lakukan, sehingga harus menghadapi keempatnya sekaligus disadarinya amat mustahil.


Yu Gang di tengah kemelut pikirannya tiba-tiba teringat putranya yang telah meregang nyawa, Yu Jie lah orang yang mengambil nyawa putranya membuat satu pikiran muncul di kepala Yu Gang.


“Kalau aku harus mati, maka aku harus membawamu juga!!!"


Yu Gang bersamaan dengan seruannya tiba-tiba menebaskan pedangnya pada Yu Jie.


Yu Jie yang sedari awal tengah fokus jelas tidak hanya diam dan segera mengangkat pedangnya untuk menghalau, yang mana tepat setelah halauan pedangnya berhasil, masing-masing dari pedang Bai San, Yu Pao juga Yu Wen mengayun menjadikan Yu Gang sebagai target.


Slashhh!!!


Tubuh Yu Gang segera terkoyak membuatnya hampir mustahil untuk dapat selamat, benar saja sebab setelah itu tubuh Yu Gang segera jatuh ke tanah dari yang semulanya melayang di udara.


Brukkk!!!


Tepat setelah jatuhnya tubuh Yu Gang, setiap bawahannya yang masih bertarung segera membatu, mereka sadar kalau ini adalah akhir untuk mereka sebab pemimpin yang mereka percaya kini sudah tidak ada di dunia.


“Kami menyerah!!!" Serempak bawahan Yu Gang yang tersisa melempar senjata mereka sebelum berlutut di tanah.


[Misi spesial bisa diakhiri, apa Tuan ingin menyudahinya?]


Yu Jie hanya diam sebelum mengaliri pedangnya dengan Qi, sesaat kemudian mengayunkannya membuat lesatan energi muncul dari sana menyasar setiap bawahan Yu Gang yang telah menyerah.


Sekitar seratus orang bawahan Yu Gang yang tersisa segera ambruk kehilangan nyawa, hal ini membuat setiap sorot mata terarah pada Yu Jie dengan penuh perasaan ngeri.


“Sekarang sudahi misinya," gumam Yu Jie.


[Misi selesai sepenuhnya, jumlah musuh yang terbunuh juga hadiahnya akan sistem akumulasi ... Berhasil, hadiah 130% exp berhasil Tuan dapatkan]

__ADS_1


[Sistem mendeteksi Tuan memiliki 200% exp yang terkumpul, apa Tuan ingin melakukan peningkatan kekuatan?]


“Tahan, ada hal harus aku lakukan," gumam Yu Jie sebelum memberi perintah pada setiap anggota klannya untuk mencari keberadaan Xia Mei di sekitar sana.


__ADS_2