Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Lima Pria Berjubah Misterius


__ADS_3

Malam perlahan datang setelah seharian Yu Jie menemani Xia Mei mengelilingi kota, setiap apa yang Xia Mei inginkan langsung Yu Jie belikan membuat suasana hati adiknya itu demikian baik.


“Kak Jie, hari ini menyenangkan," ucap Xia Mei menyandarkan kepalanya di bahu Yu Jie.


Yu Jie hanya tersenyum tipis, ikut senang tentu saja melihat adiknya terus tersenyum bahagia seperti sekarang.


“Mei, apa kau mau kalung giok itu?"


Yu Jie yang menemukan salah seorang pedagang menjual kerajinan dari batu giok, tidak tampak mewah tetapi indah membuat Yu Jie ingin melihat Xia Mei memakainya.


“Tidak, aku tidak mau karena ada hal sejenis yang telah aku buat. Aku harap Kak Jie mau memakainya," ucap Xia Mei yang memang telah menyiapkan sesuatu.


Yu Jie hanya menunggu apa yang Xia Mei ingin berikan, gadis itu nampak merogoh seluruh kantung di gaun cantiknya tetapi tidak menemukan apa-apa.


“Apa terjatuh?" gumam Xia Mei.


“Mau aku bantu carikan?" tanya Yu Jie.


“Tidak, Kak Jie. ini kejutan, tunggu di sini biar aku saja yang cari," ucap Xia Mei sebelum melangkah pergi menyusuri jalanan kota.


Yu Jie hanya menghela napas panjang, memilih menuruti apa yang Xia Mei pinta dengan menunggunya di sana.


Satu menit, dua menit telah terlewat dan Yu Jie masih menunggu Xia Mei kembali. Hingga waktu yang terlewat sudah masuk hitungan jam, dari sinilah Yu Jie entah mengapa merasa tidak tenang.


“Mei!!!"


Yu Jie sudah bergerak ke arah Xia Mei pergi, waktu yang mulai larut membuat jalanan kota perlahan nampak sepi.


“Sialan, jangan bilang ada sesuatu terjadi pada dirinya?" Yu Jie penuh rasa gundah.


Yu Jie terus menyusuri jalan tempat Xia Mei pergi sebelumnya, dengan kecepatan tinggi hingga tidak berapa lama dirinya sampai di gerbang kota.


“Apa Mei mengerjai aku dengan kembali seorang diri?" Yu Jie mencoba berpikir positif.


Di tengah kebingungan Yu Jie, dari arah berlawanan mendekat cukup banyak orang. Gerombolan itu dipimpin oleh Bai Yin yang seperti tengah begitu terburu-buru.

__ADS_1


“Tuan Muda Jie, sedang apa kau di sini?" tanya Bai Yin saat tidak sengaja berpapasan.


“Aku hanya berjalan-jalan bersama adikku, tetapi dirinya menghilang entah kemana setelah berkata ingin mencari sesuatu," ucap Yu Jie.


Yu Jie setelahnya menanyakan pada Bai Yin apa sempat berpapasan dengan Xia Mei, yang mana Bai Yin hanya menggeleng membuat Yu Jie tidak tenang.


Kekhawatiran Yu Jie semakin bertambah setelah menyadari anggota klan Bai yang ikut bersama Bai Yin bukanlah kultivator sembarangan, satu dari mereka bahkan Yu Jie kenali sebagai tetua sehingga pasti ada masalah penting tengah mereka coba selesaikan.


“Apa ada yang kalian tengah coba lakukan?" tanya Yu Jie mencoba memastikan dugaannya.


Bai Yin hanya mengangguk sebelum menjelaskan, jika klannya menerima laporan dari para penjaga kota kalau ada beberapa kultivator asing tampak mencurigakan sehingga Bai Yin ditugaskan untuk menyelidikinya.


Tidak hanya sampai di sana, Bai Yin juga sampaikan kalau beberapa kultivator asing itu memiliki kekuatan tidak rendah membuat satu tetua ikut bersama untuk memastikan keselamatannya.


“Jangan bilang ...."


Yu Jie segera menggunakan Sayap Naga Surgawi untuk terbang dari sana, sudah tidak bisa berpikir jernih apalagi jika mengingat Yu Gang belum sama sekali dihabisi.


Memang Yu Gang dan orang-orangnya yang Yu Jie duga sebagai dalang dari hilangnya Xia Mei, dengan menyusup ke dalam kota lalu melakukan hal seperti ini jelas Yu Jie kutuk perbuatan mereka.


Yu Jie menyusuri hutan dekat kota menuju markas Yu Gang diketahui berada, benar saja tidak berapa lama kemudian dirinya lihat ada lima orang dengan jubah tertutup tengah membawa Xia Mei yang terus berusaha memberontak di punggung salah satu dari mereka.


“Sialan!!!" seru Yu Jie dengan emosi memuncak.


Yu Jie tanpa pikir panjang langsung mendarat di hadapan kelimanya, menutup jalan mereka sehingga kelimanya terpaksa harus berhenti.


“Kak Jie ...."


Xia Mei belum sempat menyelesaikan ucapannya saat seseorang yang membopongnya membuatnya hilang kesadaran, melihat ini jelas murka Yu Jie dibuatnya.


“Singkirkan tanganmu dari Adikku, sialan!!!"


Yu Jie segera melesat ke arah orang yang membopong Xia Mei berada, hal ini jelas tidak dibiarkan oleh empat yang lain sebab keempatnya langsung menghalau jalan Yu Jie agar tidak bisa mendekat lebih jauh.


“Kalian pikir hal semacam ini berguna?!!" Yu Jie yang mulai menarik pedang dari sarungnya.

__ADS_1


Yu Jie segera menebaskan pedangnya pada empat orang yang menghalanginya, keempatnya tidak membawa senjata sehingga Yu Jie sempat yakin kalau menyingkirkan mereka akan mudah.


“Apa-apaan ...."


Yu Jie segera terkejut melihat energi es tipis mulai muncul di hadapan keempatnya, es yang berasal dari Qi itu perlahan melebar membentuk perisai untuk menghalau tebasan pedang Yu Jie.


Crankkk!!!


Perisai es segera pecah berkeping-keping setelah bertemu dengan pedang Yu Jie, yang mana baru Yu Jie ingin kembali menyerang tiba-tiba perisai es yang sama sudah terbentuk lagi.


“Buatlah perisai es sebanyak yang kalian mau, aku akan tetap menghancurkannya tidak peduli berapa kali pun itu!!!" seru Yu Jie menghantamkan lagi pedangnya pada perisai es tersebut.


Crankkk!!!


Perisai es kembali hancur, Yu Jie yang sudah mulai mengerti cara kerja teknik tersebut segera menerjang tidak memberi kesempatan perisai es sebelumnya kembali muncul.


Yu Jie dengan pedang di tangan sudah begitu siap mengayunkannya, siapa sangka belum pedang ditangannya menebas, sudah muncul energi es lain yang kali ini berbentuk runcing.


Ada empat es runcing yang serupa dengan ujung tombak, masing-masing mengarah ke wajah Yu Jie yang tidak sempat menghentikan langkah membuatnya menghampiri empat runcingan es secara sukarela.


Crankkk!!!


“Itu berbahaya," gumam Yu Jie sembari mengambil langkah mencoba membuat jarak.


Beruntung untuk Yu Jie masih bisa menebas empat es runcing dengan pedangnya, menghentikan empat es runcing tersebut menghujam dirinya.


“Siapa kalian?!!" tanya Yu Jie dengan sorot mata tajam.


Kelimanya hanya diam, masing-masing wajah mereka tertutup kerah jubah sehingga sulit untuk Yu Jie mengenali mereka.


Belum lagi minimnya penerangan sebab lokasi pertarungan berada di tengah hutan, membuat kelima orang tersebut terasa semakin misterius untuk Yu Jie.


“Jika mereka bawahan Yu Gang, seharusnya tidak akan sesulit ini untuk dikalahkan," gumam Yu Jie saat kelimanya menolak bersuara.


Yu Jie segera menggunakan teknik Sayap Naga Surgawi untuk menambah kecepatan geraknya, dirinya paham kalau tidak sungguh-sungguh dalam pertarungan itu maka Xia Mei bisa jadi di bawa pergi oleh mereka.

__ADS_1


“Kalian diam? Kalau begitu mari kita lihat akan sampai kapan kalian bisa menutup mulut seperti sekarang!!!" seru Yu Jie yang di sekitar tubuhnya mulai muncul aura demikian kuatnya.


__ADS_2