
Pagi baru tiba saat Yu Jie memutuskan mendarat dari terbangnya, jika kondisi normal mungkin dirinya bisa terus terbang hingga ibu kota tetapi untuk sekarang dirinya tidak bisa sebab harus mengambil istirahat sebelum terbang kembali melanjutkan perjalanan.
Aliran Qi miliknya semakin lama terasa semakin kacau, tidak hanya itu tetapi dari luka di jemarinya Qi juga terus mengalir keluar seolah terkuras sedikit demi sedikit tanpa alasan yang jelas.
Yu Jie segera membaringkan Xiang He karena wanita itu yang belum juga sadar dari kondisi pingsan, tidak lama Yu Jie duduk bersila sembari memejamkan mata untuk mencari tau apa yang terjadi pada tubuhnya.
[Sistem mendeteksi ada kekuatan asing membebani tubuh Tuan, apa Tuan ingin sistem membersihkannya?]
Yu Jie menaikan alisnya, setelahnya berkata, “Bersihkan."
[Pembersihan dilakukan ....]
[10%]
[45%]
[75%]
[100%]
[Berhasil!!!]
Luka di jemari Yu Jie saat itu juga menutup, aliran Qi Yu Jie perlahan kembali normal seperti sedia kala.
Yu Jie baru membuka mata saat Xiang He juga Mu Yang ternyata telah ada di hadapannya, menunggunya dalam diam karena tidak ingin menganggunya.
“Ada apa?" tanya Yu Jie.
Xiang He segera meminta maaf karena pingsan secara tiba-tiba, dirinya sudah mendengar dari Mu Yang terkait apa yang terjadi malam tadi sehingga merasa tidak enak sudah merepotkan Yu Jie.
Pada saat yang sama Xiang He juga teringat akan luka yang Yu Jie derita, sehingga meminta izin untuk memeriksanya.
“Tidak perlu dipikirkan, kebetulan aku juga telah pulih dari luka malam tadi sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Xiang He juga Mu Yang segera terkejut mendengar ini, keduanya menjelaskan garis besar luka dari teknik yang Yu Jie derita, di mana dikatakan luka itu tidak akan bisa sembuh tanpa obat penyembuh khusus yang sulit untuk didapatkan.
“Benarkah?"
__ADS_1
“Benar, Tuan Muda Jie. Luka yang sempat Anda derita kemungkinan besar berasal dari teknik khusus sekte Pedang Darah, secara garis besar membuat penderitanya cepat lelah sebab kacaunya Qi dan terkurasnya Qi di tubuh mereka. Kami bersyukur jika Anda benar telah pulih, sebab kerajaan juga tidak memiliki obat penyembuhnya," jelas Mu Yang.
Yu Jie hanya mengangguk, dirinya jelas merasa beruntung memiliki sistem bersamanya karena jika tidak maka akan merepotkan untuk bertarung dengan kondisi sebelumnya.
“Sekte Pedang Darah, apa kalian bisa menjelaskan lebih detail mengenai mereka?" tanya Yu Jie, ingin tau jelasnya musuh yang kemungkinan akan lebih sering berurusan dengannya.
Sekte Pedang Darah, Satu-satunya sekte besar di kerajaan Zirah Besi sekaligus sekte terkuat di sana. Selama ratusan tahun sekte itu terus menentang kekuasaan kerajaan tetapi selalu tidak berhasil memenuhi ambisi mereka, yang mana tepat setelah sakitnya raja, sekte tersebut segera mengambil kesempatan menanamkan pengaruh di kerajaan dengan dukungan mereka pada pangeran pertama.
“Sial, ini mirip dukungan Aliansi Surgawi pada murid durhaka sialan ku," gumam Yu Jie.
Mengetahui hal ini jelas semakin mendorong Yu Jie untuk membantu Xiang He, tidak ada perasaan pribadi hanya ingin saja melihat wajah gagal pangeran pertama yang merasa ambisinya akan terpenuhi.
“Tuan Muda Jie, apa kita akan melanjutkan perjalanan sekarang juga?" tanya Mu Yang.
Yu Jie menggeleng, dirinya segera menyebar Qi ke area sekitar untuk mencari tau tempat mereka berada sekarang.
“Ada sebuah desa di dekat sini, kita singgah di sana untuk memulihkan diri," ucap Yu Jie.
Xiang He segera mengangguk mengerti, Yu Jie tidak butuh memulihkan diri tetapi dirinya paham Yu Jie melakukan ini untuknya, dirinya memang hanya manusia biasa sehingga perlu makan juga minum untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.
“Tuan Muda Jie, terimakasih," Xiang He sembari melangkah mengekor Yu Jie menuju arah desa yang dimaksud.
Tidak perlu waktu lama sampai ketiganya tiba di desa dekat sana, tampak seperti desa biasa yang warganya banyak bertani untuk memenuhi tuntutan hidup mereka.
“Ini tempat terakhir yang akan kita singgahi sebelum melakukan perjalanan panjang hingga ibu kota, jika bisa beli perbekalan cukup agar tidak kekurangan selama perjalanan," ucap Yu Jie.
Xiang He juga Mu Yang mengangguk mengerti, keduanya segera menuju kedai kecil untuk makan sebab Xiang He yang memang sudah begitu lapar karena malam tadi tidak sempat menikmati hidangan.
Di saat keduanya ke kedai, Yu Jie pamit mengitari desa untuk mencari tau tentang desa tersebut, memang ada hal Yu Jie sadari dari tingkah warga desa melihat kehadiran mereka yang terasa tidak biasa.
Seperti ada tatapan mencurigakan yang coba warga desa sembunyikan, tidak hanya itu bahkan sempat Yu Jie pergoki beberapa kali ada warga desa yang seolah terus memperhatikan gerak-geriknya.
“Aku harap tidak ada hal serius terjadi di desa ini," gumam Yu Jie sampai matanya terpaku pada selebaran yang tertempel di salah satu rumah warga desa.
Harapan yang baru Yu Jie katakan segera hancur melihat selebaran itu, bagaimana tidak jika di selebaran tersebut terpampang wajah Xiang He dengan total hadiah cukup besar jika berhasil menangkap ataupun melaporkan lokasi keberadaannya.
“Sialan, sudah dimulai?" Yu Jie dengan decakan kesal.
__ADS_1
Tidak jauh darinya memang Yu Jie rasakan tengah terjadi pertarungan, lokasinya Yu Jie ingat ada di kedai tempat Xiang He juga Mu Yang tengah makan.
Yu Jie tentu segera melesat menghampiri tempat tersebut, benar saja sesampainya di sana langsung terlihat Mu Yang tengah dikepung cukup banyak orang di depan kedai.
“Siapa yang menyuruh kalian?!!" Mu Yang dengan nada tinggi.
“Tidak ada, kami hanya butuh hadiahnya."
“Kalian akan menyesal mempertaruhkan nyawa hanya untuk koin emas tidak seberapa!!!" seru Mu Yang.
Mu Yang nampak bisa menghadapi kepungan cukup baik berkat unggulnya kekuatan, meski demikian hal ini tidak menghambat para penyerang untuk melancarkan aksinya.
Di saat cukup banyak orang mengitari Mu Yang mencoba membuatnya sibuk, sebagian berlari ke arah Xiang He untuk melakukan sesuatu padanya.
“Hahaha, hadiahnya akan menjadi milik—"
Slashhh!!!
“Tuan Muda Jie?" Xiang He yang sempat ketakutan kini bisa bernapas lega sebab kemunculan Yu Jie.
Yu Jie hanya menatap mereka yang ingin melakukan sesuatu pada Xiang He dengan dingin setelah sempat menebas leher salah satu dari mereka, tidak lama setelahnya berkata, “Maju jika kalian benar ingin hadiahnya, hadiah kematian yang aku maksud di sini."
Mereka yang ingin menyerang Xiang He mulai ragu, jumlah mereka tidak seberapa karena kebanyakan tengah mencoba menghambat Mu Yang.
“Sial, cara dia muncul juga tebasan pedangnya terlihat berbahaya."
Yu Jie melihat keraguan mereka segera mengambil langkah, dirinya baru ingin menyerang ketika tiga orang yang tampak tidak asing tiba-tiba muncul menghambat langkahnya.
Ctankkk!!!
Ketiga orang itu tiba-tiba menyerangnya, Yu Jie bisa menghalau tebasan mereka dengan cukup baik sehingga tidak ada luka dirinya derita.
“Ketemu juga kau, sialan!!!" seru ketiganya serempak.
Tidak perlu waktu lama sampai Yu Jie mengenali ketiganya sebagai tetua sekte Pedang Darah yang malam tadi sempat berurusan dengannya, agak terkejut juga ketiganya berhasil mengejar bahkan setelah dirinya beri luka cukup dalam pada mereka.
“Apa kalian yang memberi tau keberadaan kami pada mereka?" tanya Yu Jie pada kumpulan orang yang ingin menyerang Xiang He sebelumnya.
__ADS_1
Mereka hanya tersenyum sinis, tampak jelas kalau mereka merasa Yu Jie tidak akan bisa berbuat apa-apa sebab kedatangan tiga tetua Pedang Darah.
“Lupakan, maju saja sekaligus agar aku bisa cepat menyelesaikan semua gangguan tidak penting ini," Yu Jie dengan decak kesal.