
Yu Jie diajak oleh pria bertubuh tambun ke lantai satu penginapan, setiap anggota kelompok dagang di lantai tersebut diperintahkan keluar untuk menciptakan ruang obrolan yang nyaman.
Berbagai hidangan segera dipesan untuk menjamu Yu Jie, pria bertubuh tambun tidak tau siapa Yu Jie, tetapi mendengar dari ketua pengawal kelompoknya kalau Yu Jie adalah kultivator kuat maka sudah cukup untuk mendorongnya melakukan hal ini.
“Silahkan dinikmati hidangannya, tuan-tuan." ucap salah seorang pelayan setelah mengantar makanan.
Pria bertubuh tambun dengan sikap hormat segera mempersilahkan Yu Jie menikmati hidangannya terlebih dahulu, masih agak khawatir Yu Jie menyimpan dendam yang mana bisa berbahaya untuknya.
“Apa kau pikir aku datang kemari karena ingin mengemis makanan?" tanya Yu Jie setelah cukup lama diam.
Pria bertubuh tambun gelagapan, dirinya melirik pengawalnya meminta bantuan.
“Oh, Tuan. Anda mungkin tidak tau jika Tuan Muda bukan tipe orang yang suka basa-basi."
Brukkk!!!
Pria bertubuh tambun menendang tulang kering kaki pengawalnya, setelahnya berkata setengah berbisik," Kenapa baru mengatakannya sekarang?"
Pengawal hanya bisa menunduk, dirinya juga baru tau sekarang bagaimana bisa mengatakannya lebih awal.
“Hentikan semua omong kosong ini, aku datang kemari tanpa maksud buruk." Yu Jie beberapa kali mengetukkan jemarinya ke meja.
Pria bertubuh tambun langsung memasang wajah serius ingin mendengarkan, yang mana tepat setelah Yu Jie membuka mulut, wajahnya segera berubah buruk.
“Ini sama saja Anda memiliki maksud buruk pada kami," ucap pria bertubuh tambun menghela napas panjang.
Yu Jie menaikan alisnya, dirinya hanya bertanya mengapa tidak ada yang mau melalui jalur utama selama perjalanan mereka.
“Anda mungkin tidak tau tetapi itu semua bukan kemauan kami, mengambil jalur lain selain jalur utama merupakan kerugian untuk kelompok dagang macam kami karena memakan waktu lebih lama ...."
“Meski demikian kami tidak bisa menolak sebab pangeran pertama yang meminta, dirinya bahkan memberi kami upeti demikian besar sebagai hadiah sekaligus ganti rugi keterlambatan barang yang kami bawa, walau harga kekecewaan pelanggan tetap harus kami derita," lanjut pria bertubuh tambun.
Pria bertubuh tambun sadar nyawanya akan dalam bahaya mengatakan ini semua, meski demikian lebih baik bahaya nanti ketimbang sekarang dibuat Yu Jie.
Yu Jie segera mengangguk puas, inilah yang sedari awal dirinya ingin dengar.
__ADS_1
“Jadi benar ini ada kaitannya dengan pangeran pertama?" Yu Jie memastikan.
“Benar, dari apa yang aku dengar sepanjang perjalanan yang akan dilalui Tuan Putri sudah pangeran siapkan penyerang. Situasi kerajaan tengah demikian buruk saat ini, sebaiknya Anda tidak perlu ikut campur terlalu dalam jika tidak memiliki kepentingan."
Pria bertubuh tambun mengira Yu Jie sebagai kuktivator pengelana yang kebetulan mengetahui hal ini, sehingga mencari tau lebih jauh seperti sekarang.
“Lalu bagaimana dengan kota-kota yang akan Tuan Putri singgahi termasuk kota ini? Apa pangeran pertama juga ada niat melakukan sesuatu?" tanya Yu Jie.
“Aku tidak tau jelasnya, tetapi kalau yang Anda maksud adalah kerjasama dengan bangsawan penguasa kota, maka kemungkinan besar iya."
Pria bertubuh tambun tiba-tiba meminta pengawal mengambil sesuatu dari kamarnya, itu merupakan peti cukup besar yang isinya kepingan emas berjumlah ribuan.
“Bangsawan penguasa kota sendiri yang memberiku ini membawa perintah pangeran pertama, untuk selanjutnya bisa Anda simpulkan sendiri apa kemungkinan rencana mereka," ujar pria bertubuh tambun.
“Sial, Tuan Putri ada di kota ini." Yu Jie berdiri dari duduknya.
“Benarkah? Malang sekali dirinya harus mati di usia muda sebab ambisi Kakaknya," pria bertubuh tambun menghela napas panjang.
Yu Jie tidak menghiraukan ucapan tersebut langsung menggunakan teknik Sayap Naga Surgawi miliknya, melesat dari sana menembus atap penginapan mencari kediaman bangsawan yang dimaksud.
“Kau benar, masih semuda itu tetapi sudah menjadi kultivator Jiwa Bumi ... aku jadi teringat kalau barusan salah sedikit saja aku bisa mati," timpal pria bertubuh tambun menghela napas lega.
Yu Jie selepas dari penginapan langsung melesat menuju wilayah tengah kota, mencari kediaman penguasa kota tersebut yang untungnya tidak sulit.
Letak kediaman yang tepat ada di pusat kota sekaligus yang paling besar di sana, membuat Yu Jie tidak perlu menebak untuk mengetahui siapa pemiliknya.
Yu Jie mendarat tidak jauh dari kediaman tersebut, menarik pedang dari sarungnya sebelum melangkah menghampiri gerbang yang dijaga beberapa orang.
Ada empat orang pria di depan gerbang dengan perawakan penjaga seperti umumnya, mereka nampak tengah asik berbincang saat Yu Jie menghampiri mereka.
“Hei, kira-kira kapan orang-orang pangeran pertama akan sampai?"
“Jangan tanya aku, yang aku tau adalah mereka akan segera kemari tepat setelah Tuan Putri datang, paling lama malam ini mereka sudah melakukan sesuai rencana awal."
Yu Jie mengangkat alisnya mendengar itu, jika malam maka matahari sudah mulai terbenam sekarang yang berarti tidak lama lagi sampai tragedi datang.
__ADS_1
“Rencana menghabisi tuan putri tepat malam ini, secara resmi aku gagalkan," ucap Yu Jie cukup keras.
Empat orang penjaga melirik satu sama lain, mereka tau ucapan mereka mungkin terdengar sehingga ingin cepat mengambil tindakan.
“Hei, Bocah. Kau baru mendengar apa yang seharusnya tidak kau dengar." Keempatnya seraya berjalan menghampiri Yu Jie.
Yu Jie yang sudah siap dengan pedangnya segera mengayunkannya, keempat penjaga bahkan belum menaruh jemari di senjata mereka.
Ketidaksiapan empat penjaga membawa nasib buruk untuk mereka, dua kehilangan kepala sementara dua yang lain memiliki luka tusukan tepat di jantung mereka.
“Pengacau datang," gumam Yu Jie.
Yu Jie membuka gerbang kediaman secara paksa sebab gerbang tersebut dikunci dari dalam, persiapan yang dilakukan bangsawan untuk menjebak Xiang He di sana bukan lagi dugaan melainkan kenyataan.
Setelah gerbang di buka secara paksa yang mana hampir roboh, ternyata di halaman kediaman ada sekian banyak penjaga lain ditugaskan berjaga, setiap mata mereka menoleh pada Yu Jie yang tidak mereka ketahui siapa.
“Ada apa? Apa kalian bahkan tidak tau kalau acara malam ini secara resmi telah dimulai?" tanya Yu Jie.
Setiap penjaga menatap Yu Jie aneh, mereka menunggu orang pangeran pertama yang mana tidak mungkin bocah seperti Yu Jie lah orangnya.
“Sialan, apa kau bahkan tidak tau sedang mengacau di mana?"
Salah satu penjaga yang muak dengan sikap kurang ajar Yu Jie berjalan menghampiri, belum terlalu dekat dirinya melangkah tetapi sebuah sayatan pedang sudah harus diterimanya.
“Kau yang tidak tau tengah berurusan dengan siapa," ucap Yu Jie yang pedangnya sudah menusuk dalam perut pria itu.
Gerakan Yu Jie demikian cepat hingga para penjaga lain yang melihat bingung sendiri dengan apa yang terjadi, Yu Jie tiba-tiba sudah ada di hadapan salah satu teman mereka dan membuatnya kehilangan nyawa membuat mereka sulit mencernanya.
“Sialan, dia berbahaya!!!" seru salah satu penjaga mulai mengerti apa yang tengah terjadi.
“Benar, angkat senjata kalian dan cepat habisi penyusup ini!!!"
Setiap penjaga di halaman kediaman mulai bersiap menghadapi Yu Jie, mereka tidak lagi memusingkan siapa Yu Jie asal bisa dengan cepat menghabisinya.
“Kenapa baru bersiap sekarang? Lambat sekali kinerja otak kalian," ucap Yu Jie dengan senyum remeh.
__ADS_1