
Hari itu juga Yu Jie memutuskan melakukan petualangannya, dengan ibu kota kerajaan Zirah Besi sebagai tujuan ditemani Xiang He juga Mu Yang untuk membantu menyelesaikan masalah mereka.
Yu Jie tidak langsung melakukan perjalanan sebab mereka harus ke kota Dua Bagian terlebih dahulu untuk menemui sekumpulan orang, mereka merupakan prajurit kerajaan yang memang ikut datang untuk mengawal Xiang He.
“Tuan Putri, Jenderal Yang!!!" Puluhan prajurit memberi hormat setelah menyadari kehadiran keduanya.
Setiap prajurit memang disuruh menunggu di kota ketika Xiang He juga Mu Yang pergi ke klan Bai untuk meminta bantuan, sudah cukup lama prajurit bingung harus melakukan apa untuk mengisi waktu kosong mereka sehingga senang melihat yang mereka tunggu akhirnya datang.
“Persiapkan kereta kuda, kita pulang ke ibu kota sekarang juga," ucap Xiang He.
Para prajurit segera mengangguk mengerti, kebetulan kusir kereta kuda juga telah ada di sana setelah ditinggal Xiang He pergi ke klan Yu karena pingsan.
“Jenderal Yang, aku sempat khawatir sebab Anda dan Tuan Putri tiba-tiba pergi meninggalkanku hari itu," ucap kusir tersebut.
Mu Yang segera melirik kesal kusir tersebut, dirinya tentu ingat kalau karena kusir itulah dirinya sempat menyinggung sosok seperti Yu Jie.
“Jangan banyak bicara, kendarai saja kereta kudanya yang benar atau nyawamu hilang kalau sampai kejadian terakhir kali terjadi lagi." Mu Yang penuh keseriusan.
Kusir kereta kuda dengan tergagap mengiyakan, setelahnya terkejut bukan main sebab ada Yu Jie ternyata ikut datang bersama Mu Yang juga Xiang He.
“Kau ...."
“Aku bilang kendarai saja kereta kudanya yang benar!!!" seru Mu Yang.
“Ba— baik!!!"
Kusir kereta kuda awalnya penasaran kenapa pemuda yang sempat ingin adu serang dengan Mu Yang ada di sana, pemuda yang sama juga alasan kenapa kesadarannya bisa hilang hingga ditinggal Xiang He juga Mu Yang.
“Apa mungkin kehadiran pemuda itu yang membuat Jenderal Yang marah padaku?" Kusir tersebut penuh tanda tanya.
__ADS_1
Rombongan sendiri segera siap berangkat tidak lama kemudian, Xiang He di dalam kereta kudanya sementara Mu Yang memimpin rombongan dengan kuda gagah miliknya.
Yu Jie awalnya sempat ditawarkan untuk melakukan perjalanan di kereta kuda sama dengan Xiang He oleh tuan putri itu sendiri, tawaran ini segera Yu Jie tolak dan bersamaan dengan ini mulai banyak prajurit bertanya-tanya siapa dirinya hingga tuan putri tampak memedulikannya.
Perjalanan tidak lama dilakukan melalui jalur utama kerajaan, itu merupakan jalur banyak pedagang lewat yang menghubungkan kota satu dengan yang lainnya.
Saat melewati jalur itu beberapa kali rombongan tuan putri berpapasan dengan kelompok dagang yang tengah beristirahat, yang mana ini hanya terjadi beberapa kali sampai tidak pernah terjadi lagi yang membuat jalur tersebut terkesan sepi.
Yu Jie sendiri mengekor rombongan dengan berjalan di bagian paling belakang, para prajurit setelah perjalanan beberapa jam mulai terlihat kelelahan dan benar saja tidak lama kemudian istirahat harus mereka lakukan.
Para prajurit di tengah istirahat mereka beberapa berburu untuk mendapatkan daging segar guna mereka bakar, pembicaraan juga canda tawa ramai terdengar dari setiap prajurit yang mana Yu Jie seolah tidak dianggap ada oleh mereka.
Yu Jie yang memang tidak mengharapkan perhatian tidak perlu tentu senang akan hal ini, dirinya lebih memilih menjauh dari rombongan sebelum duduk di salah satu pohon yang banyak tumbuh di sisi jalan.
Baru Yu Jie duduk tidak lama kemudian Mu Yang datang menghampirinya, jenderal kerajaan itu nampak sembunyi-sembunyi datang ke hadapannya.
“Tuan Muda Jie, semua berjalan lancar sesuai permintaanmu. Meski demikian beberapa pembicaraan di antara prajurit mulai menyinggung mu," ucap Mu Yang.
Mu Yang segera menjelaskan kalau usaha mereka datang telah gagal, dirinya tidak bisa meyakinkan klan Bai untuk membantu dan cukup banyak prajurit kecewa sebab perjalanan mereka ke kota Dua Bagian artinya sia-sia.
“Lalu, kau mengatakan kepada mereka apa terkait aku?" tanya Yu Jie.
“Pemuda terpelajar yang punya mimpi menempuh pendidikan di ibu kota, aku dan Tuan Putri yang kagum pada kemauan kuat mu akhirnya tergerak untuk mengajakmu ke ibu kota memenuhi mimpimu," papar Mu Yang.
“Lalu apa masalahnya?" tanya Yu Jie, sebab semua sudah sesuai keinginannya.
“Masalahnya adalah cukup banyak prajurit mencemooh Anda, mereka tampaknya tidak senang sebab tuan putri sempat memberi perhatian lebih pada Anda," ucap Mu Yang agak ragu.
Yu Jie segera mengerti kalau ini ada hubungannya dengan Xiang He yang menawarkan menaiki kereta kuda bersama, meski demikian Yu Jie tetap terkejut mengetahui prajurit kerajaan ternyata bisa tidak senang karena hal sepele semacam ini.
__ADS_1
“Tuan Muda Jie, apa sebaiknya aku sampaikan saja pada mereka terkait identitas mu? Aku agak tidak enak membiarkan cemoohan ini terus berlanjut dilakukan para prajurit ku," lanjut Mu Yang.
“Tidak, di antara mereka bisa jadi ada mata-mata pangeran pertama. Kau sendiri yang bilang jika bahkan banyak jenderal telah bersedia membelot padanya, jika demikian pengaruhnya di antara prajurit biasa bisa jadi lebih besar dari yang kita kira," ucap Yu Jie.
Yu Jie tidak mau kabar dirinya membantu tuan putri bocor ke telinga pangeran pertama, ini akan mempersulitnya yang bisa jadi mengacaukan rencanannya untuk cepat-cepat membereskan masalah kerajaan sebelum melanjutkan petualangannya mencari Xia Mei.
“Biarkan saja, selama cemoohan mereka tidak aku dengar langsung maka tidak apa-apa." Yu Jie mencoba menurunkan sedikit egonya untuk kelancaran tujuannya.
Mu Yang akhirnya hanya mengangguk, dirinya segera bersiap pamit untuk kembali ke rombongan sebelum dua orang prajurit datang menghampirinya.
“Jenderal Yang, Tuan Putri menyuruh kami memanggil Anda," ucap keduanya seraya memberi hormat.
Mu Yang segera melangkah pergi memenuhi permintaan Tuan Putri, meninggalkan Yu Jie dengan dua prajurit yang nampak tidak memiliki keinginan kembali.
“Oh, lihat sarjana muda ini, sepertinya tengah berbangga diri sebab berhasil membuat tuan putri kasihan padanya," ucap satu dari mereka.
Yu Jie mengangkat alisnya, baru disinggung dirinya coba hiraukan asal tidak mendengarnya secara langsung, siapa sangka dirinya langsung mendengar hal yang tidak diharapkannya.
“Hei, Bocah. Kau pikir dengan menjadi orang terpelajar kau terlihat hebat? Benua ini hanya dibuat untuk orang kuat, pelajaran yang kau tekuni sedari kecil tidak berarti apa-apa jadi berhenti bermimpi bisa lebih dekat dengan tuan putri, karena dirinya hanya pantas bersama orang kuat yang bisa melindunginya," ucap prajurit yang sama ketika temannya hanya tersenyum remeh saja.
Yu Jie entah mengapa tergelitik mendengar ini, sehingga berkata, “Oh, jika tuan putri tidak suka orang terpelajar sepertiku lalu dirinya suka orang yang seperti apa?"
“Kau masih bertanya? Tentu saja kultivator hebat seperti kami, sosok yang tidak akan pernah bisa pemuda lemah sepertimu capai."
Yu Jie segera tertawa kecil, keduanya hanya kultivator Pelatihan Tubuh yang menggunakan Qi saja masih belum bisa, berani berbicara besar seperti ini di hadapannya tentu Yu Jie pertanyakan isi kepala mereka.
Perlahan aliran aura keluar dari tubuh Yu Jie menekan keduanya, membuat dua prajurit itu ambruk terpaksa mencium tanah.
“Cukup menghibur, sekarang pergi dan jangan berani bicara sembarangan di hadapanku lagi," ucap Yu Jie sembari menarik kembali auranya.
__ADS_1
Dua prajurit segera bangkit saat tekanan aura Yu Jie hilang, mereka bingung terkait apa yang baru terjadi tetapi naluri mereka mengatakan untuk cepat lari.