Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Ledakan Di Sekitar Istana


__ADS_3

Semenjak kehadiran Yu Jie pada acara pelantikan, acara tersebut terasa semakin meriah. Sorak sorai kali ini bukan hanya tertuju pada Xiang He saja tetapi Yu Jie juga.


“Tuan Muda Jie," ucap Xiang He dengan wajah malu-malu.


“Apa?" Yu Jie mengangkat alisnya.


Belum Xiang He membuka mulut, Bai Yin entah dari mana muncul menjadi pemisah di antara keduanya.


“Nona Muda Yin, apa yang dirimu lakukan?" tanya Xiang He, agak kesal Bai Yin tiba-tiba ikut menghampiri Yu Jie.


“Apa yang aku lakukan memangnya urusanmu? Pergi dan sambut saja rakyatmu sana!" Bai Yin ketus.


Xiang He dengan decakan kesal hanya bisa menjauh, sadar membuat keributan di depan rakyatnya sendiri tidak akan baik untuknya.


Dalam langkahnya, Xiang He mulai menduga-duga, ada hubungan apa sebenarnya Bai Yin dengan Yu Jie hingga bisa sedekat ini. Bukan hanya kali ini saja, tetapi saat Xiang He datang ke klan Bai juga serupa.


“Tuan Muda Jie, apa kau memang sedekat itu dengannya?" tanya Bai Yin cepat setelah perginya Xiang He.


“Tentu saja, lagipula selama aku di sini diriku sering bersamanya," ucap Yu Jie.


Ekspresi Bai Yin tiba-tiba memburuk, meski demikian wajahnya tetap tersenyum walau terpaksa.


“Kalau begitu jika aku terus bersamamu, apa kita juga bisa semakin dekat?" tanya Bai Yin.


“Memangnya kita tidak dekat?" Yu Jie menaikan alisnya.


“Benar juga, kita sudah dekat," gumam Bai Yin merasa bingung.


“Benar, lalu mau sedekat apa lagi?" Yu Jie tiba-tiba melangkah hingga tepat ada di hadapan Bai Yin, wajah keduanya hanya terpisah beberapa senti.


Rona wajah Bai Yin langsung merah merona, membuatnya memalingkan wajah karena malu.


Yu Jie hanya tertawa pelan, baik Bai Yin maupun Xiang He sama sekali tidak tampak seperti wanita untuknya, lebih seperti bocah yang baru mengenal apa itu cinta.


“Berapa umurku? Seratus? Dua ratus? Hampir seribu tahun tepatnya, di umur ini masih memikirkan cinta? Agaknya sulit meski bisa," gumam Yu Jie, tidak berharap benar-benar ada wanita yang dapat membuka hatinya.


Acara sendiri terus berlangsung setelahnya, setelah pelantikan kini hanya tinggal perayaan yang rencananya akan di gelar tiga hari penuh dengan berbagai macam hidangan dari pihak istana.


Rakyat kerajaan jelas senang akan itu semua, jarang untuk mereka bisa menikmati hidangan mewah sehingga tidak ada waktu untuk lelah.

__ADS_1


Canda tawa penuh kebahagiaan memenuhi area istana, rakyat yang biasanya tidak diperbolehkan masuk kini semakin memenuhi hampir setiap tempat lapang di sana.


Bummm!!!


Bammm!!!


Bummm!!!


Suara riang di istana seketika sirna tepat ketika suara ledakan terdengar dari berbagai arah, setiap orang di sana langsung panik berhamburan ke sana kemari sebab suara ledakan tersebut.


“Apa yang terjadi?" gumam Yu Jie.


Xiang He setelah ledakan itu langsung menghampiri Yu Jie, ingin meminta tolong agar Yu Jie mau mencari tau penyebab kekacauan ini.


“Tuan Muda Jie, bagaimana ini?" tanya Xiang He, penuh risau tidak tau harus berbuat apa karena semuanya begitu tiba-tiba.


“Nona Yin, lindungi Xiang He dan masuk ke dalam," ucap Yu Jie pada Bai Yin.


Bai Yin meski merasa direpotkan pada akhirnya tetap melakukan itu, keduanya langsung masuk ke istana guna menghindari bahaya dari serangan yang mungkin tengah dilancarkan entah oleh siapa.


Setelah Xiang He bisa dikatakan aman, Yu Jie segera menyapu pandang mencari seseorang.


Di tengah situasi yang benar-benar kacau ini, suara ledakan juga tidak kunjung berhenti. Semua yang terjadi benar-benar terasa begitu parah dan tidak terkendali.


“Akan berbahaya jika terus seperti ini," gumam Yu Jie.


Yu Jie langsung menggunakan sayap Naga Surgawi untuk terbang. Ketika dirinya telah ada di udara, ia langsung berkata, “Rakyat kerajaan, dengar! Jangan panik dan tenang!"


Seruan Yu Jie menggema ke seisi istana, rakyat kerajaan langsung bisa tenang saat itu juga sebab suara Yu Jie yang entah bagaimana terasa amat menenangkan untuk mereka.


Yu Jie mengangguk puas setiap orang menuruti ucapannya, setelahnya ia kembali membuka mulut untuk memberi arahan selanjutnya, “Prajurit kerajaan! Bagi dua tugas antara kalian, satu mencari penyebab kekacauan dan satu yang lain melakukan evakuasi untuk mengurangi jumlah korban!"


Puluhan ribu prajurit yang tersebar di sekitar istana segera melakukan hal tersebut, rakyat biasa langsung dievakuasi dari sana termasuk para bangsawan, dengan keluar melalui gerbang belakang istana guna mencegah mereka terkena ledakan yang bisa muncul di mana saja.


Bummm!!!


Bammm!!!


Bummm!!!

__ADS_1


Di tengah evakuasi rakyat biasa, di antara mereka tiba-tiba muncul beberapa ledakan yang melukai cukup banyak orang.


Teriakan penuh penderitaan kembali terdengar, bersamaan dengan ini situasi kembali kacau.


“Tuan Muda Jie, para penyerang nampaknya banyak bersembunyi di antara rakyat biasa!"


Suara seruan terdengar, Yu Jie menoleh ke arah sumber suara sebelum melihat Mu Yang ada tepat di bawahnya dengan tubuh penuh luka.


Yu Jie segera mendarat ke tanah untuk menghampiri Mu Yang, jenderal kerajaan itu Yu Jie ketahui tengah menerima tugas berjaga di luar istana ketika acara pelantikan dilakukan.


“Jenderal Yang, jelaskan apa yang dirimu ketahui terkait semua ini," ucap Yu Jie.


Mu Yang segera memaparkan jika ada cukup banyak orang dengan jubah senada mencoba masuk ke wilayah istana secara paksa, hal ini membuat Mu Yang dan beberapa jenderal lain memimpin para prajurit untuk menghalau mereka semua.


Di tengah pertarungan tersebut, tiba-tiba banyak suara ledakan terdengar dari dalam istana yang artinya para penyusup itu juga banyak tersebar di antara rakyat biasa.


“Akan sulit jika seperti ini," gumam Yu Jie.


Yu Jie menghela napas panjang ketika di sepanjang matanya ada begitu banyak rakyat biasa yang telah kehilangan nyawa, tangis pilu akibat kehilangan orang tercinta juga banyak terdengar antara mereka yang masih hidup.


Banyak rakyat biasa mulai merasa putus asa, mereka mungkin bisa terus ikut prajurit yang mengevakuasi mereka tetapi mereka juga harus siap ketika ada ledakan lain muncul mengambil nyawa mereka.


“Tunggu, apa ini?" Yu Jie tiba-tiba mencium bau cukup aneh dari beberapa orang di sekitarnya.


Penampilan mereka tampak seperti rakyat biasa, tetapi bau aneh yang muncul dari tubuh mereka benar-benar tidak dapat dihiraukan begitu saja.


Bau beberapa orang itu memiliki kecenderungan sama, membuat Yu Jie ingin memastikan sendiri dengan menangkap salah satunya.


“Tu— tuan, apa yang kau ingin lakukan?!!" seru salah seorang pria ketika Yu Jie menghampirinya.


Yu Jie tidak menghiraukan kebingungan pria tersebut, dirinya lebih memilih menyuruh Mu Yang untuk membantunya memeriksa kantung jubah pria tersebut.


“Tu— tuan, istriku baru saja menjadi korban ledakan. Bagaimana bisa kalian melakukan semua ini pada seseorang yang tengah berkabung sepertiku?!!" seru pria itu sembari mencoba memberontak penuh kepanikan.


“Diam!" bentak Yu Jie, merasa reaksi pria itu terlalu berlebihan.


Benar saja, kecurigaan Yu Jie benar. Dari kantung pria itu Mu Yang temukan sesuatu bewarna hitam, bentuknya bulat dan memiliki ukuran kecil dengan sumbu di atasnya.


“Ini Bom Kematian!" seru Mu Yang, mengenali apa yang ditemukannya sebagai senjata rahasia salah satu sekte Menengah.

__ADS_1


“Kalau begitu bau ini ... berasal dari bubuk mesiu," gumam Yu Jie dengan senyum seringai, tidak perlu lagi bingung harus menyerang yang mana di antara rakyat biasa sebab semua telah jelas untuknya.


__ADS_2