Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Betapa Lemah


__ADS_3

Lima tetua sekte Pedang Darah nampak berdiskusi guna memutuskan langkah selanjutnya. Mereka mungkin menang jumlah, tetapi Yu Jie yang dikira mereka kultivator Jiwa Bumi tahap Puncak tetap membuat mereka gentar.


“Kita kembali, laporkan ini pada patriak sebelum terlambat."


Hasil diskusi telah diputuskan, lima tetua tersebut segera mengambil ancang-ancang untuk lari dari sana tetapi Yu Jie tidak membiarkannya.


“Beri aku pedang kalian," ucap Yu Jie seraya melayang menghampiri kelima tetua.


Ratusan pedang para prajurit dilempar tetapi Yu Jie hanya menangkap satu, sisinya Yu Jie tebas menuju lima tetua itu.


Arah lemparan ratusan pedang berbelok ke arah lima tetua berubah menjadi serangan, lima tetua mencoba menghindar tetapi tidak sempurna sehingga beberapa pedang tetap menyasar tubuh mereka memberi luka.


“Sialan!"


Satu dari lima tetua menerjang Yu Jie, mencoba menahan sejenak untuk memberi kesempatan empat kawannya lari.


Ctankkk!!!


Pedang Yu Jie dengan satu tetua yang menerjang bertemu, pertarungan terjadi di udara dan hanya Yu Jie saja yang bisa terbang di sana.


“Enyah!" seru Yu Jie.


Yu Jie menendang perut tetua yang menerjangnya, membuat tetua itu kembali ke tanah alias jatuh dengan hantaman cukup parah.


Brukkk!!!


Tepat setelah tubuh tetua itu menghantam tanah, darah keluar dari mulutnya. Yu Jie tidak melewatkan kesempatan ini segera mendarat di dekatnya dengan pedang mengayun demikian cepat.


Slashhh!!!


Yu Jie berhasil menebas leher tetua itu tanpa mendapat perlawanan berarti, nampak tidak siap juga tetua tersebut menghadapi cara bertarung Yu Jie.


Empat tetua yang lain belum pergi terlalu jauh ketika itu semua terjadi, mereka yang awalnya ingin lari segera mengurungkan niat sebab marah melihat satu kawan mereka kehilangan nyawa.


“Ubah rencananya, kita habisi Bocah itu!"


Empat tetua tersisa serempak mengeluarkan aura mereka, mencoba menghambat Yu Jie untuk kembali terbang seperti sebelumnya.

__ADS_1


Hal ini terbukti berhasil sebab gerak tubuh Yu Jie menjadi terbatas setelahnya, meski demikian Yu Jie tidak ambil pusing dan memilih bertarung di daratan sesuai keinginan mereka.


“Ada kesempatan untuk kita dapat menang jika seperti ini!"


Empat tetua segera melesat menerjang Yu Jie dari berbagai arah, pedang yang telah diselimuti Qi bewarna merah pekat siap mereka ayunkan kapan saja.


Yu Jie nampak diam di posisinya tidak sama sekali melangkah, empat tetua mengira Yu Jie kesulitan menggerakkan tubuhnya sehingga semakin bersemangat.


“Gunakan kesempatan ini untuk menghabisinya!"


Empat tetua sudah melompat dengan pedang yang telah terangkat, hanya tinggal mengayunkannya saja untuk secara serempak menebas Yu Jie.


“Kalian pikir akan semudah ini?" Yu Jie dengan senyum seringai di wajahnya.


Tepat setelah ucapannya, aura demikian besar memancar dari tubuh Yu Jie. Aura itu tidak hanya menahan empat aura dari para tetua tetapi menekan balik mereka juga.


Empat tetua yang tengah melompat sontak kehilangan keseimbangan sebab tekanan di tubuh mereka, membuat keempatnya jatuh tanpa bisa melancarkan satu serangan pun.


Empat tetua sudah berlutut di sekitar Yu Jie setelah itu semua terjadi, mereka mencoba menjauh tetapi tidak bisa sebab aura milik Yu Jie demikian kuat menekan tubuh mereka.


“Tebak apa yang akan terjadi selanjutnya." Yu Jie menghampiri satu dari keempatnya.


“Serang jika berani," ucap tetua itu terkesan menantang.


Menerima tantangan semacam itu, tanpa perlu berpikir langsung Yu Jie iyakan. Dirinya mengayunkan pedang di tangan ke arah tetua di hadapannya.


Tetua yang menjadi sasaran serang Yu Jie tampak tenang seolah tidak ada yang terjadi, hanya membiarkan saja pedang Yu Jie terus mengayun sembari bersiap menggunakan pedangnya untuk menghalau.


Di tengah ayunan pedangnya, Yu Jie tiba-tiba merubah arah serangannya. Bukan ayunan biasa yang Yu Jie lakukan, melainkan lesatan Qi ke arah tiga tetua lainnya.


Tiga tetua di sekitar Yu Jie tentu tidak sama sekali siap meladeni serangan itu, untuk menghindar pun sulit sehingga mau tidak mau kehilangan nyawa mereka karenanya.


“Apa-apaan?!" ucap satu tetua tersisa, pedangnya sudah terangkat untuk menepis walau serangan yang ingin di tepisnya tidak kunjung datang.


Yu Jie tertawa pelan, dirinya paham apa yang ingin tetua itu coba lakukan.


Aliran Qi bewarna merah pekat di bilah pedang tetua itu masih Yu Jie ingat cara kerjanya, yaitu mengacaukan Qi asal berhasil menempel pada tubuh korbannya.

__ADS_1


“Kau pikir aku akan jatuh ke dalam lubang yang sama? Pikirkan cara lain sebab aku telah mengetahui teknik sektemu yang ini," ucap Yu Jie.


Wajah tetua itu segera berubah buruk, awalnya ia mengira bisa merubah keadaan saat Yu Jie lengah dengan berhasil melukai Yu Jie dengan teknik miliknya.


Sekarang bukan hanya rencananya yang gagal melainkan kehilangan tiga kawannya juga, ingin berusaha sekeras apapun tetap tidak akan menang tetua itu rasa.


“Tu— tuan ...."


Suara tetua itu terdengar lirih seraya menatap Yu Jie, membuat Yu Jie mengangkat alis di tengah langkah menghampirinya.


Tetua itu baru ingin menawarkan pada Yu Jie sesuatu yang bisa dirinya lakukan sebagai ganti nyawanya, tetapi Yu Jie tidak tertarik mendengarnya sehingga langsung menghabisinya.


Para prajurit tampak diam melihat itu semua, mereka semua terpukau tidak sanggup menggambarkan sosok Yu Jie yang berhasil dengan cepat menghabisi lima tetua sekte Pedang Darah.


Sekte Pedang Darah adalah kelompok yang sepanjang waktu menjadi sumber ketakutan kerajaan Zirah Besi, setiap anggotanya amat ditakuti tetapi itu semua seolah tidak berlaku untuk Yu Jie.


“Luar biasa."


“Kekuatan langit, Tuan ini memiliki kekuatan langit."


Berbagai pujian terdengar dari mulut setiap prajurit, hal ini membuat Yu Jie tertawa pelan sebab hampir semua pujian yang terlontar terdengar begitu berlebihan.


Yu Jie segera terbang melayang dengan teknik Naga Surgawi miliknya tidak lama kemudian, pedang di tangannya sudah diangkat membuat setiap mata kembali terpaku padanya.


“Ini semua belum sama sekali selesai," ucap Yu Jie.


Para prajurit hanya menatap Yu Jie penuh tanda tanya ingin tau maksudnya, sampai dari jasad lima tetua sekte Pedang Darah muncul jiwa masing-masing pemilik tubuhnya, dari pedang Yu Jie melesat bilah Qi menghabisi hidup kelima tetua itu seutuhnya.


Para prajurit bungkam seribu bahasa, apa yang terjadi benar-benar baru untuk mereka dan hanya pernah mereka dengar dari mulut ke mulut saja.


“Ja— jadi benar kultivator Jiwa Bumi tidak akan mati walau tubuhnya telah menjadi jasad?"


“Sial, jadi sesuatu semacam itu yang dinamakan jiwa bela diri?"


Para prajurit benar-benar merasa baru melihat sesuatu yang langka, kultivator Jiwa Bumi pada umumnya begitu sulit untuk dihabisi sehingga hampir mustahil ada orang bisa melihat perwujudan jiwa bela diri.


Kini setiap dari prajurit bisa melihat bukan hanya satu melainkan lima jiwa bela diri, para prajurit sepakat jika mungkin hanya Yu Jie yang bisa membuat semua itu terjadi.

__ADS_1


“Betapa lemah," ucap Yu Jie dengan senyum sinis nan penuh kesombongan.


__ADS_2