Sistem Kesombongan Surgawi

Sistem Kesombongan Surgawi
Membawa Tuan Putri Pergi


__ADS_3

Yu Jie dikelilingi puluhan penjaga kediaman bangsawan tidak sama sekali terlihat gentar, bahkan masih sempat tersenyum tipis pada puluhan penjaga tersebut sembari memainkan pedang ditangannya.


“Sialan, angkuh sekali tingkahnya!!!"


Ctankkk!!!


Satu penjaga maju menerjang Yu Jie, terjangan itu bisa Yu Jie tangani dengan mudah bahkan menyerang balik untuk mengambil nyawanya.


“Dia kuat, berhenti maju seorang diri. Kita maju serentak untuk menghabisinya!!!"


Puluhan penjaga segera mengangkat pedang mereka, setelahnya berlari menerjang Yu Jie dengan berbagai macam serangan yang bisa mereka lakukan.


Suara beradunya satu pedang Yu Jie dengan puluhan senjata para prajurit terdengar keras memekakkan telinga, setiap serangan tidak ada yang berhasil menyentuh Yu Jie membuat para penjaga ragu apa mereka bisa melumpuhkan Yu Jie jika terus seperti ini.


Berbeda dengan kegagalan para penjaga, setiap satu serangan Yu Jie berhasil menghilangkan satu nyawa di bawah ayunan pedangnya, pertukaran serangan yang terjadi secara terus menerus membuat jumlah penjaga semakin berkurang setiap waktunya.


“Mundur, dia tidak sesederhana perkiraan kita!!!"


Yu Jie tidak membiarkan begitu saja para penjaga melakukan apa yang mereka inginkan, dirinya mengeluarkan aura guna menghambat setiap penjaga mengambil jarak darinya.


“Sial, langkah kakiku tiba-tiba terasa ber—"


Salah satu penjaga belum menyelesaikan ucapannya ketika pedang Yu Jie menebas lehernya, membuat para penjaga tersisa menelan ludah sadar tengah menghadapi sosok berbahaya.


“Kenapa tidak ada laporan kalau tuan putri di jaga oleh sosok kuat semacam ini?!!"


Para penjaga mulai panik mengerti kehadiran Yu Jie di sana mengancam nyawa mereka, tidak peduli jumlah mereka seberapa banyak sebab Yu Jie seorang diri rasanya bisa dengan mudah mengurus mereka.


“Karena kalian bodoh, lain kali hati-hati dan selidiki dahulu sebelum melakukan sesuatu. Walau mungkin tidak ada lain kali untuk kalian setelah semua ini," ucap Yu Jie dengan senyum seringai.


Sebuah sayap perlahan muncul dari punggung Yu Jie, teknik Sayap Naga Surgawi telah digunakan yang artinya waktu untuk setiap penjaga itu bisa tetap hidup tidak lama lagi.


Yu Jie seolah menghilang bergantian menghampiri satu persatu penjaga tersebut dengan pedang di tangan, menusuk atau menebas yang membuat nyawa mereka tidak selamat sebab serangannya.


Dari yang awalnya berjumlah puluhan, kini penjaga di halaman kediaman tersisa beberapa saja, yang mana sudah bergetar hebat tubuh mereka melihat pembantaian terjadi menimpa kawan-kawan mereka.

__ADS_1


“Satu, dua, tiga, empat dan lima, lima orang dari kalian diharapkan sabar menunggu kematian datang," ucap Yu Jie.


Yu Jie tidak lagi menggunakan Sayap Naga Surgawi untuk menyerang kali ini, hanya tersisa lima saja dari para penjaga membuatnya tidak lagi terburu-buru seperti sebelumnya.


“Jangan mendekat!!!"


Satu orang tumbang dengan kepanikan teramat sangat di ekspresinya, bahkan setelah menjadi jasad ekspresi paniknya masih melekat terasa.


“Tu— tuan, mohon ampuni aku!!!"


Satu orang penjaga tumbang walau sudah berlutut memohon ampun, wajahnya tampak menyedihkan berharap hati Yu Jie tergerak memberi rasa kasihan.


“Si— sialan, kita tidak bisa terus seperti ini. Kita serang dia jika tidak ingin bernasib sama seperti dua kawan kita!!!"


Hanya tersisa tiga orang penjaga yang kali ini mengangkat senjata mereka, tidak memiliki keinginan dikasihani sebab mereka sadar itu percuma.


Ketiganya mulai memaksakan tubuh mereka yang terasa berat untuk bergerak, mereka menyerang dengan senjata di tangan memberi perlawanan terakhir walau sadar kematian mungkin akan tetap datang.


Yu Jie tersenyum remeh meladeni setiap serangan ketiganya, hujaman ataupun tebasan ketiganya begitu mudah dihindari sebab tekanan tubuh yang membuat kecepatan mereka banyak berkurang.


Tiga penjaga dalam kurun waktu tidak terlalu lama berurutan jatuh kehilangan nyawa, ekspresi yang menunjukan semangat juang terlihat dari wajah setiap jasadnya, walau tidak merubah fakta kematian mereka sama menyedihkannya dengan puluhan penjaga lain.


Di halaman kediaman kini hanya tersisa Yu Jie seorang diri, pedang bahkan jubahnya telah dipenuhi darah dari setiap korban ketajaman pedangnya.


“Oh, apa mereka orang-orang pangeran pertama yang dikatakan akan datang?" gumam Yu Jie.


Tidak jauh dari sana memang Yu Jie rasakan kehadiran empat orang dengan tingkat kekuatan lumayan, tidak kuat juga tidak lemah seperti para penjaga yang baru dihadapinya.


“Apa yang terjadi di sini?"


Empat orang yang di maksud akhirnya datang memasuki area kediaman, mereka terkejut melihat puluhan jasad tergeletak dan ada seorang pemuda tampak ketakutan berdiri di tengahnya.


“Tuan-tuan, Anda sekalian akhirnya datang? Kediaman ini tengah menerima serangan," ucap Yu Jie dengan ekspresi panik bercampur khawatir.


Keempat orang yang baru datang segera berjalan menghampiri Yu Jie, mereka tampak ingin menanyakan lebih jauh apa yang terjadi mengira Yu Jie sebagai satu-satunya orang yang selamat.

__ADS_1


“Ada seorang pemuda entah siapa datang kemari melakukan ini semua, pemuda itu membawa pedang ditangannya dan tampak begitu berbahaya." Yu Jie memberi penjelasan lebih lanjut pada keempatnya.


Keempat orang yang baru datang mulai melirik satu sama lain, dari penjelasan yang baru didengar, entah mengapa seolah pemuda di hadapan mereka tengah mendeskripsikan dirinya sendiri.


“Benar, akulah orangnya, bodoh!!!"


Yu Jie segera bergerak untuk menyerang keempatnya, keempat orang itu tampak tidak menaruh curiga pada Yu Jie sebab Yu Jie entah mengapa terlihat polos menurut mereka.


Satu serangan Yu Jie berhasil menebas keempat leher mereka sekaligus, membuat nyawa mereka hilang bahkan tanpa sedikitpun perlawanan.


“Yang seperti ini menerima tugas menghabisi tuan putri? Apa tidak ada yang lebih kuat lagi?" gumam Yu Jie.


Yu Jie segera berjalan untuk memasuki pintu masuk kediaman, setiap penjaga nampaknya memang difokuskan berjaga di luar hingga di dalam hanya tersisa para pelayan.


Para pelayan tentu terkejut melihat Yu Jie tiba-tiba masuk, ketimbang tidak nyaman atau penasaran, mereka lebih merasa ngeri sebab rupa Yu Jie terlihat sekarang.


Darah memang ada banyak menempel di setiap bagian tubuh Yu Jie, yang mana para pelayan dengan sendirinya menjauh ketika Yu Jie melangkah melalui mereka.


“Jangan berani-berani melapor atau ada darah kalian menempel di tubuhku juga," ucap Yu Jie pada seriap pelayan.


Para pelayan hanya mengangguk dalam diam, beberapa yang memang baru ingin melapor jelas menghentikan langkah mereka tidak berani membantah.


Yu Jie menanyakan pada salah satu pelayan di mana sekiranya Xiang He tengah ada sekarang, pelayan tersebut menunjuk salah satu ruangan khusus perjamuan dan Xiang He tengah menikmati makan malam di sana.


Yu Jie segera menghampiri ruangan yang dimaksud sebelum membukanya secara paksa, setiap mata orang yang ada di dalam ruangan tersebut otomatis mengarah padanya.


“Apa-apaan ini?!!"


Satu orang pria dengan pakaian mewah nampak berdiri dari duduknya, Yu Jie mengenalinya sebagai bangsawan penguasa kota yang memang sempat menyambut Xiang He sebelumnya.


“Hei, kau!!! Apa yang kau lakukan di kediama—"


Pedang Yu Jie tiba-tiba melayang sebelum menancap di kepala bangsawan itu, hal ini membuat teriakan histeris terdengar memenuhi ruangan.


“Tuan Muda Jie, apa yang terjadi?" Xiang He seraya menghampiri Yu Jie dengan wajah khawatir pun dengan Mu Yang.

__ADS_1


Yu Jie hanya menghampiri jasad bangsawan yang baru kehilangan nyawa sebab pedangnya, mencabut pedang itu dengan entengnya sebelum berkata, “Kita pergi tinggalkan kota ini sekarang juga, untuk jelasnya akan aku sampaikan selama perjalanan."


__ADS_2